
Daniel sedang menelfon seseorang di teras rumahnya, Kevia pun sedikit curiga dengan ayahnya sehingga dia diam-diam mendengarkan pembicaraan ayahnya.
“Iya nanti akan aku urus, jaga dirimu dengan baik dan serahkan semuanya kepadaku.” Kata Daniel lalu segera mematikan ponselnya.
Tiba-tiba Kevia datang menghampiri Daniel.
“Papa sedang menelfon siapa? Apakah itu mama?” Tanya Kevia.
“Bukan, dia kenalan papa.” Jawab Daniel.
“Pa ada yang ingin aku bicarakan dengan papa, ini ada hubungannya dengan mendiang om Fardan.” Kata Kevia.
“Jangan mengatakan hal-hal yang menyangkut seseorang yang sudah tidak ada, cepat masuk dan istirahat.” Kata Daniel.
“Aku datang ke apartemen om Fardan saat itu pa.” Kata Kevia.
“Pelankan suaramu.” Kata Daniel lalu langsung membawa Kevia masuk kedalam kamar Daniel.
Didalam kamar Daniel.
“Aku mencari mama pa saat itu, aku pikir mama sedang di apartemen om Fardan.” Kata Kevia.
“Dengarkan papa baik-baik, kamu tidak pernah bertemu dengan om Fardan dan kamu tidak melihat om Fardan saat itu, jadi kamu tidak tau apa-apa tentang dia apalagi kematian om Fardan, ingat itu baik-baik.” Kata Daniel.
“Tapi pa aku melihat om Fardan sedang berusaha menyakiti mama saat itu.” Kata Kevia.
“Stop jangan lanjutkan lagi, ingat kata papa, kamu tidak bertemu dengan om Fardan, mengerti?” Tanya Daniel.
“Iya pa aku mengerti.” Kata Kevia.
“Sekarang masuk kamarmu dan istirahat.” Kata Daniel.
“Maafkan aku pa, aku bersalah.” Kata Kevia.
“Haruskah papa mengatakannya lagi?” Kata Daniel.
“Aku istirahat dulu pa, selamat malam pa.” Kata Kevia.
__ADS_1
“Selamat malam sayang.” Kata Daniel.
Kevia langsung masuk kedalam kamarnya dan dia sedikit lega.
“Sepertinya papa tau dimana keberadaan mama dan papa tau semua yang terjadi, aku jadi penasaran.” Kata Kevia.
**
Flashback saat kejadian kematian Fardan.
Hari itu Tiara datang ke apartemen Fardan, Tiara datang untuk memberitahu Fardan hasil tes DNA Brendan.
“Sayang aku merindukanmu.” Kata Fardan.
“Lepaskan aku, ada yang mau aku sampaikan.” Kata Tiara.
“Ada apa memangnya?” Tanya Fardan.
“Ini hasil tes DNA Brendan, dan hasilnya kamu bukanlah ayah kandung Brendan, Brendan adalah anak kandung suamiku, aku ingin hubungan kita berakhir dan jangan pernah menemui aku selamanya, tolong pergi jauh dariku, aku rela jika kamu kembali lagi bersama Nadia karena memang dia adalah istri sahmu. Hubungan kita sudah berakhir.” Kata Tiara.
“Apa kamu bilang? Kamu jangan bercanda ya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu, ingat itu baik-baik ya.” Kata Fardan.
“Aku sudah mengurus surat perceraian dengan istriku dan sidang akan segera dilaksanakan, setelah itu aku akan menikahimu dan kita besarkan Brendan bersama-sama di luar negeri.” Kata Fardan.
“Jangan gila ya kamu, aku tidak mau. Kamu bukanlah ayahnya Brendan, aku dan kamu adalah sebuah kesalahan terbesar, seharusnya aku tidak bertemu denganmu.” Kata Tiara, karena Fardan kesal akhirnya dia memeluk erat Tiara hingga Tiara susah nafas.
“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu, aku akan merebutmu dari suamimu, jadilah milikku seutuhnya.” Kata Fardan.
“Ah ah lepaskan aku, inilah yang aku benci darimu, kamu selalu memaksa dan egois.” Kata Tiara.
