
Sepulang kerja, Abella naik
transportasi umum. Setibanya dirumah, dia sangat marah karena suaminya tidak
bisa menjemputnya.
“Kamu itu kenapa sih mas tidak
bisa menjemputku? Padahal aku menunggumu lama, harusnya kan kamu bisa
menelfonku. Lihat aku jadi pulang malam seperti ini, kamu sangat keterlaluan
mas. Aku sangat kesal denganmu.” Kata Abella.
Namun tidak ada jawaban, lalu
Abella mencari suaminya disekeliling rumah, kamar, dapur tetap tidak ada. Kemudian
dia mencarinya di kamar mandi dan ternyata suaminya pingsan didalam kamar
mandi, Abella pun berteriak karena sangat kaget.
“Mas, bangun cepat bangun bangun
mas. Kamu kenapa sih? Jangan bercanda dong mas.” Kata Abella sambil
menggoyang-goyangkan tubuh suaminya. Lalu dia pun membawa suaminya ke dokter
dengan mengendarai mobil pribadi mereka dengan dibantu oleh satpam kompleks. Setibanya
dirumah sakit, Adriano segera ditangani oleh dokter.
“Saya pamit dulu ya mbak.” Kata
satpam.
“Iya pak, terima kasih banyak.” Kata
Abella.
“Kalau ada perlu atau butuh
bantuan bisa menghubungi saya mbak, permisi.” Kata satpam.
“Baik pak, terima kasih. Hati-hati.”
Kata Abella.
Beberapa menit kemudian dokter
pun keluar dari ruang pemeriksaan.
“Bagaimana keadaan suami saya? Apakah
sakitnya sangat parah?” Tanya Abella.
“Suami ibu harus dirawat inap
__ADS_1
karena kondisinya sangat kritis apalagi dia ditemukan didalam kamar mandi sehingga
tubuhnya menggigil kedinginan.” Kata dokter.
“Suami saya sakit apa dok?” Tanya
Abella.
“Dia kelelahan dan banyak
pikiran. Setelah ini pasien akan dipinsahkan ke kamar inap.” Kata dokter.
“Baik dok, terima kasih banyak.” Kata
Abella.
Abella menjaga suaminya semalaman
disampingnya.
“Cepat sadar mas, aku sangat
khawatir denganmu. Sebenarnya kamu sedang ada masalah apa sih? Kenapa kamu
tidak pernah bercerita padaku? Apakah kamu sedang memikirkan aku? Atau
jangan-jangan kamu memang sangat ingin memiliki seorang anak dariku? Kamu juga
sih sudah tua baru menikah.” Gerutu Abella.
**
tersadar namun Abella sedang tertidur kemudian Adriano membangunkan istrinya.
“Hei bangun.” Kata Adriano.
“Hoamph, kamu sudah sadar mas?”
Tanya Abella.
“Cepat pergilah ke kantor,
bukannya kamu harus magang.” Kata Adriano.
“Bagaimana bisa aku
meninggalkanmu sendiri dirumah sakit mas.” Kata Abella.
“Aku baik-baik saja, cepat
pergilah. Kamu adalah anak baru jadi jangan sampai tidak masuk.” Kata Adriano.
“Aku kan bisa ijin mas.” Kata
Abella.
“Sudahlah cepat masuklah.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Kamu yakin bisa ditinggal
sendiri?” Tanya Abella.
“Ada suster yang bisa membantuku
kok.” Kata Adriano.
“Pasti kamu mencari kesempatan
ya, bagaimana jika susternya nanti grepe-grepe kamu mas terus kamu jadi nafsu
deh sama susternya.” Kata Abella.
“Astaga kenapa kamu berpikir
sampai sana sih, sudah cepat pergilah.” Kata Adriano.
“Hmmmm baiklah kalau begitu,
kalau terjadi apa-apa tolong kabari aku mas.” Kata Abella.
“Iya, sudah cepat pergilah. Kamu bawa
baju ganti tidak?” Tanya Adriano.
“Tidak bawa mas.” Kata Abella.
“Sekarang sudah jam segini, kamu
cepat mandi di kamar mandi rumah sakit saja setelah itu pergilah ke toko baju
dan belilah kemudian baru berangkat ke kantor. Ini pakai atm ku.” Kata Adriano.
“Saldonya tinggal berapa mas?” Tanya
Abella.
“Jangan dihabiskan, pakai
secukupnya.” Kata Adriano.
“Hmmmm pelit, yauda kalau begitu
aku mandi dulu mas.” Kata Abella.
Setelah selesai mandi, Abella segera
bersiap-siap pergi ke kantor untuk magang.
“Mas, aku berangkat dulu. Kamu
yakin bisa ditinggal sendiri?” Tanya Abella.
“Yakin, cepat pergilah.” Kata Adriano.
“Baiklah, aku pergi dulu mas.”
__ADS_1
Kata Abella.
“Hati-hati dijalan.” Kata Adriano.