Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 86


__ADS_3

Abela berlari menuju lobby lalu Nando menarik tangannya.


“Jangan pergi.” Kata Nando.


“Masuklah kedalam, aku pulang terlebih dahulu.” Kata Abela.


Lalu Nando memeluk Abela.


“Aku tidak peduli dengan statusmu seperti apa, aku tidak peduli dengan ucapan orang lain tentangmu karena aku hanya akan mempercayaimu. Sekarang kita masuk dan aku yang akan menjelaskan semuanya.” Kata Nando.


“Aku merasa malu dan tidak pantas bersanding denganmu.” Kata Abela sambil menangis.


“Jangan menangis, untuk apa kamu menangis. Aku bangga memiliki wanita sepertimu, kamu mengubah hidupku dan kamu segalanya bagiku. Karena kamu, aku jadi bisa membuka hati dan pikiranku.” Kata Nando.


“Terima kasih tapi aku merasa minder.” Kata Abela.


“Ayo kita masuk, aku tidak mau masuk kedalam sendiri karena aku kan tidak single lagi sekarang. Aku akan tunjukkan kepada mereka betapa berharganya dirimu.” Kata Nando.


Lalu Nando mengajak Abela masuk kedalam kembali.


**

__ADS_1


Nando mengajak Abela naik ke panggung, seketika seluruh tamu undangan pun tertuju pada Nando dan Abela.


“Mohon perhatiannya, saya ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting pada malam hari ini.” Kata Nando.


“Apa yang akan kamu katakan?” Bisik Abela.


“Diam dan dengarkan saja.” Bisik Nando.


Kemudian Nando memberikan sebuah cincin berlian kepada Abela dan berlutut didepan Abela.


“Kamu adalah alasanku untuk tersenyum, kamu adalah semangatku mencapai kesuksesan. Segala yang kulakukan adalah demi kamu dan tentang kamu. Jangan buat aku hancur dengan menolakku malam ini. Jadilah istriku, jadilah matahari didalam rumahku selamanya, aku mencintaimu lebih dari apapun dan aku tidak peduli dengan semua perkataan tentangmu karena aku hanya mempercayaimu. Cinta itu bukan berarti mencintai seseorang yang sempurna, tapi bagaimana mencintai seseorang yang kita cintai dengan sempurna. Dan kamu adalah orang yang membuktikannya kepadaku. Aku bangga memilikimu. Maukah kamu menemaniku hingga akhir?”


Abela tersentuh dengan ucapan Nando dan dia menangis terharu, dan ternyata Antika dan Darel datang ke acara pesta tersebut atas undangan Nando tanpa sepengetahuan Abela.


Darel dari kejauhan menangis terharu melihat ibunya akhirnya bisa tersenyum lepas dan bahagia.


“Mama.” Kata Darel.


“Mama kamu bisa tersenyum sangat lepas.” Kata Antika.


Seluruh tamu undangan sangat takjub dengan cara Nando memperlakukan dan mencintai kekasihnya. Tak perlu penjelasan panjang lebar karena apa yang dilakukan Nando lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Nando benar-benar sangat mencintai kekasihnya. Nando memang telah merencanakan hal ini, sebelumnya dia juga telah meminta persetujuan dari ayahnya dan juga kepada Antika dan Darel. Ternyata semuanya mendukung Nando.

__ADS_1


Adriano sangat terbakar cemburu melihat Abela dan Nando akhirnya resmi bertunangan. Dia ingin marah dan melampiaskan amarahnya namun dia sadar kalau kini Abela bukan lagi istrinya.


“Ayo mas kita pulang saja.” Kata Ariana.


“Aku menyesal datang ke acara ini.” Kata Adriano sangat kesal.


“Memangnya kamu cemburu melihat mereka berdua?” Tanya Ariana.


“Pasti mereka sengaja melakukannya.” Kata Adriano.


“Biarkan saja mas, kamu punya aku dan juga Diara.” Kata Ariana.


“Aku kehilangan dia sekaligus anakku Darel.” Kata Adriano.


“Sudahlah lupakan mas, kamu masih punya aku dan Diara.” Kata Ariana.


“Kalau saja aku tidak.” Kata Adriano.


“Tidak apa? Jadi kamu menyesal menikahiku? Ingat ya, ada Diara diantara kita jadi kamu tidak bisa meninggalkanku. Lagipula mantan istrimu akan segera menikah tentu saja dia tidak akan mau menerimamu termasuk anakmu sendiri.” Kata Ariana.


Info ;

__ADS_1


Jangan lupa mampir juga di novelku yg berjudul Truth and Revenge ya.


Terima kasih


__ADS_2