“Aku telah memberikan semuanya kepadamu jadi kamu tidak bisa menolak lagi, aku akan memilikimu.” Kata Fardan.
“Lepaskan aku.” Teriak Tiara, kemudian tangan Tiara mengambil barang didekatnya lalu dia mendapatkan vas bunga dan dia pecahkan, seketika mereka berdua kaget, lalu Tiara mengambil pecahan beli vas bunga tersebut dan menodongkan ke arah Fardan.
“Jangan mendekat atau aku akan melukaimu.” Kata Tiara.
“Sayang jangan itu berbahaya, aku mohon jatuhkan pecahan vas itu.” Kata Fardan.
__ADS_1
“Minggir, jangan mendekat atau aku akan menggores leherku sendiri.” Kata Tiara.
Saat Tiara lengah tiba-tiba Fardan menjatuhkan pecahan vas yang digenggam oleh Tiara, tentu saja Tiara kebingungan dan dia pun berusaha berlari namun Fardan berhasil menangkapnya.
“Kamu mau kemana? Kamu tidak akan pernah bisa lepas dari tanganku.” Kata Fardan sambil melotot ke arah Tiara, Tiara pun menjadi ketakutan. Ternyata Tiara mengambil pecahan vas bunga tersebut dan menggores tangan Fardan, Fardan pun kesakitan dan kesempatan ini digunakan Tiara untuk kabur, namun tetap saja Fardan berhasil menangkap Tiara dengan menjambak rambutnya, kini Fardan menunjukkan sisi lain yang tidak pernah ia tunjukkan kepada Tiara.
“Lebih baik kamu nurut atau aku akan melukaimu dengan pecahan vas ini.” Kata Fardan dengan mendekatkan wajahnya ke arah Tiara.
“Dasar brengsek, hubungan kita sudah berakhir dan Brendan bukanlah anak kandungmu.” Kata Tiara.
“Diam, aku akan memilikimu seutuhnya.” Kata Fardan. Karena kesal Tiara pun menampar pipi Fardan sehingga Fardan menjadi semakin marah terhadap Tiara, Fardan bahkan mencekik leher Tiara sampai Tiara kesakitan dan disaat itulah Kevia datang lalu menusuk punggung Fardan dengan pisau buah yang ada di meja makan.
**
Setelah Kevia pergi dari apartemen Fardan, Tiara sempat bingung akhirnya dia menelfon suaminya dan tak lama kemudian Daniel datang ke apartemen Fardan, Daniel kaget melihat tubuh Fardan yang dilumuri dengan darah sedangkan istrinya menangis di pojokan.
“Bantu aku memasukkan dia kedalam koper.” Kata Daniel, tanpa bertanya Tiara langsung mengambil koper dan memasukkan mayat Fardan kedalam koper tersebut.
“Apartemen ini atas nama siapa?” Tanya Daniel.
“Atas nama aku mas, dia membelikan apartemen ini untukku agar aku dan dia bisa saling bertemu.” Kata Tiara.
“Jual apartemen ini secepatnya, sekarang pergilah ke sungai R dan buanglah dia ke sungai.” Kata Daniel.
“Baik mas, lalu bagaimana dengan apartemen ini?” Tanya Tiara.
“Biar aku yang mengurusnya, setelah itu pergilah ke vila ini dan jangan kembali sebelum aku menyuruhmu kembali.” Kata Daniel sambil memberikan kunci vila kepada istrinya.
“Baik mas, sebenarnya bukan aku yang menusuk punggung Fardan mas.” Kata Tiara.
“Lalu siapa?” Tanya Daniel.
“Kevia, dia melihat Fardan sedang mencekik leherku lalu Kevia datang dan menusuk punggung Fardan, kemudian aku menyuruhnya pulang.” Kata Tiara.
“Masalah Kevia biar aku tangani saja, sekarang cepat pergilah ke sungai R.” Kata Daniel.
“Baik mas.” Kata Tiara.
__ADS_1
Setelah Tiara membawa mayat Fardan, Daniel pun membersihkan kekacauan di apartemen itu dan segera menjual apartemen itu ke orang lain, sebelum dijual, seluruh isi baik perabot rumah yang ada di apartemen itu telah diambil Daniel lalu dibakar untuk menghilangkan jejak.