
“Ada apa?” Tanya
Adriano.
“Apa yang kamu
lakukan tadi? Pasti kamu sengaja kan menemuiku dan teman-temanku?” Tanya
Abella.
“Masih mending
aku tidak bilang kepada teman-temanmu kalau kita adalah pasangan suami istri.
Salah kamu sendiri menaiki pesawat yang pilotnya adalah suamimu sendiri.” Kata
Adriano.
“Mana aku tau, yang
pesan temanku. Jangan pernah muncul didepanku dan teman-temanku.” Kata Abella.
“Apa mau kamu?
Kamu ingin kita berpisah? Aku akan menuruti kemauanmu.” Kata Adriano.
“Baiklah, kita
akan segera berpisah.” Kata Abella.
“Lalu apa yang
akan kamu katakan kepada kakek dan nenekmu?” Tanya Adriano.
“Aku akan bilang
kalau kita tidak saling mencintai dan tidak bisa hidup bersama.” Kata Abella.
“Bagaimana jika
kamu diusir dari rumah oleh kakekmu karena di anggap sebagai cucu yang
durhaka?” Tanya Adriano.
“Aku aku aku
akan hidup sendiri dan aku juga akan mencari kerja.” Kata Abella.
“Baiklah aku
akan segera mengurus semua berkas untuk perceraian kita, apakah kamu puas?”
Tanya Adriano.
“Sangat puas,
terima kasih banyak. Aku pergi dulu. Satu hal lagi setibanya kita di Jakarta,
bawa semua barang-barangmu lalu pergi dari rumahku.” Kata Abella.
__ADS_1
“Kakekmu telah
mengatasnamakan rumah itu atas nama aku. Apakah kamu tidak mengetahuinya?”
Tanya Adriano.
“Apa? Mana
mungkin kakekku melakukan itu padaku. Tidak mungkin.” Kata Abella.
“Jadi menurutmu
siapa yang harus keluar dari rumah itu?” Tanya Adriano.
“Lalu aku
tinggal dimana? Kenapa kakek melakukan itu padaku.” Kata Abella lirih.
“Bukannya kamu
bilang akan mencari kerja? Setibanya di Jakarta, kamu yang harus pergi dari
rumah itu.” Kata Adriano.
“Baiklah, aku
akan pergi dari rumah itu.” Kata Abella. Lalu mereka berpisah.
**
Abella dan kedua
temannya pergi ke hotel. Namun Abella masih kepikiran dengan masalah rumah
namun dia harus pergi dari rumah itu dan malu jika harus kembali ke rumah
kakeknya. Dia juga bingung akan bekerja apa karena dia hanyalah seorang siswa
SMA.
“Hei kamu
kenapa? Kok kamu diam saja?” Tanya Melisa.
“Tidak apa-apa,
oh iya aku ingin bekerja nih.” Kata Abella.
“Apa? Kamu ingin
bekerja?” Tanya Melisa.
“Keluargamu kan
kaya untuk apa kamu bekerja? Lagipula kita masih pelajar SMA. Kamu sedang butuh
uang ya?” Tanya Jesica.
“Aku ingin hidup
__ADS_1
mandiri tanpa bantuan kakek dan nenekku. Bantu aku mencari kerja dong.” Kata
Abella.
“Jadi pekerja
paruh waktu saja.” Kata Melisa.
“Kerja paruh waktu saja di kafe milik tanteku. Sepertinya kafe milik
tanteku sedang membutuhkan pekerja. Kamu mau tidak?” Tanya Jesica.
“Mau banget, bantu aku ya.” Kata Abella.
“Ok, nanti aku akan coba bilang ke tanteku ya. Kamu butuh uang ya Bell?”
Tanya Jesica.
“Tidak, tapi aku ingin mencari pengalaman baru saja dengan bekerja. Aku
ingin menghasilkan uang sendiri.” Kata Abella.
“Oh begitu, lalu sekolahmu bagaimana?” Tanya Jesica.
“Sepulang sekolah aku bisa langsung bekerja sampai malam kok.” Kata Abella.
“Apakah Dava tau bahwa kamu ingin bekerja?” Tanya Melisa.
“Aku belum memberitahunya, lain kali saja aku akan cerita kepadanya.” Kata
Abella.
“Jangan sampai dia tau dari orang lain, kamu sama Dava sedang ada masalah
ya?” Tanya Melisa.
“Karena kamu jarang sekali telfonan sama dia, biasanya setiap menit telfon
dan kalian berdua itu sangatlah romantis.” Kata Jesica.
“Budak cinta ala Dava dan Abella hahaha.” Goda Melisa.
“Apaan sih kalian, aku tidak ada masalah kok dengannya.” Kata Abella.
“Kamu harus waspada pokoknya, aku dengar dari kakakku kalau temannya
kakakku itu naksir sama si Dava. Kamu harus hati-hati pokoknya.” Kata Melisa.
“Sekarang itu lagi jamannya laki-laki suka sama wanita yang lebih tua.”
Kata Jesica.
“Tidak mungkin Dava seperti itu, meskipun aku tidak menelfonnya tapi aku
saling mengirim pesan kok.” Kata Abella.
“Aku tau, tapi kamu juga harus tetap waspada.” Kata Melisa.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman pembaca, terima kasih.