Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Season 2 Episode 3


__ADS_3

Selesai kerja,


Abela segera kembali pulang. Dia menelfon suaminya terlebih dahulu.


“Hallo mas kamu


dimana? Aku baru selesai kerja, bisa jemput aku tidak?” Tanya Abela.


“Tunggu sebentar


aku masih ada di tempat berkuda.” Kata Adriano.


“Memangnya kamu tidak


menjemput Darel ya?” Tanya Abela.


“Nenek melarangku


untuk menjemput Darel karena nenek masih ingin bersamanya.” Kata Adriano.


“Lalu sampai jam


berapa aku harus menunggumu mas? Lupakan, aku akan pulang bersama temanku


saja.” Kata Abela.


“Coba lihat di


tempat parkir sayang.” Kata Adriano.


“Ada apa


memangnya?” Tanya Abela. Lalu Abela menuju ke tempat parkir dan ternyata


suaminya sudah tiba disana.


“Astaga jadi kamu


sudah menungguku dari tadi?” Tanya Abela.


“Cepatlah kemari,


aku sudah merindukan pelukanmu.” Kata Adriano.



Kemudian Abela


mematikan telfonnya dan segera menuju ke mobil Adriano.


“Jadi kamu


menungguku dari tadi mas?” Tanya Abela.


“Beri aku semangat,


aku butuh ciuman dan pelukanmu sayang.” Kata Adriano.


“Astaga, kamu manja


sekali sih.” Kata Abela lalu mencium suaminya.



“Kita langsung


pulang atau bagaimana?” Tanya Adriano.


“Kamu hari ini

__ADS_1


benar-benar free mas? Enak sekali ya, dulu saja kamu sering pergi


meninggalkanku keluar kota.” Gerutu Abela. Tanpa berkata apapun, Adriano pun


langsung menarik istrinya dan memeluk mesra sambil mencium Abela.


“Ah ah ah aduh


lepaskan aku, nanti kalau ada yang melihat kita bagaimana apalagi ini masih di


kawasan tempat kerjaku.” Kata Abela.


“Aku tidak bisa


jauh darimu sayang.” Kata Adriano.


“Hmmmm banyak


maunya, oh iya aku mau telfon nenek dulu.” Kata Abela.


Abela menelfon


neneknya.


“Hallo nek, ini aku


Abela. Aku baru saja selesai kerja, aku langsung ke rumah nenek ya.” Kata


Abela.


“Biarkan Darel


menginap dirumah nenek ya, nenek masih ingin bersama Darel.” Kata nenek.


“Tapi besok Darel


harus sekolah nek.” Kata Abela.


besok nenek pagi-pagi mampir ke rumah dulu untuk mengambil keperluan Darel lalu


nenek yang akan mengantar Darel ke sekolah. Lebih baik luangkan waktumu berdua


bersama suamimu saja dan jangan pikirkan Darel.” Kata nenek.


“Tapi tetap saja


aku juga khawatir dengan Darel nek.” Kata Abela.


“Ma, Darel ingin


menginap dirumah eyang.” Kata Darel.


“Darel, tapi mama


pasti bakal merindukanmu, bagaimana ini?” Tanya Abela.


“Kan kita setiap


hari bertemu ma, boleh ya malam ini aku menginap dirumah nenek. Aku nanti tetap


belajar kok ma.” Kata Darel.


“Hmmm baiklah kalau


begitu, jangan lupa minum vitaminmu ya sayang. Tadi mama menaruh vitamin dan


suplemen didalam tas kamu.” Kata Abela.


“Jangan khawatir

__ADS_1


ma, eyang jauh lebih mengerti daripada mama.” Kata Darel.


“Hei hei hei berani


ya bicara seperti itu pada mama, kebiasaan kalau ada eyang karena ada yang


membelamu.” Kata Abela.


“Hehehe maaf mama,


aku mau ke keluar dulu sama eyang, eyang mau mengajakku berjalan sore di


sekitar kompleks.” Kata Darel.


“Baiklah, jaga diri


dengan baik ya dan nurut sama eyang putri maupun eyang kakung.” Kata Abela.


Kemudian Abela


menutup telfonnya.


“Darel menginap


dirumah nenek mas, jadi kita mau pergi kemana mas?” Tanya Abela.


“Bagaimana kalau


kita check in hotel saja?” Tanya Adriano.


“Tapi aku tidak


bawa baju ganti sayang.” Kata Abela.


“Kamu punya pakaian


yang membuatmu tetap hangat sayang.” Kata Adriano.


“Apa memangnya?”


Tanya Abela.


“Aku adalah


pakaianmu.” Goda Adriano.


“Astaga ih kamu


benar-benar ya mas.” Kata Abela tersipu malu.


“Kita berangkat


sekarang yuk.” Kata Adriano.


“Pesan dulu mas,


jangan langsung datang begitu saja nanti kalau kamarnya full bagaimana ya


meskipun sekarang bukan akhir pekan.” Kata Abela.


“Sudahlah kita


langsung saja datang.” Kata Adriano.


“Pesan dulu, biar


aku yang pesan, aku mau pesan hotel berbintang.” Kata Abela.


“Hmmmm baiklah

__ADS_1


terserah kamu saja kalau begitu.” Kata Adriano.


__ADS_2