Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 126


__ADS_3

Flashback


Ayah Adriano yaitu Dani sedang menemui ibu Marcelo yang bernama Aira.


“Aku ingin kita putus, segera gugurkan kandunganmu. Aku akan menikahi


wanita lain.” Kata Dani.


“Apa kamu bilang? Perutku sudah membesar mas, kamu tega mau membunuh anakmu


sendiri.” Kata Aira.


“Orang tuaku tidak menyukaimu dan dia akan menikahkanku dengan wanita lain,


orang tuanya telah banyak membantu perusahaan ayahku jadi aku harus menerima


keputusan ayahku.” Kata Dani.


“Aku tidak akan memintamu untuk menikahiku tapi kamu harus bertanggungjawab


dengan anakmu, akuilah dia sebagai anakmu mas dan nafkahi dia dengan baik.”


Kata Aira.


“Kalau hanya masalah uang aku bisa memberimu berapapun. Jangan temui aku


apalagi muncul dihadapanku. Aku akan mengirim uang ke rekeningmu setiap bulan


dan urusan kita selesai sampai disini.” Kata Dani.


“Dasar brengsek kamu mas, lalu kenapa kamu memacariku dan mengatakan akan


menikahiku? Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?” Tanya Aira.


“Harusnya kamu tau diri saat kamu mendekatiku. Aku sudah tidak menyukai


apalagi mencintaimu lagi. Jika kamu memilih untuk mempertahankan bayi itu


silahkan tapi aku tetap tidak bisa menikahimu.” Kata Dani.


“Berjanjilah satu hal padaku mas, temui anakmu setidaknya sekali. Tiga


bulan lagi aku akan melahirkan bayi ini, jadi tidak mungkin aku membunuh bayi


ini. Tolong temui aku dan bayiku karena dia adalah anak kandungmu.” Kata Aira,


kemudian dia pergi meninggalkan Dani.


“Mana mungkin aku menemuinya, aku akan menikah tiga bulan lagi.


Ternyata ibu Adriano yang bernama Anindya mendengarkan perbincangan calon


suaminya dengan Aira. Tentu saja dia sangat syok karena calon suaminya


menghamili wanita lain.


“Aku tidak boleh tinggal diam, akulah pemilik mas Dani seutuhnya. Aku harus

__ADS_1


mencegah mas Dani menemui anaknya dari wanita itu.” Kata Anindya.


**


Tiga bulan kemudian dan satu minggu setelah pernikahan Dani dan istrinya


yaitu ibu Adriano yang bernama Anindya.


“Mau kemana mas? Apakah kamu menemui wanita itu dan anaknya?” Tanya


Anindya.


“Dari mana kamu tau?” Tanya Dani.


“Aku tau semuanya, jangan pergi mas. Jika kamu pergi, aku akan memberitahu


kedua orang tuamu dengan begitu kamu tidak akan menjadi CEO perusahaan ayah


kamu, melainkan ayah kamu akan memilih adik tirimu.” Kata Anindya.


“Jadi kamu mengancamku? Lagipula aku lebih memilih untuk menikahimu jadi


apa yang kamu khawatirkan?” Tanya Dani.


“Tentu saja aku sangat khawatir jika suatu saat kamu akan kembali lagi


dengan wanita itu apalagi dia telah melahirkan anakmu. Jika kamu menemuinya,


aku harus ikut.” Kata Anindya.


Kemudian Dani dan istrinya menemui Aira. Setibanya dirumah sakit.


“Mas Dani.” Kata Aira.


“Dimana anak itu?” Tanya Anindya.


“Mau apa kamu? Jangan pernah menyentuh anakku.” Kata Aira.


“Diam kamu, berikan anak itu padaku.” Kata Anindya.


“Jangan, lepaskan. Kamu tidak berhak menyentuh anakku.” Kata Aira.


“Mas cepat bantu aku.” Kata Anindya.


“Tenang, aku akan mengurus anakku sendiri tentunya dengan istriku. Inilah yang


aku maksud dengan bertanggungjawab. Aku akan sepenuhnya bertanggung jawab


terhadap anakku.” Kata Dani.


“Jangan pisahkan aku dengan anakku mas, aku rela jika kamu menikahi wanita


itu tapi tolong jangan pisahkan aku dengan anakku. Biarkan aku merawat dan


membesarkan anakku.” Kata Aira.


“Memangnya kamu mau membesarkan anak ini dengan apa? Tenang saja, aku akan

__ADS_1


merawatnya seperti anakku sendiri kok.” Tanya Anindya.


“Aku mohon mas jangan lakukan itu padaku, baiklah aku akan pergi dari


hidupmu dan tidak akan pernah muncul lagi tapi tolong biarkan aku yang merawat


anakku. Aku tidak mengharapkan apapun darimu lagi mas.” Kata Aira.


“Bagaimana menurutmu?” Tanya Dani kepada Anindya.


“Baiklah mas, daripada aku harus repot-repot merawat anakmu dengan wanita


lain.” Kata Anindya.


Lima belas tahun kemudian, Marcelo bertanya kepada ibunya siapakah ayah


kandungnya. Akhirnya Aira menceritakan semuanya dan Marcelo ingin menemui ayah


kandungnya.


“Ma, aku ingin menemui papa dulu. Aku ingin melihat seperti apa papaku.” Kata


Marcelo.


“Kamu yakin akan menemuinya? Mama takut kalau papa kamu tidak mengakuimu


apalagi mengusirmu sayang.” Kata Aira.


“Jangan khawatir ma, aku baik-baik saja kok, aku yakin pasti papa akan


menerimaku. Aku sangat merindukan sosok papa.” Kata Marcelo.


“Baiklah, mama akan mengantarmu. Tapi mama hanya akan menurunkanmu didepan


rumahnya. Setelah itu mama harus pergi bekerja, kamu bisa kan pulang sendiri


kerumah?” Tanya Aira.


“Pasti bisa ma, mama kan selalu mengajariku bagaimana cara naik kendaraan


umum.” Kata Marcelo.


“Baiklah, ayo kita pergi sekarang.” Kata Aira.


Setibanya didepan rumah Dani.


“Hati-hati ya sayang, mama pergi dulu ya.” Kata Aira.


“Aku akan memastikan agar papa mengantarku pulang ma, jangan khawatir ma.” Kata


Marcelo.


“Iya sayang.” Kata Aira.


“Sudah saatnya Marcelo mengetahui siapa ayah kandungnya. Semoga mas Dani


bisa menerima Marcelo.” Kata Aira dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2