
Dirumah sakit.
Tiara mulai sadarkan diri.
“Jangan banyak bergerak, kamu masih lemas.” Kata Sarah, ternyata Sarah yang menabrak Tiara namun Sarah menutupi hal tersebut.
“Kenapa aku bisa ada disini?” Tanya Tiara heran.
“Kamu mengalami kecelakaan, lalu kamu dibawa ke rumah sakit.” Kata Sarah.
“Apa? Lalu siapa yang menabrakku?” Tanya Tiara.
“Pelakunya melarikan diri, kamu harus banyak istirahat dulu ya.” Kata Sarah.
“Aku tidak apa-apa kok, aku mau kembali pulang saja, aku tidak mampu membayar biaya rumah sakit disini apalagi ini pasti kamar vip.” Kata Tiara.
“Pihak rumah sakit akan menanggung biayanya karena kamu adalah korban.” Kata Sarah.
“Apa? Kalau begitu aku harus mencari tau siapa pelaku yang menabrakku, dia harus bertanggungjawab.” Kata Tiara.
“Pihak polisi yang akan menangani kasus ini, kamu harus istirahat pokoknya.” Kata Sarah.
__ADS_1
Kemudian Sarah keluar dari ruangan Tiara, namun Tiara tidak tinggal diam begitu saja. Diam-diam dia kabur dari rumah sakit dan menuju ke kantor polisi.
Setibanya di kantor polisi.
“Pak, saya mau bertanya terkait kasus kecelakaan kemarin di jalan merpati.” Kata Tiara.
“Tidak ada kasus kecelakaan di tempat tersebut.” Kata polisi.
“Apa? Bukankah ada cctv di daerah situ? Pak saya adalah korbannya.” Kata Tiara.
“Tidak ada kamera cctv di daerah tersebut karena sudah lama rusak.” Kata polisi.
“Tidak mungkin pak, saya adalah korbannya. Saya hanya ingin tau siapa pelakunya pak, dia harus bertanggung jawab.” Kata Tiara.
“Tidak bisa begitu pak, lalu siapa yang membawa saya ke rumah sakit?” Tanya Tiara.
“Coba ingat-ingat kembali, apa mungkin kamu jatuh pingsan lalu ada yang menolongmu dan membawamu ke rumah sakit? Itu bisa saja terjadi.” Kata polisi.
“Tapi saya mengalami luka pak.” Kata Tiara.
“Coba tanyakan dokter yang merawatmu, sudah cepat pergi dari sini karena saya banyak kerjaan.” Kata polisi tersebut.
__ADS_1
Akhirnya Tiara pun kembali ke rumah sakit.
**
Daniel menghampiri kakaknya di ruangan kakaknya.
“Ada apa datang kemari? Aku sedang sibuk.” Kata Sarah.
“Aku dengar kamu menabrak seseorang dijalan, siapa dia? Kamu membawanya kesini?” Tanya Daniel.
“Jadi kedatanganmu kesini hanya untuk bertanya hal yang tidak penting seperti ini ya?” Tanya Sarah.
“Aku bisa saja mencari bukti bahwa kamu pelakunya dan memasukkanmu kedalam penjara.” Kata Daniel.
“Lebih baik urus saja dirimu sendiri, aku sibuk untuk mendengarkan pertanyaanmu yang tidak penting itu.” Kata Sarah.
Tiba-tiba ponsel Sarah berdering, ada panggilan dari perawat.
“Hallo ada apa?” Tanya Sarah.
“Pasien itu kembali dan dia tiba-tiba jatuh pingsan.” Kata perawat tersebut.
__ADS_1
“Aku akan segera kesana.” Kata Sarah, lalu dia pergi menghampiri Tiara.
Daniel pun semakin curiga dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya. Hubungan Sarah dan Daniel memang tidak akur, hal ini tidak luput karena ibu kandung mereka yaitu Anggita. Anggita lebih menyayangi anak laki-lakinya daripada anak perempuannya, dia menganggap bahwa anak perempuan hanyalah beban sedangkan anak laki-laki adalah generasi penerus keluarga mereka, sehingga hal ini membuat Sarah membenci adik dan ibunya, selama ini ayah mereka selalu menyayangi Sarah namun setelah kepergian ayahnya, ibunya yang berkuasa. Ditambah lagi ayah mereka yang jauh lebih menyayangi Sarah sehingga membuat Anggita semakin membenci anaknya sendiri karena selama ini Sarah memang dikenal sulit di atur dan dikendalikan oleh Anggita dan hanya Daniel yang bisa dikendalikan sehingga Anggita jauh lebih menyayangi Daniel.