
Abella, bayinya
dan mbak Ayu pergi dari rumah, saat akan menaiki mobil tiba-tiba Marcelo
menghentikannya.
“Tunggu dulu.”
Kata Marcelo.
“Ada apa mas?”
Tanya Abella.
“Kamu mau pergi
kemana kok bawa tas besar segala sih?” Tanya Marcelo.
“Bawa persediaan
baju sama asi untuk Darel mas, namanya juga masih bayi jadi harus selalu bawa
banyak baju dan susu mas. Aku berangkat dulu ya kalau begitu.” Kata Abella.
“Aku antar
saja.” Kata Marcelo.
“Tidak usah
sayang, lebih baik kamu istirahat saja dirumah. Aku hanya sebentar saja kok.”
Kata Abella.
“Baiklah kalau
begitu, hati-hati dijalan ya.” Kata Marcelo.
“Aku harus
mengeceknya sekali lagi untuk memastikan bahwa dia memang bukan suamiku. Mas
Adriano memiliki tanda lahir di punggungnya.” Kata Abella dalam hati.
“Mas boleh minta
tolong tidak? Ikut aku sebentar yuk” Tanya Abella.
“Mau kemana
memangnya?” Tanya Marcelo.
Abella
mengajaknya kedalam rumah, kemudian dia memberikan sebuah kaos untuk Marcelo.
“Kemarin aku
membeli kaos ini untukmu, coba kamu pakai mas pasti bagus dan cocok untukmu.”
__ADS_1
Kata Abella.
“Ganti baju
disini? Diruang tamu?” Tanya Marcelo.
“Iya, lagipula
mbak Ayu kan sedang diluar. Ayo mas cepat ganti bajumu.” Kata Abella.
“Cepat ganti
bajumu, aku hanya ingin memastikan apakah kamu benar suamiku atau orang lain.”
Kata Abella dalam hati.
Kemudian Marcelo
mengganti bajunya dan ternyata benar bahwa tidak ada tanda lahir di
punggungnya.
“Astaga, siapa
kamu sebenarnya?” Tanya Abella dalam hati.
“Bagus sekali
kasonya, terima kasih sayang.” Kata Marcelo sambil memeluk Abella, kemudian
Abella melepaskannya.
sayang.” Kata Abella sambil tersenyum agar Marcelo tidak mengetahuinya.
“Beri aku
pelukan dan ciuman dong sayang.” Kata Marcelo.
“Astaga, kamu
ini apa-apaan sih mas. Aku berangkat dulu ya.” Kata Abella berusaha menghindar.
Namun Marcelo
memeluk Abella dari belakang, Abella semakin ketakutan.
“Maafkan aku
mas, kamu dimana sebenarnya. Cepat kembalilah pulang, aku sangat ketakutan.”
Kata Abella dalam hati.
Marcelo memeluk
Abella dengan sangat erat dan ingin menciumnya namun Abella menolak.
“Kamu kenapa sih
tidak mau aku cium? Aku ini suamimu.” Kata Marcelo.
__ADS_1
“Siapa kamu
sebenarnya? Kamu bukanlah suamiku.” Kata Abella memberanikan diri.
“Apa maksud kamu
sayang? Tentu saja aku suamimu sayang.” Kata Marcelo.
Jadi saat Abella
pergi kedalam bersama Marcelo, dia membisikkan mbak Ayu agar segera membawa
pergi anaknya ke rumah nenek Abella dengan mengendarai taksi. Abella bahkan
sudah memberitahu semua tentang surat yang dia dapat dan apa yang sebenarnya
terjadi. Abella juga telah menelfon teman dekat Abella agar segera datang ke
rumahnya secepatnya.
Abella
mengeluarkan gunting dari tas miliknya untuk berjaga-jaga.
“Cepat katakan
siapa kamu sebenarnya? Kamu bukan suamiku, jangan coba menipuku.” Kata Abella.
“Astaga kamu
sedang bicara apa sih sayang? Jangan-jangan kamu kebanyakan lihat film dan
terbawa adegan di film ya.” Kata Marcelo sambil membelai rambut Abella.
“Jangan berani-berani
menyentuhku, kamu hanya orang yang mirip dengan suamiku. Cepat katakan siapa
kamu sebenarnya? Atau aku akan membunuhmu.” Kata Abella sambil menodongkan
gunting ke arah Marcelo.
Marcelo berusaha
tenang agar Abella tidak curiga dan tetap meyakinkan Abella bahwa Marcelo
adalah suaminya.
“Sayang, kamu kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini? Aku
tidak paham dengan apa yang kamu bicarakan.” Kata Marcelo.
“Jangan banyak bicara, siapa kamu sebenarnya? Kamu bukanlah suamiku.” Kata
Abella.
Karena kesal Abella pun menendang kaki Marcelo, Abella segera kabur namun
Marcelo segera berlari dan mengunci pintu rumah.
__ADS_1