
“Adriano?” Kata
Marisa.
“Marisa? Kamu
sedang bertugas disini? Bukankah kamu saat itu dipindah ke rumah sakit lain?”
Tanya Adriano gugup.
“Iya, sekarang
aku ditugaskan disini selama satu bulan, kebetulan dia pasienku.” Kata Marisa
sambil menunjuk ke arah Abella yang sedang melahap makanannya.
“Oh begitu ya,
pasien itu sudah boleh pulang setelah cairan infusnya habis. Apakah kamu
mengenalnya?” Tanya Marisa.
“Aku
mengenalnya.” Kata Adriano.
“Dokter, cairan
infusku sudah habis, bolehkah aku kembali pulang?” Tanya Abella.
“Oh tentu saja,
aku akan melepas infusmu ya.” Kata Marisa.
“Tunggu aku di
kafe tempat kita biasa bertemu, aku akan menemuimu setelah ini.” Bisik Marisa.
“Maaf aku tidak
bisa, lain kali saja aku menemuimu.” Bisik Adriano.
Kemudian Adriano
keluar untuk menunggu istrinya.Beberapa menit kemudian Abella menghampiri suaminya.
“Mau kemana kita?” Tanya Abella.
Adriano segera berjalan keluar tanpa mengatakan sesuatu.
“Hei tunggu aku.” Kata Abella.
Adriano dan Abella pergi ke restoran untuk makan.
“Kamu mau makan apa? Kenapa sih dari tadi diam saja?” Tanya Abella.
“Aku mau pergi ke penginapan dulu, nanti alamatnya aku kirim ke ponselnya.
__ADS_1
Ini uang untukmu makan dan naik kendaraan umum. Aku pergi dulu.” Kata Adriano.
“Apa? Kamu meninggalkanku sendiri disini? Astaga menyebalkan sekali.”
Gerutu Abella. Kemudian Abella segera memesan makanan dan menikmati makannya
sendirian.
**
Adriano pergi menemui Marisa. Marisa sangat kaget dengan kedatangan
Adriano, dia sangat senang karena Adriano datang menghampirinya.
“Hai, kamu datang kesini lagi.” Kata Marisa.
“Kamu masih sibuk?” Tanya Adriano.
“Tunggu di kafe tempat kita bertemu, aku akan menemui 15 menit lagi.” Kata
Marisa.
Kemudian Adriano menuju kafe tempat mereka sering bertemu. Dia menunggu
Marisa dengan sabar, beberapa menit kemudian Marisa datang menemui Adriano.
“Maaf jika menungguku sangat lama.” Kata Marisa.
“Tidak kok, aku benar-benar kaget melihatmu disini. Setelah kamu
memutuskanku aku sama sekali tidak mendengar kabar darimu lagi.” Kata Adriano.
wanita yang jauh lebih muda darinya. Aku menyesal kenapa dulu aku menuruti
kemauan ibuku untuk menikah dengan lelaki itu.” Kata Marisa.
“Jangan menyalahkan ibumu, karena dulu aku belum menjadi pilot dan belum
memiliki penghasilan tentu saja ibumu sangat menentang hubungan kita. Jadi kamu
tinggal dimana saat ini?” Tanya Adriano.
“Aku tinggal di kontrakan rumah dekat sini, karena aku hanya satu bulan
disini.” Kata Marisa.
“Lalu setelah itu kamu mau pergi kemana?” Tanya Adriano.
“Aku akan ditempatkan di Jakarta, kamu masih tinggal dengan orang tuamu?”
Tanya Marisa.
“Aku tinggal di rumahku sendiri.” Kata Adriano.
“Wah aku turut bahagia mendengarnya, apakah kamu sudah berkeluarga?” Tanya
Marisa.
__ADS_1
“Belum.” Kata Adriano.
“Maafkan aku, aku merasa bersalah padamu karena saat itu meninggalkanmu.
Aku erasa bersalah sekali menyakitimu.” Kata Marisa.
“Lupakanlah.” Kata Adriano.
“Apakah kamu menjalin hubungan dengan seorang wanita?” Tanya Marisa.
“Tidak.” Kata Adriano.
“Apakah kamu masih belum bisa melupakanku?” Tanya Marisa.
“Aku sudah melupakanmu akhir-akhir ini tapi tiba-tiba kamu kembali.” Kata
Adriano.
“Maaf jika aku membuatmu sulit melupakanku. Aku ingin kita seperti dulu.”
Kata Marisa sambil menggenggam tangan Adriano.
“Maaf, sepertinya kita tidak bisa kembali seperti dulu.” Kata Adriano
sambil melepaskan tangan Marisa.
“Kenapa? Bukankah kamu masih belum bisa melupakanku? Itu tandanya kamu
masih memikirkanku, aku juga masih memikirkanmu.” Kata Marisa.
“Carilah laki-laki lain yang jauh lebih baik dan jangan kembali padaku.”
Kata Adriano.
“Memangnya kenapa? Aku selama ini mencari kabar darimu dan akhirnya kita
dipertemukan, itu tandanya takdir masih ingin menyatukan kita berdua.” Kata
Marisa.
“Tapi aku tidak bisa, jika hanya sebagai teman aku masih bisa tapi jika
harus kembali seperti dulu aku tidak bisa.” Kata Adriano.
“Lalu kenapa kamu kemari? Apakah kamu kemari untuk menemuiku?” Tanya
Marisa.
“Aku hanya ingin melihatmu untuk yang terakhir kalinya setelah itu aku akan
benar-benar melupakanmu selamanya.” Kata Adriano. Setelah itu Adriano pergi
meninggalkan Marisa.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman, terima kasih.