
Selesai kerja,
Abela segera kembali pulang. Dia menelfon suaminya terlebih dahulu.
“Hallo mas kamu
dimana? Aku baru selesai kerja, bisa jemput aku tidak?” Tanya Abela.
“Tunggu sebentar
aku masih ada di tempat berkuda.” Kata Adriano.
“Memangnya kamu tidak
menjemput Darel ya?” Tanya Abela.
“Nenek melarangku
untuk menjemput Darel karena nenek masih ingin bersamanya.” Kata Adriano.
“Lalu sampai jam
berapa aku harus menunggumu mas? Lupakan, aku akan pulang bersama temanku
saja.” Kata Abela.
“Coba lihat di
tempat parkir sayang.” Kata Adriano.
“Ada apa
memangnya?” Tanya Abela. Lalu Abela menuju ke tempat parkir dan ternyata
suaminya sudah tiba disana.
“Astaga jadi kamu
sudah menungguku dari tadi?” Tanya Abela.
“Cepatlah kemari,
aku sudah merindukan pelukanmu.” Kata Adriano.
Kemudian Abela
mematikan telfonnya dan segera menuju ke mobil Adriano.
“Jadi kamu
menungguku dari tadi mas?” Tanya Abela.
“Beri aku semangat,
aku butuh ciuman dan pelukanmu sayang.” Kata Adriano.
“Astaga, kamu manja
sekali sih.” Kata Abela lalu mencium suaminya.
“Kita langsung
pulang atau bagaimana?” Tanya Adriano.
“Kamu hari ini
__ADS_1
benar-benar free mas? Enak sekali ya, dulu saja kamu sering pergi
meninggalkanku keluar kota.” Gerutu Abela. Tanpa berkata apapun, Adriano pun
langsung menarik istrinya dan memeluk mesra sambil mencium Abela.
“Ah ah ah aduh
lepaskan aku, nanti kalau ada yang melihat kita bagaimana apalagi ini masih di
kawasan tempat kerjaku.” Kata Abela.
“Aku tidak bisa
jauh darimu sayang.” Kata Adriano.
“Hmmmm banyak
maunya, oh iya aku mau telfon nenek dulu.” Kata Abela.
Abela menelfon
neneknya.
“Hallo nek, ini aku
Abela. Aku baru saja selesai kerja, aku langsung ke rumah nenek ya.” Kata
Abela.
“Biarkan Darel
menginap dirumah nenek ya, nenek masih ingin bersama Darel.” Kata nenek.
“Tapi besok Darel
harus sekolah nek.” Kata Abela.
besok nenek pagi-pagi mampir ke rumah dulu untuk mengambil keperluan Darel lalu
nenek yang akan mengantar Darel ke sekolah. Lebih baik luangkan waktumu berdua
bersama suamimu saja dan jangan pikirkan Darel.” Kata nenek.
“Tapi tetap saja
aku juga khawatir dengan Darel nek.” Kata Abela.
“Ma, Darel ingin
menginap dirumah eyang.” Kata Darel.
“Darel, tapi mama
pasti bakal merindukanmu, bagaimana ini?” Tanya Abela.
“Kan kita setiap
hari bertemu ma, boleh ya malam ini aku menginap dirumah nenek. Aku nanti tetap
belajar kok ma.” Kata Darel.
“Hmmm baiklah kalau
begitu, jangan lupa minum vitaminmu ya sayang. Tadi mama menaruh vitamin dan
suplemen didalam tas kamu.” Kata Abela.
“Jangan khawatir
__ADS_1
ma, eyang jauh lebih mengerti daripada mama.” Kata Darel.
“Hei hei hei berani
ya bicara seperti itu pada mama, kebiasaan kalau ada eyang karena ada yang
membelamu.” Kata Abela.
“Hehehe maaf mama,
aku mau ke keluar dulu sama eyang, eyang mau mengajakku berjalan sore di
sekitar kompleks.” Kata Darel.
“Baiklah, jaga diri
dengan baik ya dan nurut sama eyang putri maupun eyang kakung.” Kata Abela.
Kemudian Abela
menutup telfonnya.
“Darel menginap
dirumah nenek mas, jadi kita mau pergi kemana mas?” Tanya Abela.
“Bagaimana kalau
kita check in hotel saja?” Tanya Adriano.
“Tapi aku tidak
bawa baju ganti sayang.” Kata Abela.
“Kamu punya pakaian
yang membuatmu tetap hangat sayang.” Kata Adriano.
“Apa memangnya?”
Tanya Abela.
“Aku adalah
pakaianmu.” Goda Adriano.
“Astaga ih kamu
benar-benar ya mas.” Kata Abela tersipu malu.
“Kita berangkat
sekarang yuk.” Kata Adriano.
“Pesan dulu mas,
jangan langsung datang begitu saja nanti kalau kamarnya full bagaimana ya
meskipun sekarang bukan akhir pekan.” Kata Abela.
“Sudahlah kita
langsung saja datang.” Kata Adriano.
“Pesan dulu, biar
aku yang pesan, aku mau pesan hotel berbintang.” Kata Abela.
“Hmmmm baiklah
__ADS_1
terserah kamu saja kalau begitu.” Kata Adriano.