Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 17


__ADS_3

Nando menggendong Abela dengan jalanan menanjak dan hari menjelang sore.


“Turunkan aku, kamu terlihat sangat kelelahan.” Kata Abela.


“Lain kali kalau kakimu bermasalah jangan ikut mendaki, huh merepotkan orang lain saja.” Kata Nando. Abela pun kesal dan memukul lengan Nando.


“Aduh.” Kata Nando lalu menurunkan Abela.


“Kamu sengaja ya memukulku?” Tanya Nando.


Tiba-tiba Abela terdiam memikirkan sesuatu.


“Kamu kenapa?” Tanya Nando.


“Tiba-tiba aku teringat dengan anakku. Dia sangat suka mendaki bersama ayahnya.” Kata Abela.


“Berarti kamu juga sering mendaki bersama mereka?” Tanya Nando.


“Pernah sekali, lalu karena aku kelelahan jadi jarang ikut bersama mereka. Aku dan suamiku memiliki hobi yang berbeda. Suami dan anakku suka berkuda sedangkan aku suka bermain golf.” Kata Abela.


“Bermain golf dimana?” Tanya Nando.


“Di Royal Golf kadang di Luxury Golf.” Kata Abela.


“Aku memiliki kartu pengguna vip di luxury golf, jika berkenan aku bisa memberikan kartuku untukmu.” Kata Nando.


“Kamu juga sering datang kesana?” Tanya Abela.

__ADS_1


“Gila, ternyata selera dia lumayan juga. Aku kira dia hanya sibuk bekerja saja.” Kata Abela dalam hati.


“Aku setiap bulan sekali selalu menyempatkan untuk pergi kesana, kalau kamu?” Tanya Nando.


“Aku biasanya saat suamiku baru saja gajian, karena tarif disana cukup mahal bagiku.” Kata Abela.


Kemudian Nando memberikan kartu member vip nya kepada Abela.


“Pakai kartuku, kamu tinggal masuk saja.” Kata Nando.


“Waw keren sekali, ternyata uang pak Nando sangat banyak ya.” Kata Abela.


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita, sebentar lagi kita akan sampai di atas.” Kata Nando.


“Terima kasih untuk kartu vip nya, kira-kira perjalanan kita kurang berapa lama lagi?” Tanya Abela.


“Tidak lama kok, mungkin sekitar 20 menit.” Kata Nando.


“Kalau begitu kita turun sekarang ya.” Kata Nando.


“Jangan, kita lanjutkan saja. Pasti teman-teman yang lain sudah sampai di atas sana.” Kata Abela.


“Mereka sudah turun dan tiba di hotel.” Kata Nando.


“Hah? Cepat sekali mereka sudah sampai di hotel.” Kata Abela.


“Makanya dibaca rundown acaranya.” Kata Nando.

__ADS_1


Setibanya di tempat sky high. Abela sangat takjub melihat pemandangan dari atas.


“Wah bagus sekali tempatnya dan udaranya sangat sejuk. Darel i love you, Mas Adriano I love you too.” Teriak Abela.


“Pelankan suaramu, hari sudah mulai gelap.” Kata Nando.


“Pak tolong ambilkan fotoku, ambilkan yang bagus dan sebanyak mungkin.” Kata Abela sambil bersiap-siap berpose. Nando pun dengan sedikit terpaksa mengambil foto Abela.


“Sudah, ayo kita kembali.” Kata Nando.


“Tunggu dulu pak, aku mau foto selfie terlebih dahulu.” Kata Abela sambil mengambil foto dirinya berkali-kali.


“Ayo cepat, jalanan sangat gelap karena tidak ada lampu.” Kata Nando.


“Berisik banget, iya iya.” Gerutu Abela.


Akhirnya Abela dan Nando segera turun dan menuju ke penginapan.


**


Setibanya di penginapan.


“Huuuuh akhirnya sampai juga di penginapan.” Kata Abela.


“Oleskan obat ini di kakimu agar tidak terasa lelah.” Kata Nando memberikan salep untuk Abela.


“Tidak perlu, aku bisa memakai lotion kok.” Kata Abela.

__ADS_1


“Terserah kamu, siap-siap saja besok pagi kakimu akan kelelahan dan kram.” Kata Nando.


“Terima kasih atas perhatian bapak tapi saya baik-baik saja.” Kata Abela lalu pergi menuju ke dalam kamarnya.


__ADS_2