
Keesokan paginya,
Adriano bangun terlebih dahulu. Dia memandangi wajah istrinya sambil tersenyum.
“Kenapa aku jadi
seperti ini padahal dulu aku sempat menentang perjodohan itu karena menikahi
gadis SMA, mungkin benar kata ayahku bahwa cinta itu bisa tumbuh setelah hidup
bersama setiap hari.” Kata Adriano dalam hati, kemudian dia membelai rambutnya
dan tiba-tiba tersangkut karena Abella pindah posisi, Adriano pun bingung dan
Abella juga merasa kesakitan karena rambutnya tersangkut dan tertarik.
“Aduh bagaimana
ini, kenapa tanganku harus tersangkut di rambutnya.” Kata Adriano dalam hati
sambil berusaha menarik tangannya.
“Aduh sakit.”
Kata Abella. Kemudian dia terbangun.
“Apa yang kamu
lakukan? Rambutku sakit, kamu pasti mau macam-macam denganku kan? Singkirkan
tanganmu, sakit sekali rambutku.” Kata Abella.
“Enak saja,
siapa juga yang mau macam-macam denganmu.” Kata Adriano.
“Terus kenapa
tanganmu bisa tersangkut di rambutku?” Tanya Abella.
“Aku tadi mau
mengambil remot AC tapi tersangkut rambutmu, kamu kapan terakhir kali keramas?
Rambutmu sangat kusut dan kasar.” Kata Adriano.
“Bilang saja mau
macam-macam denganku, rambutku wangi tau karena setiap hari aku selalu mencuci
rambutku. Biar aku yang melepas tanganmu, diam dan jangan menarik rambutku.” Kata
Abella, lalu dia berusaha melepaskan tangan Adriano yang tersangkut di
rambutnya.
“Tanganku yang
berharga akhirnya lepas juga dari sangkar burung.” Kata Adriano smabil
menjulurkan lidahnya ke arah istrinya.
“Apa kamu bilang
rambutku seperti sangkar burung? Tanganmu saja kasar seperti itu seperti tangan
tukang kuli bangunan saja.” Gerutu Abella.
__ADS_1
“Enak saja,
tanganku ini tangan yang sangat berharga tau. Cepat bangun dan buatkan aku
sarapan.” Kata Adriano.
“Aku masih mau
tidur, buat saja sendiri.” Kata Abella.
“Apa? Istri
macam kamu yang tidak membuatkan sarapan untuk suaminya. Cepat buatkan aku
sarapan sekarang juga.” Kata Adriano.
“Dasar
menyebalkan, aku kan masih ingin tidur.” Gerutu Abella, lalu dia segera menuju
ke dapur.
**
“Aku berangkat
dulu.” Kata Adriano.
“Mana uang saku
untukku?” Kata Abella.
“Nanti aku
transfer ke rekeningmu.” Kata Adriano sambil menyodorkan tangannya ke arah
“Kenapa? Kamu
ingin aku mencium tanganmu seperti pasangan suami istri pada umunya? Aku tidak
mau.” Kata Abella.
“Yauda kalau
begitu aku tidak akan memberimu uang bulanan.” Kata Adriano.
“Jadi kamu
mengancamku? Baiklah aku melakukan ini karena terpaksa bukan karena aku
menyukaimu.” Kata Abella, lalu dia mencium tangan suaminya.
“Selama aku
pergi, jangan kluyuran sembarangan dan selalu minta ijin kepadaku ketika mau
pergi kemanapun.” Kata Adriano.
“Hmmm iya iya
cerewet banget sih.” Kata Abella.
“Aku sangat
ingin memeluknya tapi lupakanlah.” Kata Adriano dalam hati.
“Cepat pergilah
__ADS_1
sebelum terlambat.” Kata Abella.
“Iya, aku
berangkat.” Kata Adriano sambil memandangi istrinya.
“Hei, aku
berangkat.” Kata Adriano.
“Kamu kenapa sih
aneh banget deh, berangkat aja kali.” Gerutu Abella.
“Ok, aku
berangkat sekarang.” Kata Adriano.
**
Setelah Adriano
berangkat kerja, Abella masih berada didalam rumah. Dia membersihkan rumahnya
karena dia akan pergi bersama teman-temannya. Dia membersihkan kamarnya dan
juga kamar suaminya. Ketika dia membersihkan meja dikamar suaminya, dia
menemukan sebuah buku diary milik suaminya.
“Apa ini?
Bukankah ini buku diary? Kekanak-kanakan sekali dia, apa dia sering menulis
cerita di buku diary astaga. Lebih baik aku buka saja, aku penasaran seperti
apa isinya.” Kata Abella.
Saat dia membuka
buku diary suaminya dia melihat beberapa foto keluarga dan teman dekatnya yang
ditempel di buku diary suaminya.
“Jadi dia
menggunakan buku diary untuk koleksi foto-foto miliknya, sungguh
kekanak-kanakan, lucu sekali dia sudah tua tapi masih saja mengoleksi seperti
ini.” Kata Abella sambil tertawa.
Kemudian dia membuka
setiap lembar buku diary milik suaminya itu, lalu dia sangat kaget karena ada
foto pernikahannya yang tertempel di bagian belakang buku diary tersebut.
“Apa ini? Kenapa
dia menyimpan foto pernikahannya di buku ini padahal aku saja tidak mau
menyimpan foto ini di dompetku bahkan di ponselku juga tidak menyimpan foto
ini. Apa jangan-jangan dia mulai menyukaiku? Tidak, tidak, tidak mungkin dia
menyukaiku.” Kata Abella dalam hati. Lalu dia meletakkan buku diary suaminya di
__ADS_1
tempat semula.