
Abella dan
Adriano tiba di pesta pernikahan. Seluruh teman-teman Adriano pun heran melihat
mereka. Ada yang takjub melihatnya dan ada juga yang cemburu melihatnya.
“Itu siapa? Itu
istri captain Adriano ya?”
“Istrinya sangat
cantik dan terlihat masih sangat muda.”
“Wah keren juga
captain akhirnya dia menikah ya.”
“Kenapa captain
merahasiakan pernikahannya ya? Apa jangan-jangan wanita itu hamil duluan ya?"
“Wah pupus sudah
harapan kita untuk mendapatkan captain Adriano.”
“Jangan-jangan
mereka dijodohkan.”
“Mereka terlihat
sangat serasi, penampilan captain hari ini sangat keren dan terlihat lebih muda
hehe.”
“Mereka kapan ya
menikah?”
“Jadi wanita itu
istri captain Adriano, tidak mungkin. Bagaimana mungkin anak kecil itu menikah dengan
captain.” Kata pramugari Laura.
“Mas sepertinya
teman-temanmu sedang sibuk membicarakanku.” Bisik Abella.
“Biarkan saja,
aku akan menggandeng tanganmu dan kita harus terlihat seperti pasangan suami
istri yang sangat mesra dan harmonis.” Bisik Adriano.
“Awas saja kalau
kamu macam-macam dan mencari kesempatan.” Bisik Abella.
__ADS_1
Setelah itu
mereka segera menuju ke pelaminan untuk memberikan ucapan kepada kedua
mempelai.
“Selamat ya atas
pernikahan kalian berdua.” Kata Adriano.
“Terima kasih
banyak captain, saya senang akhirnya captain bisa hadir di pernikahan saya.
Wanita ini siapa captain?” Tanya Brama.
“Perkenalkan dia
istriku, aku memang sengaja tidak mengundang kalian di pernikahanku.” Kata
Adriano.
“Nama saya
Abella. Selamat atas pernikahan kalian.” Kata Abella.
“Terima kasih banyak,
silahkan dinikmati hidangannya.” Kata Brama.
Abella dan
“Brama ganteng
sekali ya, aku tidak menyangka dia menikah.” Kata Abella.
“Padahal kamu
juga sudah menikah untuk apa kamu menyayangkan dia.” Kata Adriano.
“Ah lupakanlah aku sedang tidak ingin berdebat denganmu,
semoga dia bahagia bersama istrinya.” Kata Abella.
“Nikmati
makanannya aku mau ke sebelah sana sebentar.” Kata Adriano.
“Jangan
lama-lama, lebih baik setelah ini kita kembali pulang.” Kata Abella.
“Iya sebentar.”
Kata Adriano.
Saat Adriano
pergi, Laura menghampiri Abella.
__ADS_1
“Jadi kamu istri
captain Adriano ya, kenapa waktu itu kamu tidak bilang. Kapan kalian menikah?
Apa jangan-jangan kamu hamil sebelum menikah?” Tanya Laura.
“Jaga ya
mulutmu, jangan sembarangan kalau bicara. Bukan berarti kamu lebih tua dariku
lalu aku takut denganmu, aku sama sekali tidak takut denganmu. Aku menikah
dengan dia bukan urusanmu. Jadi lebih baik kamu menjauh darinya dan jangan
berani menggoda suamiku. Ternyata dugaanku benar bahwa kamu menyukai suamiku,
sayang sekali cintamu bertepuk sebelah tangan. Jika kamu menyukai seseorang
seharusnya periksa latar belakangnya bukan malah kecolongan seperti ini. Wanita cantik sepertimu kalah dnegan anak kecil sepertiku.” Balas
Abella.
“Pasti kamu kan yang
menggoda dia, dasar wanita jalang. Aku yakin sebenarnya Adriano tidak
mencintaimu. Pasti kamu yang memaksa dia untuk menikahimu, kamu tidak lebih dari seorang wanita murahan. Apakah kamu tau bahwa Adriano pernah bermalam berdua denganku. Kami menghabiskan malam berdua dengan suasana romantis.”
Bisik Laura.
Karena kesal
Abella pun menodongkan gelas kaca ke arah Laura sehingga Laura sangat kaget dan
syok. Beruntung tidak ada yang melihatnya namun Adriano melihatnya.
“Sayang sekali
usahamu untuk menggoda suamiku gagal, Adriano jauh lebih memilih wanita
baik-baik sepertiku, wanita yang kamu anggap anak kecil dan Adriano tentu saja tidak akan memilih wanita ular sepertimu. Jangan pernah mendekati
suamiku.” Ancam Abella lalu dia pergi menuju ke lobby.
“Astaga, dasar
wanita bar-bar. Sayang sekali Adriano menikahi wanita bar-bar sepertinya. Sial
harusnya aku merekamnya agar aku bisa mengancamnya kembali. Awas kamu ya, aku
akan membalasmu dan aku akan tetap menggoda suamimu. Anak SMA sepertinya tidak
pantas mendapatkan laki-laki seperti Adriano.” Kata Laura kesal.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.