Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 90


__ADS_3

Keesokan harinya, Adriano beserta istri dan anaknya akhirnya pergi dari apartemen tersebut. Bahkan kini di tempat kerjanya, Adriano turun jabatan menjadi pilot biasa karena pengaruh ayahnya yang membuat ayahnya dan keluarganya malu dengan kelakuannya, sehingga ayahnya menurunkan jabatan Adriano, selain itu ayah dan ibunya Adriano juga tidak menyetujui pernikahannya Adriano dan Ariana, namun masih bisa menerima kehadiran Diara. Akhirnya mereka kini bingung harus tinggal dimana.


“Mas kita akan tinggal dimana? Aku tidak mau tinggal di tempat yang biasa.” Kata Ariana.


“Aku juga tidak tau.” Kata Adriano.


“Bagaimana kalau tinggal dirumah orang tuamu saja mas.” Kata Ariana.


“Kamu bercanda ya? Ibuku saja tidak menyukaimu.” Kata Adriano.


“Ini semya gara-gara mantan istrimu mas, dia memang benar-benar menyebalkan.” Kata Ariana kesal.


“Sudahlah jangan membahasnya, untuk sementara kita tinggal di homestay saja.” Kata Adriano.


“Apa? Homestay? Kenapa tidak di hotel saja mas?” Tanya Ariana.


“Kita harus berhemat, aku juga akan segera mencari rumah yang layak untuk kita tinggali.” Kata Adriano.


“Memangnya kamu tidak punya uang lagi mas?” Tanya Ariana.


“Uangku kan terpakai untuk membeli apartemen itu dan juga sebagian aku berikan kepada Darel untuk kebutuhannya, bagaimanapun juga aku masih harus membiayai dia karena dia juga anakku dan aku ayahnya.” Kata Adriano.


“Tapi kan Darel masih punya ibunya dan ibunya juga akan segera menikah dengan laki-laki lain jadi kamu tidak perlu lagi membiayai dia mas, Diara jauh lebih membutuhkan mas.” Kata Ariana.


“Sudahlah jangan banyak bicara, kepalaku pusing.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Jadi kamu menyalahkanku mas?” Tanya Ariana.


“Kalau saja aku tidak bertemu denganmu, hidupku tidak akan sekacau ini.” Kata Adriano.


“Justru kamu yang datang dalam hidupku mas, kamu seringkali curhat tentang keluargamu akhirnya seiring waktu hadirlah Diara, jangan pernah menyesalinya mas karena kamu juga menikmatinya saat itu.” Kata Ariana.


“Aku bahkan tidak sadar saat itu.” Kata Adriano.


“Kalau memang kamu tidak ada niat denganku pasti kamu tidak akan meneruskan hubungan kita saat itu mas.” Kata Ariana.


“Sampai kapanpun aku tidak boleh kehilangan kamu mas karena aku tidak mau anakku tidak memiliki ayah, kita berdua tidak akan terpisahkan karena adanya Diara.” Kata Ariana dalam hati.


“Ayo mas kita segera kemana gitu, kasihan Diara pasti dia kelelahan. Cepat mengemudilah kemana gitu mas.” Kata Ariana.


“Bagaimana kalau ke homestay dekat rumahmu mas, disana harganya cukup terjangkau dan dekat dengan rumah orang tuamu mas.” Kata Ariana.


“Baiklah.” Kata Adriano.


“Sebaiknya kamu bilang saja mas kepada ibumu tentang keadaan kita saat ini.” Kata Ariana.


“Kalau aku bilang pada mereka, tetap saja mereka tidak peduli dengan kita dan akan lebih menyalahkan kita berdua.” Kata Adriano.


“Seharusnya ibu dan ayahmu bisa menerima kenyataan mas.” Kata Ariana.


“Tidak semudah itu, apalagi kedua orang tuaku sangat menyukai Abela bahkan sampai saat ini. Apalagi ibuku masih sering menghubungi Abela.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Apa? Ibumu masih sering menghubungi Abela? Seharusnya ibumu lebih memperhatikanku mas karena saat ini akulah istrimu dan menantunya.” Kata Ariana.


“Bagi mereka, Abela adalah menantu terbaiknya sampai kapanpun.” Kata Adriano.


“Seharusnya kamu membelaku mas agar orang tuamu bisa menerimaku.” Kata Ariana.


“Ah sudahlah, aku tidak ingin membahas masalah ini.” Kata Adriano.


Setibanya di homestay dekat rumah orang tua Adriano.


“Ayo cepat masuk.” Kata Adriano.


“Mas kita tinggal disini hanya sebentar kan?” Tanya Ariana.


“Aku tidak tau.” Kata Adriano.


“Aku tidak mau berlama-lama tinggal di tempat seperti ini mas, kasihan juga sama Diara kan mas.” Kata Ariana.


“Kamu bisa diam tidak? Kalau begitu beri aku uang untuk segera membeli rumah baru.” Kata Adriano.


“Apa? Kamu meminta uang dariku? Harusnya kamu yang memberiku uang, kan kamu yang selama ini bekerja.” Kata Ariana.


“Makanya kamu diam saja, sudah tidak punya uang tapi banyak bicara dari tadi. Aku lelah dan tidak ingin berdebat denganmu.” Kata Adriano sangat kesal.


“Maaf mas.” Kata Ariana.

__ADS_1


__ADS_2