
“Mbak bagaimana ini? Kita
tertangkap.” Kata Ayu.
“Tundukkan kepalamu, pegangan
yang kuat ya.” Kata Abella.
“Apa yang akan mbak lakukan?”
Tanya Ayu.
“Aku tadi mengambil pistol
mereka.” Kata Abella.
“Jangan mbak, itu sangat
berbahaya.” Kata Ayu.
“Tenang saja, aku dulu pernah
ikut latihan tembak jitu. Pegang yang kuat ya.” Kata Abella.
Kemudian Abella dengan kencang
menancapkan gas dengan keras seraya menembakkan pistol kea rah Santi dan anak
buahnya, beruntung hanya mengenai rambut mereka dan tidak tertusuk ke badan
mereka. Setelah itu Santi dan anak buahnya pun berteriak, dalam kesempatan itu
Abella segera mengemudi dengan laju yang sangat cepat.
“Wah mbak Abella keren sekali,
pelurunya tadi kena mereka tidak mbak?” Tanya Ayu.
“Tentu saja tidak, kamu kira aku
bodoh. Aku tidak mau mengotori tanganku dengan menembak seseorang. Aku hanya
mengarahkan ke tepat di atas kepala mereka hahahaha. Pasti mereka sangat
ketakutan.” Kata Abella.
“Terima kasih banyak mbak,
bagaimana mbak tau kalau saya disekap sama mereka?” Tanya Ayu.
“Panjang ceritanya, sekarang
tunjukkan dimana Adriano asli?” Tanya Abella.
“Mbak yakin mau kesana? Disana
banyak sekali penjaganya dan mereke dilengkapi senjata mbak, mereka sangat
menakutkan.” Kata Ayu.
“Suamiku sedang dalam bahaya,
bagaimana mungkin aku bisa tenang.” Kata Abella.
“Aku takut nanti pak Marcelo
__ADS_1
mengetahui kita mbak.” Kata Ayu.
“Dia sedang tidur, aku sengaja
memberikan obat tidur untuknya. Obat itu akan bertahan sampai besok subuh. Jadi
tidak banyak waktu tersisa. Apa benar suamiku berada di vila itu?” Tanya
Abella.
“Benar mbak, tapi waktu kita
sangat terbatas kalau pergi kesana sekarang. Lebih baik kita susun rencana saja
mbak dan mempersiapkan semuanya, pak Marcelo bukan orang sembarangan mbak. Dia
tidak mudah untuk dikalahkan. Lebih baik sekarang mbak pulang lalu kita susun
rencana untuk ke vila itu. Jangan bertindak gegabah mbak, aku mohon.” Kata Ayu.
“Baiklah, aku akan kembali
pulang. Untuk sementara, lebih baik kamu tinggal di tempat temanku saja.
Kebetulan temanku punya guest house, kamu bisa tinggal disana untuk sementara
waktu.” Kata Abella.
“Baik mbak, lebih baik sekarang
kita mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya. Aku pasti akan membantu mbak,
karena mbak juga telah menyelamatkan nyawa saya.” Kata Ayu.
“Kamu memang wajib membantuku, sebenarnya
masih beruntung saja hari ini.” Kata Abella.
“Tetap saja mbak Abella telah
menyelamatkan nyawa saya. Oh iya Darel bagaimana mbak?” Tanya Ayu.
“Aku menitipkan Darel di temanku
si Jesica. Nanti dia akan membantumu dan dialah pemilik guest house yang akan
kamu tempati nanti.” Kata Abella.
“Baik mbak.” Kata Ayu.
**
Setibanya Abella dirumah, Abella
sampai rumah pukul 5 pagi.
“Dari mana?” Tanya Adriano palsu
tiba-tiba, tentu saja Abella sangat kaget.
“Kamu keterlaluan mas, tidur
terus tanpa memperhatikan aku dan Darel.” Gerutu Abella sambil cemberut.
“Memangnya kenapa?” Tanya Adriano
__ADS_1
palsu.
“Semalam Darel menangis terus,
tapi kamu malah asyik tidur, Darel tidak tidur seharian mas makanya aku
mengajaknya jalan-jalan tadi di depan.” Kata Abella.
“Kenapa kamu tidak
membangunkanku?” Tanya Adriano palsu.
“Sulit sekali membangunkanmu,
dasar menyebalkan.” Gerutu Abella.
“Maaf sayang, sepertinya aku
kelelahan.” Kata Adriano palsu sambil memeluk Abella.
“Hmmmm, hari ini kamu ada jadwal
terbang ya?” Tanya Abella.
“Tidak, aku meminta papa agar
mengurangi jadwal penerbanganku. Sudah saatnya aku menjadi direktur perusahaan
itu kan sayang.” Kata Adriano palsu.
“Tidak akan aku biarkan kamu
memilikinya.” Kata Abella dalam hati.
“Kenapa terburu-buru, lagipula
nanti kamu pasti akan menjadi direktur kan.” Kata Abella.
“Tetap saja aku ingin mencobanya,
aku kan sangat menyukai tantangan dalam bekerja.” Kata Adriano palsu.
“Hmmm iya deh. Tolong jaga Darel
ya, aku mau masak dulu. Santi kemana sih kok belum juga kembali.” Kata Abella.
“Aku telfon dia dulu ya.” Kata
Adriano palsu.
“Tidak perlu mas, biar aku saja
yang menelfonnya.” Kata Abella.
“Biar aku saja, kamu fokus masak
saja.” Kata Adriano palsu.
“Baiklah kalau begitu mas.” Kata
Abella.
“Silahkan menelfon si Santi,
masih mending aku tidak menembaknya tepat sasaran hahaha.” Kata Abella dalam
__ADS_1
hati.