Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 150


__ADS_3

Adriano palsu


membawa Abella ke rumah. Setibanya dirumah, Adriano palsu segera menyeret


Abella keluar dengan paksa.


“Lepaskan aku.” Kata Abella.


“Diam atau aku akan bersikap kasar padamu.” Kata


Adriano palsu.


Adriano palsu memanggil Santi untuk membantu membawa


Abella masuk kedalam kamarnya.


“Bantu aku mengikat dia, ikat di atas ranjang.”


Kata Adriano palsu.


“Kenapa pak memangnya?” Tanya Santi.


“Dia yang membawa Adriano dan Ayu kabur.”


Kata Adriano palsu.


“Apa? Berarti yang menembak waktu itu adalah


ibu?” Tanya Santi.


“Jangan banyak tanya, cepat bantu aku.” Kata


Adriano palsu.


Kemudian mereka berdua mengikat Abella di atas ranjang.


“Sebaiknya kamu jujur padaku sebelum aku semakin menyiksamu. Cepat


katakan dimana Adriano dan Ayu berada?” Tanya Adriano palsu.


“Mereka di tempat yang tidak akan pernah kamu bisa temukan. Dasar


kamu jahat, kamu bukan manusia.” Kata Abella.


“Memang aku bukan manusia tapi setidaknya aku sangat tulus


mencintaimu sayang hahaha.” Kata Adriano palsu.


“Dasar sampah.” Kata Abella sambil meludah ke wajah Adriano palsu.


Adriano pun kesal akhirnya dia menghajar Abella. Dia menampar pipi Abella


berulang kali hingga memerah.


“Dasar kurang ajar. Cepat katakan dimana Adriano sekarang?” Kata


Adriano palsu.

__ADS_1


“Aku tidak akan memberitahumu meskipun kamu mengancamku atau bahkan


membunuhku sekalian.” Kata Abella.


“sekalipun aku harus membunuh anakmu?” Ancam Adriano palsu.


“Jangan pernah kamu menyakiti anakku.” Kata Abella.


“Makanya cepat katakan dimana Adriano dan Ayu?” Tanya Adriano palsu


sambil mencekik Abella.


Tiba-tiba datanglah polisi.


“Lepaskan tangan anda, anda kami tangkap.” Kata polisi.


Akhirnya polisi berhasil menangkap Adriano palsu, Santi beserta semua


anak buahnya.


(kita sebuta Adriano palsu sebagai Marcelo saja ya, karena Adriano


asli sudah kembali)


“Lepaskan saya, saya tidak bersalah.” Teriak Marcelo.


“Dasar kurang ajar.” Kata Adriano sambil menonjok Marcelo.


“Lihat saja nanti, aku akan bebas. Setidaknya aku sudah berhasil


meniduri istrimu hahaha.” Kata Marcelo sambil tertawa. Adriano pun tidak terima


**


“Maafkan aku sayang, maafkan aku. Aku merasa sangat kotor dan tidak


pantas untukmu. Aku telah tidur dengannya huhuhu.” Kata Abella sambil menangis


terus.


“Jangan menyalahkan dirimu sayang, aku juga bersalah padamu karena


gagal melindungimu gagal melindungi keluarga kita.” Kata Adriano sambil memeluk


istrinya.


“Maafkan aku mas, aku tidak bisa menjaga diri dengan baik, aku sangat


bodoh karena tidak bisa membedakanmu dengan dia.” Kata Abella.


“Ini adalah ujian kita sayang, mulai sekarang kita mulai membuka


lembaran hidup kembali ya. Lagipula sekarang Marcelo sudah mendekam di penjara


jadi kita aman.” Kata Adriano.


Tiba-tiba Abella mual-mual.

__ADS_1


“Perutku terasa mual mas.” Kata Abella.


“Kita ke dokter yuk kalau begitu.” Kata Adriano.


“Baik mas, aku ambil tas dulu.” Kata Abella.


“Aku ambilkan saja, kamu tunggu didalam mobil ya.” Kata Adriano.


“Baik mas, jangan terlalu lama. Perutku sangat sakit dan tidak enak.”


Kata Abella.


“Iya sayang.” Kata Adriano.


**


Selama diperjalanan, kondisi Abella semakin parah. Dia merasa pusing


dan mual-mual selama di perjalanan. Hal ini membuat Adriano semakin khawatir


dengan kondisi istrinya.


“Kamu habis makan apa memangnya?” Tanya Adriano.


“Aku lupa mas kemarin makan apa saja. Tolong dipercepat mas, aku


tidak tahan lagi.” Kata Abella.


“Iya sayang, bertahanlah sebentar ya.” Kata Adriano.


Setibanya di rumah sakit, dokter segera mengecek kondisi Abella dan


dokter mengatakan bahwa Abella sedang hamil dan usia kandungannya saat ini


adalah 2 minggu. Abella sangat syok karena dia takut bahwa anak yang


dikandungnya adalah anak Marcelo, karena saat itu dia sering melakukan hubungan


dengan Marcelo saat Abella belum mengetahuinya. Dia menangis terus dan ingin


menggugurkan kandungannya.


“Aku tidak menginginkan bayi ini, tolong gugurkan bayi ini dokter


huhuhu.” Kata Abella.


“Apa maksud kamu? Kamu mau membunuh anak kita?” Tanya Adriano.


“Dia anak Marcelo mas, aku tidak mau melahirkan anak pembunuh dan


penjahat huhuhu.” Kata Abella.


“Apa? Jadi ini bukanlah anakku?” Tanya Adriano kaget.


Info :


Jangan lupa mampir ke novel terbaruku ya judulnya "Sky Tower Palace".

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2