Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 53


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Nadia mulai menyelidiki kematian Fardan dengan mencari keberadaan Tiara. Tiara juga sudah kembali pulang ke rumah kembali ke keluarganya dan keluarganya pun bisa menerima Tiara, bahkan Kevia berubah menjadi jauh lebih baik kepada ibunya.


Hari itu Nadia dengan percaya diri menghampiri ke rumah Tiara dan kebetulan dirumah hanya ada Tiara saja, suaminya pergi ke kantor dan kedua anaknya sedang di sekolah. Nadia mengetuk pintu rumah Tiara, Tiara tanpa curiga langsung membuka pintu.


“Nadia?” Tanya Tiara.


“Boleh aku masuk?” Tanya Nadia.


“Silahkan masuk, kebetulan aku juga dirumah sendiri.” Kata Tiara.


“Kamu habis pergi dari mana? Saat pemakaman Fardan, aku tidak melihatmu tapi suami dan anakmu datang ke pemakaman Fardan. Kamu berusaha menyembunyikan sesuatu ya atau kamu dalang dibalik kematian Fardan?” Tanya Nadia.


“Minumlah dulu agar kamu lebih fokus dan tidak bicara sembarangan.” Kata Tiara sambil menyuguhkan minuman, namun Nadia justru membanting gelas hingga pecahan belingnya mengenai kaki Tiara.


“Ah.” Kata Tiara.


“Apa yang kamu lakukan kepada Fardan? Pasti kamu kan yang membunuhnya?” Tanya Nadia sambil menodongkan pecahan gelas ke leher Tiara, Tiara pun dengan santainya menjawab pertanyaan Nadia.


“Kematian Fardan tidak ada hubungannya denganku, jika penasaran tanyakan saja padanya.” Kata Tiara.


“Kesabaranku bisa habis lama-lama jadi jawab saja pertanyaanku.” Kata Nadia.


“Aku harus menjawab apa agar kamu puas?” Kata Tiara sambil menodongkan balik pecahan gelas ke arah Nadia.

__ADS_1


“Lalu kenapa dia bisa ditemukan tak bernyawa di sungai? Pasti dia korban pembunuhan berencanamu kan?” Kata Nadia.


“Apa? Pembunuhan berencana? Memangnya apa yang akan aku dapatkan jika aku membunuhnya? Tidak ada yang bisa aku dapatkan darinya.” Kata Tiara.


“Tapi kamu telah mendapatkan hatinya, aku memang istrinya tapi hati dia hanya untukmu, aku tau sifat dia yang selalu melakukan berbagai cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, yang dia inginkan adalah kamu, aku yakin dia memaksamu kan lalu kamu risih dan membunuhnya.” Kata Nadia.


“Sepertinya kamu berbakat sebagai sutradara ya, terserah apa tuduhanmu. Memangnya kamu punya bukti kalau aku pelakunya?” Tanya Tiara.


“Aku akan mencari dan mendapatkan bukti bahwa kamulah pembunuhnya.” Kata Nadia.


“Silahkan karena aku tidak bersalah jadi aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu.” Kata Tiara.


“Lihat saja nanti.” Kata Nadia.


Tiba-tiba Kevia datang.


“Mama, aku pulang.” Kata Kevia.


“Hai Kevia.” Kata Nadia.


“Ta tan te Na Nadia.” Kata Kevia ketakutan.


“Masuklah kedalam kamar sayang.” Kata Tiara.


“Baik ma.” Jawab Kevia, dia pun langsung masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


“Sepertinya Kevia mengetahui sesuatu, dia seperti ketakutan saat melihatku tadi.” Kata Nadia dalam hati kemudian dia langsung pergi dari rumah Tiara.


Tiara langsung menghampiri Kevia dikamar.


“Kevia.” Kata Tiara.


“Ma aku takut.” Kata Kevia langsung memeluk ibunya.


“Jangan khawatir, ada mama disini. Mama tidak akan membiarkan siapapun melukaimu apalagi mengusikmu.” Kata Tiara.


“Kenapa tante Nadia bisa datang kesini? Apa yang dia lakukan kepada mama? Apakah dia mengancam mama?” Tanya Kevia.


“Dia hanya mengatakan omong kosong dan jangan pedulikan dia.” Kata Tiara.


“Aku takut jika dia mengetahui yang sebenarnya ma.” Kata Kevia.


“Sudahlah jangan takut, ada mama dan papa yang akan selalu melindungimu.” Kata Tiara.


“Seharusnya aku tidak melakukannya saat itu ma.” Kata Kevia.


“Jika kamu tidak melakukannya maka mama tidak akan selamat sayang.” Kata Tiara.


“Maafkan Kevia ya ma, Kevia membuat keadaan mama dan papa jadi susah.” Kata Kevia.


“Kamu tidak salah, tapi mama yang bersalah sama kalian.” Kata Tiara.

__ADS_1


__ADS_2