Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 123


__ADS_3

Abella, bayinya


dan mbak Ayu pergi dari rumah, saat akan menaiki mobil tiba-tiba Marcelo


menghentikannya.


“Tunggu dulu.”


Kata Marcelo.


“Ada apa mas?”


Tanya Abella.


“Kamu mau pergi


kemana kok bawa tas besar segala sih?” Tanya Marcelo.


“Bawa persediaan


baju sama asi untuk Darel mas, namanya juga masih bayi jadi harus selalu bawa


banyak baju dan susu mas. Aku berangkat dulu ya kalau begitu.” Kata Abella.


“Aku antar


saja.” Kata Marcelo.


“Tidak usah


sayang, lebih baik kamu istirahat saja dirumah. Aku hanya sebentar saja kok.”


Kata Abella.


“Baiklah kalau


begitu, hati-hati dijalan ya.” Kata Marcelo.


“Aku harus


mengeceknya sekali lagi untuk memastikan bahwa dia memang bukan suamiku. Mas


Adriano memiliki tanda lahir di punggungnya.” Kata Abella dalam hati.


“Mas boleh minta


tolong tidak? Ikut aku sebentar yuk” Tanya Abella.


“Mau kemana


memangnya?” Tanya Marcelo.


Abella


mengajaknya kedalam rumah, kemudian dia memberikan sebuah kaos untuk Marcelo.


“Kemarin aku


membeli kaos ini untukmu, coba kamu pakai mas pasti bagus dan cocok untukmu.”

__ADS_1


Kata Abella.


“Ganti baju


disini? Diruang tamu?” Tanya Marcelo.


“Iya, lagipula


mbak Ayu kan sedang diluar. Ayo mas cepat ganti bajumu.” Kata Abella.


“Cepat ganti


bajumu, aku hanya ingin memastikan apakah kamu benar suamiku atau orang lain.”


Kata Abella dalam hati.


Kemudian Marcelo


mengganti bajunya dan ternyata benar bahwa tidak ada tanda lahir di


punggungnya.


“Astaga, siapa


kamu sebenarnya?” Tanya Abella dalam hati.


“Bagus sekali


kasonya, terima kasih sayang.” Kata Marcelo sambil memeluk Abella, kemudian


Abella melepaskannya.


sayang.” Kata Abella sambil tersenyum agar Marcelo tidak mengetahuinya.


“Beri aku


pelukan dan ciuman dong sayang.” Kata Marcelo.


“Astaga, kamu


ini apa-apaan sih mas. Aku berangkat dulu ya.” Kata Abella berusaha menghindar.


Namun Marcelo


memeluk Abella dari belakang, Abella semakin ketakutan.


“Maafkan aku


mas, kamu dimana sebenarnya. Cepat kembalilah pulang, aku sangat ketakutan.”


Kata Abella dalam hati.


Marcelo memeluk


Abella dengan sangat erat dan ingin menciumnya namun Abella menolak.


“Kamu kenapa sih


tidak mau aku cium? Aku ini suamimu.” Kata Marcelo.

__ADS_1


“Siapa kamu


sebenarnya? Kamu bukanlah suamiku.” Kata Abella memberanikan diri.


“Apa maksud kamu


sayang? Tentu saja aku suamimu sayang.” Kata Marcelo.


Jadi saat Abella


pergi kedalam bersama Marcelo, dia membisikkan mbak Ayu agar segera membawa


pergi anaknya ke rumah nenek Abella dengan mengendarai taksi. Abella bahkan


sudah memberitahu semua tentang surat yang dia dapat dan apa yang sebenarnya


terjadi. Abella juga telah menelfon teman dekat Abella agar segera datang ke


rumahnya secepatnya.


Abella


mengeluarkan gunting dari tas miliknya untuk berjaga-jaga.


“Cepat katakan


siapa kamu sebenarnya? Kamu bukan suamiku, jangan coba menipuku.” Kata Abella.


“Astaga kamu


sedang bicara apa sih sayang? Jangan-jangan kamu kebanyakan lihat film dan


terbawa adegan di film ya.” Kata Marcelo sambil membelai rambut Abella.


“Jangan berani-berani


menyentuhku, kamu hanya orang yang mirip dengan suamiku. Cepat katakan siapa


kamu sebenarnya? Atau aku akan membunuhmu.” Kata Abella sambil menodongkan


gunting ke arah Marcelo.


Marcelo berusaha


tenang agar Abella tidak curiga dan tetap meyakinkan Abella bahwa Marcelo


adalah suaminya.


“Sayang, kamu kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini? Aku


tidak paham dengan apa yang kamu bicarakan.” Kata Marcelo.


“Jangan banyak bicara, siapa kamu sebenarnya? Kamu bukanlah suamiku.” Kata


Abella.


Karena kesal Abella pun menendang kaki Marcelo, Abella segera kabur namun


Marcelo segera berlari dan mengunci pintu rumah.

__ADS_1


__ADS_2