Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 22


__ADS_3

Keesokan paginya,


Adriano bangun terlebih dahulu. Dia memandangi wajah istrinya sambil tersenyum.


“Kenapa aku jadi


seperti ini padahal dulu aku sempat menentang perjodohan itu karena menikahi


gadis SMA, mungkin benar kata ayahku bahwa cinta itu bisa tumbuh setelah hidup


bersama setiap hari.” Kata Adriano dalam hati, kemudian dia membelai rambutnya


dan tiba-tiba tersangkut karena Abella pindah posisi, Adriano pun bingung dan


Abella juga merasa kesakitan karena rambutnya tersangkut dan tertarik.


“Aduh bagaimana


ini, kenapa tanganku harus tersangkut di rambutnya.” Kata Adriano dalam hati


sambil berusaha menarik tangannya.


“Aduh sakit.”


Kata Abella. Kemudian dia terbangun.


“Apa yang kamu


lakukan? Rambutku sakit, kamu pasti mau macam-macam denganku kan? Singkirkan


tanganmu, sakit sekali rambutku.” Kata Abella.


“Enak saja,


siapa juga yang mau macam-macam denganmu.” Kata Adriano.


“Terus kenapa


tanganmu bisa tersangkut di rambutku?” Tanya Abella.


“Aku tadi mau


mengambil remot AC tapi tersangkut rambutmu, kamu kapan terakhir kali keramas?


Rambutmu sangat kusut dan kasar.” Kata Adriano.


“Bilang saja mau


macam-macam denganku, rambutku wangi tau karena setiap hari aku selalu mencuci


rambutku. Biar aku yang melepas tanganmu, diam dan jangan menarik rambutku.” Kata


Abella, lalu dia berusaha melepaskan tangan Adriano yang tersangkut di


rambutnya.


“Tanganku yang


berharga akhirnya lepas juga dari sangkar burung.” Kata Adriano smabil


menjulurkan lidahnya ke arah istrinya.


“Apa kamu bilang


rambutku seperti sangkar burung? Tanganmu saja kasar seperti itu seperti tangan


tukang kuli bangunan saja.” Gerutu Abella.

__ADS_1


“Enak saja,


tanganku ini tangan yang sangat berharga tau. Cepat bangun dan buatkan aku


sarapan.” Kata Adriano.


“Aku masih mau


tidur, buat saja sendiri.” Kata Abella.


“Apa? Istri


macam kamu yang tidak membuatkan sarapan untuk suaminya. Cepat buatkan aku


sarapan sekarang juga.” Kata Adriano.


“Dasar


menyebalkan, aku kan masih ingin tidur.” Gerutu Abella, lalu dia segera menuju


ke dapur.


**


“Aku berangkat


dulu.” Kata Adriano.


“Mana uang saku


untukku?” Kata Abella.


“Nanti aku


transfer ke rekeningmu.” Kata Adriano sambil menyodorkan tangannya ke arah


“Kenapa? Kamu


ingin aku mencium tanganmu seperti pasangan suami istri pada umunya? Aku tidak


mau.” Kata Abella.


“Yauda kalau


begitu aku tidak akan memberimu uang bulanan.” Kata Adriano.


“Jadi kamu


mengancamku? Baiklah aku melakukan ini karena terpaksa bukan karena aku


menyukaimu.” Kata Abella, lalu dia mencium tangan suaminya.


“Selama aku


pergi, jangan kluyuran sembarangan dan selalu minta ijin kepadaku ketika mau


pergi kemanapun.” Kata Adriano.


“Hmmm iya iya


cerewet banget sih.” Kata Abella.


“Aku sangat


ingin memeluknya tapi lupakanlah.” Kata Adriano dalam hati.


“Cepat pergilah

__ADS_1


sebelum terlambat.” Kata Abella.


“Iya, aku


berangkat.” Kata Adriano sambil memandangi istrinya.


“Hei, aku


berangkat.” Kata Adriano.


“Kamu kenapa sih


aneh banget deh, berangkat aja kali.” Gerutu Abella.


“Ok, aku


berangkat sekarang.” Kata Adriano.


**


Setelah Adriano


berangkat kerja, Abella masih berada didalam rumah. Dia membersihkan rumahnya


karena dia akan pergi bersama teman-temannya. Dia membersihkan kamarnya dan


juga kamar suaminya. Ketika dia membersihkan meja dikamar suaminya, dia


menemukan sebuah buku diary milik suaminya.


“Apa ini?


Bukankah ini buku diary? Kekanak-kanakan sekali dia, apa dia sering menulis


cerita di buku diary astaga. Lebih baik aku buka saja, aku penasaran seperti


apa isinya.” Kata Abella.


Saat dia membuka


buku diary suaminya dia melihat beberapa foto keluarga dan teman dekatnya yang


ditempel di buku diary suaminya.


“Jadi dia


menggunakan buku diary untuk koleksi foto-foto miliknya, sungguh


kekanak-kanakan, lucu sekali dia sudah tua tapi masih saja mengoleksi seperti


ini.” Kata Abella sambil tertawa.


Kemudian dia membuka


setiap lembar buku diary milik suaminya itu, lalu dia sangat kaget karena ada


foto pernikahannya yang tertempel di bagian belakang buku diary tersebut.


“Apa ini? Kenapa


dia menyimpan foto pernikahannya di buku ini padahal aku saja tidak mau


menyimpan foto ini di dompetku bahkan di ponselku juga tidak menyimpan foto


ini. Apa jangan-jangan dia mulai menyukaiku? Tidak, tidak, tidak mungkin dia


menyukaiku.” Kata Abella dalam hati. Lalu dia meletakkan buku diary suaminya di

__ADS_1


tempat semula.


__ADS_2