Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 10


__ADS_3

Setibanya dirumah.


“Kamu dari mana saja? Kenapa aku tidak bisa menghubungimu?” Tanya Daniel.


“Ponselku mati, alu lupa tidak mengisi daya semalam.” Kata Tiara lalu langsung masuk kedalam kamarnya.


“Cepat ganti pakaianmu.” Kata Daniel.


“Memangnya mau kemana?” Tanya Tiara.


“Sudahlah, nanti kamu juga akan tau kok.” Kata Daniel.


“Tapi aku lelah sekali hari ini mas.” Kata Tiara.


“Baiklah kalau begitu, lain kali saja.” Kata Daniel.


“Iya.” Kata Tiara, lalu dia langsung menutup pintu kamarnya.


Daniel menelfon supir pribadinya.


“Hallo, istriku tadi pergi kemana?” Tanya Daniel.

__ADS_1


“Dia pergi ke bandara dengan seorang gadis yang tidak sengaja menabrak istri tuan.” Kata supir Daniel yang bernama Ardi.


“Cari tau siapa gadis yang menabrak istriku.” Kata Daniel.


“Baik tuan.


**


Keesokan harinya.


Tiara bangun terlebih dahulu, dia merasa bersalah dengan suaminya akhirnya dia memasak makanan kesukaan suaminya. Selesai masak, Tiara masuk kedalam kamar suaminya untuk membangunkannya.


“Mas bangunlah, sudah siang.” Kata Tiara sambil menarik selimut suaminya.


Tiara mendekati suaminya sambil mengelus kening suaminya.


“Aku tidak menyangka jika kamulah suamiku mas, meskipun saat ini aku belum mencintaimu dan belum bisa menerimamu sepenuhnya, tapi aku janji akan menjadi istri yang baik untukmu mas.” Kata Tiara dalam hati sambil menatap wajah suaminya. Tiba-tiba Daniel terbangun dan sangat kaget karena ada istrinya di sampingnya.


“Ah maaf mas, aku hanya ingin membangunkanmu saja.” Kata Tiara lalu dia segera berdiri namun Daniel menarik tangannya sehingga Tiara jatuh di pelukan Daniel.


“Aku sudah lama menunggu saat-saat seperti ini, jadilah milikku.” Bisik Daniel.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri pada umumnya setelah 6 bulan menikah.


“Kamu adalah milikku dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu jadi jangan pernah pergi dariku apalagi mengkhianatiku.” Kata Daniel. Tiara hanya mengangguk.


**


Beberapa bulan kemudian, Tiara mengandung anak pertamanya. Namun Daniel tidak seperhatian sebelumnya, kini Daniel lebih sibuk mengurusi urusan pekerjaan di kantornya, terlebih lagi ibunya juga selalu memberi banyak pekerjaan untuk Daniel sehingga Daniel menjadi jarang pulang ke rumahnya. Tentu saja Tiara menjadi sangat kesepian. Hari itu Daniel tidak pulang lagi ke rumah karena kerja lembur di kantornya. Karena Tiara ketakutan dirumah sendiri, akhirnya dia menuju ke kantor suaminya. Dia bahkan membawakan makanan untuk suaminya.


Setibanya di tempat kerja suaminya, Tiara segera naik lift menuju kantor suaminya.


Setibanya di depan kantor suaminya, Tiara mendengar percakapan suaminya dengan ibu mertuanya.


“Anak yang dikandung Tiara apa benar anak kalian berdua?” Tanya Anggita.


“Astaga kenapa ibu bisa bicara seperti itu? Tentu saja itu anakku bu.” Kata Daniel.


“Karena yang ibu tau, sepertinya istrimu tidak mencintaimu, itu terlihat jelas dari gerak-geriknya selama ini. Dia bisa saja hanya memanfaatkanmu saja, lebih baik setelah anakmu lahir ceraikan dia, banyak orang yang bisa menggantikan posisi dia sebagai istrimu dan ibu dari anakmu.” Kata Anggita.


“Sampai kapan ibu membenci Tiara? Kenapa ibu tidak bisa menerima Tiara sebagai menantu ibu? Ibu saja bisa menerima Arya sebagai menantu ibu? Memangnya ibu tau bagaimana si Arya memperlakukan kak Sarah selama ini?” Tanya Daniel.


“Arya itu pilihan ibu tentu saja ibu bisa menerimanya, meskipun dia menjadi sekretaris pribadi ibu tapi dia masih bisa diandalkan. Sekarang ibu tanya padamu, apa yang bisa ibu banggakan dari istrimu? Kuliah juga tidak, kaya juga tidak, ibu benar-benar tidak menyangka seleramu sangat rendah seperti itu. Dia hanya ibu rumah tangga yang kerjanya menghabiskan uang suaminya, harusnya dia bisa bekerja atau memulai bisnis atau melakukan hobi yang bisa mengangkat derajat suaminya bukannya menjadi beban keluarga seperti itu. Sampai kapanpun ibu tidak bisa menerima dia sebagai menantu ibu.” Kata Anggita lalu dia keluar. Saat keluar, Anggita melihat Tiara masuk kedalam lift.

__ADS_1


“Baguslah jika dia mendengarkan ucapanku tadi.” Gerutu Anggita.


__ADS_2