
Abella pergi ke
lobby, dia ingin memesan taksi namun Adriano mencegahnya.
“Hei tunggu,
kamu mau pergi kemana? Kenapa kamu tidak menungguku?” Tanya Adriano.
“Lepaskan, aku
mau kembali pulang. Kamu bisa masuk kembali dan lanjutkan bersama
teman-temanmu.” Kata Abella.
“Baiklah aku
juga akan pulang bersamamu.” Kata Adriano, lalu dia mengambil mobilnya dan
kembali pulang ke rumah.
Diperjalanan.
“Kita langsung
pulang ke rumah saja.” Kata Adriano.
“Lalu bagaimana
dengan mama dan papa? Bukankah mereka sangat mengharapkan kedatangan kita hari
ini.” Kata Abella.
“Aku akan bilang
padanya lain kali kita kesana.” Kata Adriano.
“Pasti mereka
mengira bahwa aku yang tidak ingin pergi kesana. Aku kan jadi merasa bersalah
pada mama dan papa kamu.” Kata Abella.
“Tidak usah
khawatir, aku akan bilang bahwa aku ada penerbangan mendadak. Tidurlah jika
kamu ngantuk, aku akan membangunkanmu jika tiba dirumah.” Kata Adriano.
“Iya.” Jawab
Abella singkat.
“Apa yang mereka
berdua bicarakan sehingga membuat Abella seperti ini bahkan dia sangat berani
melawan si Laura. Lebih baik aku tidak bertanya padanya biarkan saja sampai dia
__ADS_1
sendiri yang bicara padaku. Sepertinya aku harus memperingatkan Laura, dia
sudah diluar batas.” Kata Adriano dalam hati.
Setibanya mereka
berdua dirumah, Adriano segera membangunkan istrinya namun Abella tetap tidur.
Akhirnya Adriano terpaksa menggendong istrinya hingga kamarnya.
“Astaga,
ternyata kamu berat juga. Aduh sakit semua pinggangku tapi tidak apa-apa demi
kamu.” Gerutu Adriano. Saat Adriano merebahkan istrinya diranjang, Abella
terbangun, dia sangat kaget ketika dia melihat suaminya tepat di atasnya. Tanpa
basa basi dan tanpa berkata sepatah katapun, Abella pun memeluk suaminya sangat
erat.
“Jangan pergi
dariku, aku membutuhkanmu. Aku memang belum sepenuhnya mencintaimu namun aku
juga tidak ingin kehilangan dirimu. Maafkan aku tidak pernah melayanimu bahkan
tidak pernah menuruti kata-katamu.” Kata Abella dalam hati. Adriano pun heran
dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, namun dia juga sangat senang
“Aku tidak mau
ini cepat berakhir.” Kata Adriano dalam hati.
Lalu Abella
melepaskan suaminya.
“Maaf aku tidak
sengaja, pergilah dari kamarku.” Kata Abella mengalihkan penglihatannya dari
suaminya.
“Bolehkah aku
tidur di kamarmu malam ini?” Tanya Adriano.
Abella diam saja
karena tidak tau harus berkata apa, lalu Adriano segera mengunci kamar pintu
tersebut dan mendekati istrinya.
“Tidurlah disofa.”
__ADS_1
Kata Abella sambil memberikan bantal kepada suaminya.
“Apa? Dia
menyuruhku tidur dibawah? Lalu kenapa tadi dia tiba-tiba memelukku? Dasar aneh
apa sih maunya.” Kata Adriano dalam hati. Kemudian Adriano tidur di sofa.
Adriano tertidur
sedangkan Abella masih belum bisa tidur, akhirnya dia bangun lalu turun ke
dapur untuk mengambil minuman. Setelah itu dia kembali lagi kedalam kamarnya.
Dia melihat suaminya sedang menggigil kedinginan. Kemudian Abella memberikan
selimut kepada suaminya.
“Astaga kasian
sekali kamu mas, maaf aku masih belum bisa tidur denganmu.” Kata Abella dalam
hati.
Keesokan
paginya, Adriano bangun terlebih dahulu sedangkan istrinya masih tertidur.
“Jadi semalam
dia memberikan selimut padaku. Perhatian juga ternyata, kapan aku bisa tidur
berdua denganmu, aku juga tidak mungkin memaksanya.” Kata Adriano dalam hati
sambil memperhatikan istrinya.
Setelah itu dia
segera keluar kamar dan membuat sarapan untuknya dan juga istrinya.
“Hari ini aku
akan membuat bubur kesukaan Abella, agar dia teringat dengan mantan kekasihnya
lalu dia merasa bersalah padaku dan dia akan berterima kasih padaku, siapa tau
dia akan memelukku kembali hahahaha rencana yang sangat bagus.” Kata Adriano
dalam hati.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.