Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 36


__ADS_3

Abela terpaksa harus menuruti keinginan anaknya yaitu makan malam bersama di restoran mewah bersama anak dan suaminya. Dia terpaksa melakukannya demi Darel. Abela dan Darel pergi berdua menuju restoran pilihan Adriano, Abela mengendarai mobil bersama anaknya sedangkan Adriano sudah tiba di restoran.


“Aku senang sekali ma.” Kata Darel.


“Benarkah? Maaf ya karena mama sangat sibuk jadi baru sekarang kita kesana.” Kata Abela.


“Seharusnya kita bisa makan mewah disana saat ulang tahun pernikahan mama dan papa minggu lalu tapi mama sibuk.” Kata Darel.


“Yang penting kan kita sekarang bisa kesana sekarang. Darel mama ingin untuk sementara tinggal terpisah dengan papa, jadi mama dan Darel tinggal dirumah sedangkan papa tinggal di tempat lain karena jadwal penerbangan papa yang setiap hari dan mama rasa ada baiknya jika papa tinggal di tempat lain yang lebih dekat dengan tempat kerja papa. Darel tidak keberatan kan?” Tanya Abela.


“Kalau begitu kita juga tinggal ditempat yang sama saja dengan papa ma.” Kata Darel.


“Tidak bisa sayang karena rumah kita kan dekat dengan tempat kerja mama dan juga dekat dengan sekolah kamu, sesekali papa harus mengalah kan demi kita.” Kata Abela.


“Lalu jika aku atau papa ingin bertemu bagaimana?” Tanya Darel.


“Mama akan mengantarmu ke tempat papa setiap akhir pekan, lalu mama akan menjemputmu senin pagi sekaligus mengantar Darel pergi ke sekolah.” Kata Abela.


“Baiklah, Darel tidak keberatan selama masih bisa bertemu dengan mama dan papa.” Kata Darel.


“Terima kasih sayang, Darel semakin dewasa dan bisa mengerti bagaimana keadaan mama dan papa.” Kata Abela sambil mengelus rambut anaknya.


“Lalu bagaimana jika mama atau papa saling merindukan? Mama dan papa kan tidak bisa berjauhan, apalagi papa yang selalu ingin bersama mama?” Tanya Darel.


“Karena ini urusan pekerjaan jadi mama dan papa bisa mengatasinya, mungkin saat mama sedang libur atau papa libur kita bisa saling bertemu meskipun hanya sekedar makan bersama kan, jadi jangan khawatirkan mama dan papa.” Kata Abela.


“Baiklah ma, ayo cepat ma karena papa sudah menunggu kita disana.” Kata Darel.

__ADS_1


“Siap, kita meluncur, lets go.” Kata Abela.


**


Setibanya di restoran. Abela dan Darel segera turun dari mobil dan menuju ke meja yang telah dipesan oleh Adriano.


“Ma itu papa sudah menunggu kita.” Kata Darel.


“Papa.” Panggil Darel lalu dia berlari ke arah Adriano.


“Darel sayang, papa kangen sekali denganmu.” Kata Adriano sambil memeluk anaknya sedangkan Abela langsung duduk.


“Loh mama dan papa kok diam saja sih biasanya saling berpelukan dan papa bahkan mencium pipi mama.” Kata Darel.


“Kemarilah sayang.” Kata Adriano sambil memeluk Abela.


“Jangan bicara apapun, Darel tidak boleh tau kalau kita sedang ada masalah. Aku sudah bilang kepada Darel kalau kita tidak tinggal satu rumah dengan alasan pekerjaanmu.” Bisik Abela.


“Gelas yang pecah tidak bisa kembali seperti semula, sekalipun diperbaiki dia tidak akan menarik lagi.” Bisik Abela lalu dia melepaskan pelukan suaminya.


“Ayo kita pesan makanannya sekarang, mama sudah sangat lapar.” Kata Abela.


“Aku sudah memesankan makanan favorit kita bertiga.” Kata Adriano.


“Papa memang hebat, papa selalu bisa mengerti kita.” Kata Darel.


“Tentu saja.” Kata Adriano sambil memeluk anaknya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian makanan pesanan Adriano pun datang.


“Wah menu makanan di restoran mewah memang beda ya ma pa. Sepertinya aku akan makan banyak malam ini.” Kata Darel.


“Makanlah sepuasmu sayang.” Kata Adriano.


“Tentu saja, papa memang hebat. Aku bangga punya ayah seperti papa. Mama pasti bangga kan punya suami seperti papa, iya kan ma?” Tanya Darel kepada ibunya.


“Aku suami yang hebat kan sayang?” Tanya Adriano sambil menatap dan menyentuh tangan istrinya.


“Ah Darel kamu harus segera makan nanti makanannya keburu dingin. Kamu kan tidak boleh tidur terlalu malam karena besok harus sekolah.” Kata Abela.


“Hmmmm baiklah.” Kata Darel.


“Suami hebat dari mana, yang ada juga suami bajingan.” Kata Abela dalam hati.


“Papa hari ini pulang ke rumah ya, aku mohon.” Kata Darel.


“Tentu saja papa hari ini akan pulang ke rumah.” Kata Adriano.


“Tidak bisa Darel, papa besok kan harus ke kantor untuk bekerja. Kasihan papa kalau berangkat dari rumah nanti kejauhan dan kelelahan.” Kata Abela.


“Aku tidak apa-apa kok yang penting kita selalu bersama.” Kata Adriano.


Lalu Abela melototi suaminya.


“Boleh ya sayang.” Kata Adriano sambil mendekati istrinya dan memeluknya.

__ADS_1


“Terserah kamu.” Kata Abela sambil melepaskan pelukan suaminya.


Akhirnya mereka bertiga pun kembali pulang bersama.


__ADS_2