Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 105


__ADS_3

Sepulang kerja, Abella naik


transportasi umum. Setibanya dirumah, dia sangat marah karena suaminya tidak


bisa menjemputnya.


“Kamu itu kenapa sih mas tidak


bisa menjemputku? Padahal aku menunggumu lama, harusnya kan kamu bisa


menelfonku. Lihat aku jadi pulang malam seperti ini, kamu sangat keterlaluan


mas. Aku sangat kesal denganmu.” Kata Abella.


Namun tidak ada jawaban, lalu


Abella mencari suaminya disekeliling rumah, kamar, dapur tetap tidak ada. Kemudian


dia mencarinya di kamar mandi dan ternyata suaminya pingsan didalam kamar


mandi, Abella pun berteriak karena sangat kaget.


“Mas, bangun cepat bangun bangun


mas. Kamu kenapa sih? Jangan bercanda dong mas.” Kata Abella sambil


menggoyang-goyangkan tubuh suaminya. Lalu dia pun membawa suaminya ke dokter


dengan mengendarai mobil pribadi mereka dengan dibantu oleh satpam kompleks. Setibanya


dirumah sakit, Adriano segera ditangani oleh dokter.


“Saya pamit dulu ya mbak.” Kata


satpam.


“Iya pak, terima kasih banyak.” Kata


Abella.


“Kalau ada perlu atau butuh


bantuan bisa menghubungi saya mbak, permisi.” Kata satpam.


“Baik pak, terima kasih. Hati-hati.”


Kata Abella.


Beberapa menit kemudian dokter


pun keluar dari ruang pemeriksaan.


“Bagaimana keadaan suami saya? Apakah


sakitnya sangat parah?” Tanya Abella.


“Suami ibu harus dirawat inap

__ADS_1


karena kondisinya sangat kritis apalagi dia ditemukan didalam kamar mandi sehingga


tubuhnya menggigil kedinginan.” Kata dokter.


“Suami saya sakit apa dok?” Tanya


Abella.


“Dia kelelahan dan banyak


pikiran. Setelah ini pasien akan dipinsahkan ke kamar inap.” Kata dokter.


“Baik dok, terima kasih banyak.” Kata


Abella.


Abella menjaga suaminya semalaman


disampingnya.


“Cepat sadar mas, aku sangat


khawatir denganmu. Sebenarnya kamu sedang ada masalah apa sih? Kenapa kamu


tidak pernah bercerita padaku? Apakah kamu sedang memikirkan aku? Atau


jangan-jangan kamu memang sangat ingin memiliki seorang anak dariku? Kamu juga


sih sudah tua baru menikah.” Gerutu Abella.


**


tersadar namun Abella sedang tertidur kemudian Adriano membangunkan istrinya.


“Hei bangun.” Kata Adriano.


“Hoamph, kamu sudah sadar mas?”


Tanya Abella.


“Cepat pergilah ke kantor,


bukannya kamu harus magang.” Kata Adriano.


“Bagaimana bisa aku


meninggalkanmu sendiri dirumah sakit mas.” Kata Abella.


“Aku baik-baik saja, cepat


pergilah. Kamu adalah anak baru jadi jangan sampai tidak masuk.” Kata Adriano.


“Aku kan bisa ijin mas.” Kata


Abella.


“Sudahlah cepat masuklah.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Kamu yakin bisa ditinggal


sendiri?” Tanya Abella.


“Ada suster yang bisa membantuku


kok.” Kata Adriano.


“Pasti kamu mencari kesempatan


ya, bagaimana jika susternya nanti grepe-grepe kamu mas terus kamu jadi nafsu


deh sama susternya.” Kata Abella.


“Astaga kenapa kamu berpikir


sampai sana sih, sudah cepat pergilah.” Kata Adriano.


“Hmmmm baiklah kalau begitu,


kalau terjadi apa-apa tolong kabari aku mas.” Kata Abella.


“Iya, sudah cepat pergilah. Kamu bawa


baju ganti tidak?” Tanya Adriano.


“Tidak bawa mas.” Kata Abella.


“Sekarang sudah jam segini, kamu


cepat mandi di kamar mandi rumah sakit saja setelah itu pergilah ke toko baju


dan belilah kemudian baru berangkat ke kantor. Ini pakai atm ku.” Kata Adriano.


“Saldonya tinggal berapa mas?” Tanya


Abella.


“Jangan dihabiskan, pakai


secukupnya.” Kata Adriano.


“Hmmmm pelit, yauda kalau begitu


aku mandi dulu mas.” Kata Abella.


Setelah selesai mandi, Abella segera


bersiap-siap pergi ke kantor untuk magang.


“Mas, aku berangkat dulu. Kamu


yakin bisa ditinggal sendiri?” Tanya Abella.


“Yakin, cepat pergilah.” Kata Adriano.


“Baiklah, aku pergi dulu mas.”

__ADS_1


Kata Abella.


“Hati-hati dijalan.” Kata Adriano.


__ADS_2