Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 145


__ADS_3

“Mbak bagaimana ini? Kita


tertangkap.” Kata Ayu.


“Tundukkan kepalamu, pegangan


yang kuat ya.” Kata Abella.


“Apa yang akan mbak lakukan?”


Tanya Ayu.


“Aku tadi mengambil pistol


mereka.” Kata Abella.


“Jangan mbak, itu sangat


berbahaya.” Kata Ayu.


“Tenang saja, aku dulu pernah


ikut latihan tembak jitu. Pegang yang kuat ya.” Kata Abella.


Kemudian Abella dengan kencang


menancapkan gas dengan keras seraya menembakkan pistol kea rah Santi dan anak


buahnya, beruntung hanya mengenai rambut mereka dan tidak tertusuk ke badan


mereka. Setelah itu Santi dan anak buahnya pun berteriak, dalam kesempatan itu


Abella segera mengemudi dengan laju yang sangat cepat.


“Wah mbak Abella keren sekali,


pelurunya tadi kena mereka tidak mbak?” Tanya Ayu.


“Tentu saja tidak, kamu kira aku


bodoh. Aku tidak mau mengotori tanganku dengan menembak seseorang. Aku hanya


mengarahkan ke tepat di atas kepala mereka hahahaha. Pasti mereka sangat


ketakutan.” Kata Abella.


“Terima kasih banyak mbak,


bagaimana mbak tau kalau saya disekap sama mereka?” Tanya Ayu.


“Panjang ceritanya, sekarang


tunjukkan dimana Adriano asli?” Tanya Abella.


“Mbak yakin mau kesana? Disana


banyak sekali penjaganya dan mereke dilengkapi senjata mbak, mereka sangat


menakutkan.” Kata Ayu.


“Suamiku sedang dalam bahaya,


bagaimana mungkin aku bisa tenang.” Kata Abella.


“Aku takut nanti pak Marcelo

__ADS_1


mengetahui kita mbak.” Kata Ayu.


“Dia sedang tidur, aku sengaja


memberikan obat tidur untuknya. Obat itu akan bertahan sampai besok subuh. Jadi


tidak banyak waktu tersisa. Apa benar suamiku berada di vila itu?” Tanya


Abella.


“Benar mbak, tapi waktu kita


sangat terbatas kalau pergi kesana sekarang. Lebih baik kita susun rencana saja


mbak dan mempersiapkan semuanya, pak Marcelo bukan orang sembarangan mbak. Dia


tidak mudah untuk dikalahkan. Lebih baik sekarang mbak pulang lalu kita susun


rencana untuk ke vila itu. Jangan bertindak gegabah mbak, aku mohon.” Kata Ayu.


“Baiklah, aku akan kembali


pulang. Untuk sementara, lebih baik kamu tinggal di tempat temanku saja.


Kebetulan temanku punya guest house, kamu bisa tinggal disana untuk sementara


waktu.” Kata Abella.


“Baik mbak, lebih baik sekarang


kita mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya. Aku pasti akan membantu mbak,


karena mbak juga telah menyelamatkan nyawa saya.” Kata Ayu.


“Kamu memang wajib membantuku, sebenarnya


masih beruntung saja hari ini.” Kata Abella.


“Tetap saja mbak Abella telah


menyelamatkan nyawa saya. Oh iya Darel bagaimana mbak?” Tanya Ayu.


“Aku menitipkan Darel di temanku


si Jesica. Nanti dia akan membantumu dan dialah pemilik guest house yang akan


kamu tempati nanti.” Kata Abella.


“Baik mbak.” Kata Ayu.


**


Setibanya Abella dirumah, Abella


sampai rumah pukul 5 pagi.


“Dari mana?” Tanya Adriano palsu


tiba-tiba, tentu saja Abella sangat kaget.


“Kamu keterlaluan mas, tidur


terus tanpa memperhatikan aku dan Darel.” Gerutu Abella sambil cemberut.


“Memangnya kenapa?” Tanya Adriano

__ADS_1


palsu.


“Semalam Darel menangis terus,


tapi kamu malah asyik tidur, Darel tidak tidur seharian mas makanya aku


mengajaknya jalan-jalan tadi di depan.” Kata Abella.


“Kenapa kamu tidak


membangunkanku?” Tanya Adriano palsu.


“Sulit sekali membangunkanmu,


dasar menyebalkan.” Gerutu Abella.


“Maaf sayang, sepertinya aku


kelelahan.” Kata Adriano palsu sambil memeluk Abella.


“Hmmmm, hari ini kamu ada jadwal


terbang ya?” Tanya Abella.


“Tidak, aku meminta papa agar


mengurangi jadwal penerbanganku. Sudah saatnya aku menjadi direktur perusahaan


itu kan sayang.” Kata Adriano palsu.


“Tidak akan aku biarkan kamu


memilikinya.” Kata Abella dalam hati.


“Kenapa terburu-buru, lagipula


nanti kamu pasti akan menjadi direktur kan.” Kata Abella.


“Tetap saja aku ingin mencobanya,


aku kan sangat menyukai tantangan dalam bekerja.” Kata Adriano palsu.


“Hmmm iya deh. Tolong jaga Darel


ya, aku mau masak dulu. Santi kemana sih kok belum juga kembali.” Kata Abella.


“Aku telfon dia dulu ya.” Kata


Adriano palsu.


“Tidak perlu mas, biar aku saja


yang menelfonnya.” Kata Abella.


“Biar aku saja, kamu fokus masak


saja.” Kata Adriano palsu.


“Baiklah kalau begitu mas.” Kata


Abella.


“Silahkan menelfon si Santi,


masih mending aku tidak menembaknya tepat sasaran hahaha.” Kata Abella dalam

__ADS_1


hati.


__ADS_2