
Nando pun segera menurunkan Abela.
“Kenapa kamu bisa ada didepan kamarku? Kamu sedang apa disini? Apa jangan-jangan kamu menginap disini juga?” Tanya Abela.
“Aku ingin menemui Darel.” Kata Adriano.
“Aku masuk kamar dulu, jangan lupa nanti malam. Permisi aku masuk dulu.” Kata Nando lalu dia segera masuk kedalam kamarnya.
“Baru saja kita kemarin bercerai, ternyata kamu sudah dekat dengan si Nando, pakai gendong-gendongan segala lagi, lihat pakaianmu sampai basah seperti itu, dasar laki-laki tidak sopan.” Kata Adriano.
“Bukan urusanmu aku dekat dengan siapapun. Tunggu di lobby hotel, aku akan mengantar Darel kesana.” Kata Abela. Lalu Abela masuk kedalam kamarnya dan segera menutup pintu kamarnya. Abela segera mandi dan berganti pakaian. Setelah itu dia mengantar Darel ke lobby hotel.
Didalam lift.
“Mama.” Kata Darel.
“Iya sayang kenapa?” Tanya Abela.
“Jangan tinggalin Darel ya ma, nanti mama harus menemani Darel.” Kata Darel sambil menggenggam erat tangan ibunya.
“Memangnya kenapa? Darel takut ya? Kan itu papa Darel, kenapa mesti takut?” Tanya Abela sambil menatap mata putranya. Kemudian Darel meneteskan air matanya dan memeluk ibunya dengan erat.
“Hei kenapa menangis? Ada apa? Cerita sama mama.” Kata Abela.
“Maaf ma aku tidak bisa menahan tangisanku. Maaf ya ma anak laki-laki mama menangis.” Kata Darel.
“Tidak apa-apa sayang, coba Darel cerita sama mama apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Abela.
“Tante Ariana ma.” Kata Darel.
“Ada apa dengan tante Ariana?” Tanya Abela.
__ADS_1
“Mama janji kan akan merahasiakan hal ini dari papa.” Kata Darel.
“Iya mama janji kok, cerita sama mama.” Kata Abela.
“Jadi saat tante Ariana menjemputku di sekolah, dia bilang sesuatu padaku ma.” Kata Darel.
“Dia bilang apa memangnya?” Tanya Abela.
“Papa kamu mencintai tante dan papa kamu akan segera meninggalkanmu dan mama kamu. Dia juga bilang kalau tante Ariana akan melakukan apapun demi mendapatkan papa termasuk menyingkirkan mama. Aku sangat takut ma, aku takut dia akan menyakiti mama. Aku tidak mau kehilangan mama, hanya mama yang aku miliki. Dia juga bilang akan membuat papa membuang Darel dan melupakan Darel ma.” Kata Darel sambil menangis.
“Kurang ajar Ariana.” Kata Abela dalam hati.
“Itu tidak akan terjadi, sampai kapanpun Darel tetaplah anak papa dan mama. Mama tidak akan pernah meninggalkan Darel, meskipun saat ini mama dan papa berpisah tapi cinta mama kepada Darel selamanya tidak akan pudar, mama akan selalu melindungi Darel dan selalu di sisi Darel. Dengarkan mama, tante Ariana hanyalah orang asing yang tidak perlu di dengarkan perkataannya, dia bicara seperti itu karena dia orang jahat nak, kalau dia orang baik tentu saja dia tidak akan mengatakan hal itu kepada Darel. Darel jangan khawatir, Darel punya mama kok.” Kata Abela sambil memeluk putranya.
“Mama harus janji satu hal sama Darel ya.” Kata Darel.
“Janji apa?” Tanya Abela.
“Tentu saja, janji kelingking janji ibu dan anak.” Kata Abela sambil melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking putranya.
“I love you mama.” Kata Darel.
“Pantas saja Darel seperti ketakutan saat bertemu dengan Adriano, ternyata ini alasannya.” Kata Abela dalam hati.
Mereka tiba di lobby, Darel menggenggam tangan ibunya.
“Tidak apa-apa sayang, dia tetaplah papa kamu, kamu tidak perlu ketakutan. Jika kamu ketakutan bertemu dengan papa kamu maka tante Ariana akan menjadi pemenang hatinya papa kamu.” Bisik Abela.
“Aku tidak peduli dia menang atau kalah, aku hanya tidak ingin dia menyakiti mama lagi.” Gerutu Darel.
Adriano melihat Darel dan Abela dari kejauhan, lalu dia menghampirinya.
__ADS_1
“Darel sayang, papa merindukanmu.” Kata Adriano sambil memeluk putranya.
“Lepaskan aku pa, aku sudah besar tidak perlu dipeluk lagi.” Kata Darel.
“Hehe tapi tetap saja Darel seperti anak kecil bagi papa.” Kata Adriano.
“Darel sudah besar pa bahkan Darel bisa menjaga diriku dengan baik dan juga menjaga mama.” Kata Darel.
“Kenapa anak papa tumbuh sangat besar ya, padahal papa seperti baru kemarin menggendong bayi Darel.” Kata Adriano.
“Aku bukan lagi bayi yang selalu tertawa karena hal kecil, aku sekarang sudah dewasa dan memiliki perasaan, aku bisa merasakan bahagia dan sedih.” Kata Darel.
“Memangnya siapa yang membuat Darel sedih? Siapa yang berani membuat Darel sedih, biar papa yang membalasnya.” Kata Adriano sambil memeluk putranya.
“Yang membuat Darel sedih adalah.” Kata Darel.
“Kalian pasti lapar kan, pergilah makan malam bersama. Darel happy dinner with papa ya, mama kembali ke kamar dulu.” Kata Abela.
“Iya mama.” Kata Darel sambil memeluk ibunya.
“Bye Darel, enjoy ya.” Kata Abela sambil melambaikan tangannya.
“Kamu tidak ikut? Ikutlah bersama kami.” Bisik Adriano.
“Aku sibuk, aku tidak ada urusan denganmu. Jaga Darel dengan baik dan jangan membuatnya bersedih. Dia sudah tertekan dengan semua ucapan Ariana, bagaimana mungkin Ariana mengatakan hal yang menyakitkan untuk anak seusia Darel. Kalau dia bukan orang jahat dia tidak mungkin mengatakan hal menyakitkan kepada anak seusia Darel.” Bisik Abela.
“Maafkan aku mewakili dia.” Bisik Adriano.
“Minta maaflah kepada anakmu bukan kepadaku.” Bisik Abela.
Lalu Abela pergi kembali ke kamarnya.
__ADS_1