
Adriano ingin memberikan kejutan
kepada istrinya, jadi dia menyewa pesawat selama beberapa jam untuk makan mewah
ala resto didalam pesawat tersebut. Dia kemudian menelfon istrinya.
“Hallo kamu dimana?” Tanya
Adriano.
“Aku sedang bekerja mas, ada apa?”
Tanya Abella.
“Kamu cepat kesini? Kenapa jadwal
penerbanganku jadi maju hari ini? Cepat kemari.” Bentak Adriano.
“Tapi itu kan bukan bagian dari
tanggungjawabku, aku hanya anak magang disini.” Kata Abella membela.
“Cepat pergilah ke ruang atasan
Bell.” Kata Naila.
“Tapi apa harus pergi kesana kak?
Aku kan hanya magang disini.” Tanya Abella.
“Tetap saja kamu juga harus
bertanggungjawab dengan kesalahanmu. Cepat pergilah kesana sebelum kena marah
atasan.” Kata Naila.
“Tapi itu bukan salahku kak, aku
hanya mencatat jadwal penerbangan saja padahal kak. Baiklah aku pergi dulu ya
kak, aduh aku jadi takut meskipun dia suamiku.” Kata Abella. Kemudian dia pergi
ke ruang atasannya.
“Permisi pak.” Kata Abella.
“Masuklah dan jelaskan semuanya,
kenapa bisa jadwal captain Adriano dengan captain Marcel tertukar?” Tanya pak
Yovi selaku atasan.
“Saya tidak tau pak, saya kan
hanya mencatat jadwalnya saja.” Kata Abella.
“Tetap saja kamu juga harus
bertanggungjawab.” Kata pak Yovi.
“Saya sama sekali tidak tau
apa-apa pak, maafkan saya.” Kata Abella sambil menunduk.
“Jadi yang terbang hari ini
__ADS_1
siapa? Saya bisa mengeklaim biaya gaji pilot ke kamu loh ya jika kamu tidak
bisa membereskan masalah ini.” Ancam pak Yovi.
“Maaf pak. Jadi seharusnya yang
terbang hari ini adalah captain Marcel pak.” Kata Abella.
“Lalu kenapa bisa aku yang
tertulis disitu? Untung aku sedang berada di kantor. Bagaimana jika aku sedang
berada diluar kota, jangan sembarangan ya kamu.” Kata Adriano.
“Tapi kemarin saya masih ingat
dengan jelas bahwa jadwal hari ini adalah captain Marcel.” Kata Abella membela
diri.
“Lalu kamu menuduhku mengganti
jadwalku sembarangan? Kamu jangan kurang ajar ya, jangan mentang-mentang
suamimu bekerja disini lalu kamu seenaknya menyalahkan orang lain.” Kata
Marcel.
“Saya tidak menyalahkan siapapun
pak.” Kata Abella.
“Kalau begitu hari ini adalah
hari terakhirmu magang disini. Kamu magang disini cukup hanya tujuh hari saja,
sepertimu.” Kata Pak Yovi. Abella pun menangis.
“Jangan pak, lebih baik beri dia
hukuman saja.” Kata Marcel.
“Menurutmu apa hukuman yang
pantas untuknya?” Tanya pak Yovi.
“Suruh dia ikut terbang dan melayani
semua crew saja pak.” Kata Marcel.
“Kalau begitu hari ini aku saja
yang terbang.” Kata Adriano.
“Hari ini kamu harus melayani
semua crew pesawat yang hari ini terbang, bersyukurlah kamu karena tidak jadi
saya pecat.” Kata pak Yovi.
“Baik pak.” Jawab Abella sambil
mengusap air matanya. Kemudian dia segera ikut terbang.
“Kamu bisa tidak kerja yang professional,
__ADS_1
jangan hanya bisa menangis saja.” Kata Adriano.
“Diam kamu.” Kata Abella.
“Aku sangat malu karena kamu.” Kata
Adriano.
Setibanya dipesawat, Abella
langsung masuk dan tiba-tiba.
“Surprise.” Teriak para crew
pesawat dan beberapa staff. Abella pun semakin menangis karena terharu, bahkan
pak Yovi juga ikut tertawa terbahak-bahak.
“Jadi tadi hanya drama saja?
Kalian semua keterlaluan hu hu hu.” Kata Abella sambil menangis.
“Hahahaha maafkan saya ya,
suamimu memang sangat jail.” Kata pak Yovi.
“Hei suamimu sungguh keterlaluan
tapi dia yang menyiapkan semua ini loh.” Kata Marcel.
“Hahahaha maafkan aku ya.” Kata
Adriano sambil memeluk istrinya.
“Sekarang kita keluar yuk dan
buat kalian berdua selamat menikmati. Ingat ya kalian hanya makan mewah disini,
jangan terbangkan pesawat ini.” Kata pak Yovi.
“Hehehe baik pak, terima kasih
banyak semuanya. Saya sudah memesan makanan untuk kalian juga diruang meeting. Selamat
makan siang dan terima kasih atas kerja samanya.” Kata Adriano.
Abella pun kemudian mencium
suaminya.
“I love u my husband.” Kata Abella.
“Ayo cepat kita keluar, aku tidak
tahan melihat keromantisan mereka berdua.” Kata Naila.
“Kalian berdua bikin kita semua
jadi iri deh.” Kata Marcel.
“So sweet.”
Seperti drama korea saja deh.”
__ADS_1
“Langgeng selalu ya kalian
berdua.”