
Jantung Abela berdetak sangat kencang saat Nando semakin mendekat ke arah Abela.
“Tidak tidak, dia tidak boleh menyukaiku begitupun sebaliknya.” Kata Abela dalam hati.
Nando semakin mendekat dan menyentuh bibir Abela, Abela pun semakin ketakutan.
“Apa yang bapak lakukan? Jangan seperti ini pak.” Kata Abela.
“Haruskah aku melewati batas? Bisakah aku membuka hatiku kembali?” Tanya Nando dalam hati.
“Pak jangan seperti ini.” Kata Abela.
“Jangan berpikir aneh-aneh, aku hanya mengambil ini yang menempel di pipimu.” Kata Nando mengambil sesuatu yang menempel di pipi Abela. Abela pun spontan mendorong Nando dan kepala Nando terbentur setir mobil karena Abela mendorong sangat keras.
“Aaaaaa aduh kepalaku.” Kata Nando merintih kesakitan.
“Aduh pasti sakit sekali, maaf pak saya tidak sengaja.” Kata Abela.
“Kekuatanmu sangat super ya, sepertinya kamu dendam denganku sampai mendorongku hingga kepalaku terbentur setir mobil.” Gerutu Nando.
“Aku tidak sengaja pak, bapak juga sih tiba-tiba mendekat ke wajahku kan aku jadi takut.” Gerutu Abela.
“Kamu pikir aku mau menciummu kembali? Jangan berpikir aneh-aneh ya, pasti kamu sengaja kan membuka kancing bajumu?” Tanya Nando.
“Apa? Wah kata-kata pak Nando benar-benar sangat kasar ya. Kalau aku memang sengaja membuka kancing bajuku tentu tidak hanya satu kancing tapi dua sampai tiga kancing sekaligus.” Gerutu Abela kesal.
“Wah benar-benar berani sekali kamu, jangan lakukan itu lagi apalagi saat bertemu dengan laki-laki lain selain aku.” Kata Nando.
“Kenapa memangnya? Bapak cemburu ya?” Goda Abela.
“Aku cemburu? Memangnya kamu siapa dan aku siapa?” Tanya Nando.
“Kita hanya sebatas rekan kerja, bapak ingin aku menganggap lebih dari itu ya? Jangan pernah berharap.” Gerutu Abela.
__ADS_1
“Wah wah semakin menyebalkan saja dirimu.” Kata Nando.
“Jangan banyak bicara pak, cepat antarkan aku segera. Ini sudah sangat malam.” Kata Abela.
“Baru kali ini aku bertemu dengan bawahan yang seenaknya menyuruh atasan.” Kata Nando.
“Setidaknya aku sudah membantu bapak hari ini. Oh iya apa benar bapak masih menyukai Clara sampai sekarang?” Tanya Abela.
“Aku sudah melupakannya.” Kata Nando.
“Aku lihat sepertinya hubungan dia dan kekasihnya sedang tidak baik. Tadi aku tidak sengaja mendengarkan Clara sedang bertengkar hebat dengan kekasihnya.” Kata Abela.
“Mereka berdua menikah.” Kata Nando.
“Oh jadi begitu, sepertinya mereka tidak lagi saling mencintai. Aku tidak sengaja melihat suaminya sedang bersama wanita lain dan masuk ke kamar hotel. Sebelumnya Clara dan suaminya sempat bertengkar hebat bahkan.” Kata Abela.
“Bahkan apa?” Tanya Nando.
“Bahkan suaminya mencekik leher Clara, beruntung ada staff yang lewat jadi mereka berdua segera menghentikan pertengkaran mereka.” Kata Abela.
“Maaf jika aku harus mengatakan hal ini padamu tapi jujur aku kasihan dengan Clara, dia seperti tidak bisa bernafas saat itu dan sepertinya suaminya sangat murka melihat Clara. Apakah kamu akan ikut campur dengan hubungan mereka berdua dan menolong Clara?” Tanya Abela.
“Kenapa kamu kasihan dengan Clara?” Tanya Nando.
“Sebagai seorang wanita tentu saja aku kasihan dengannya.” Kata Abela.
“Apakah kamu tau bahwa sebenarnya yang membuatmu tenggelam adalah Clara. Dia mendorongmu hingga jatuh tenggelam ke kolam renang.” Kata Nando.
“Apa? Darimana kamu tau?” Tanya Abela.
“Aku melihat rekaman cctv tadi.” Kata Nando.
“Apa? Kenapa dia tega melakukan itu kepadaku? Apa salahku?” Tanya Abela.
__ADS_1
“Karena dia cemburu melihatmu, mafkan aku. Seharusnya aku tidak mengajakmu dan meminta bantuan kepadamu.” Kata Nando.
“Jangan bicara seperti itu, yang penting aku selamat karena pertolonganmu tadi.” Kata Abela.
“Terima kasih banyak.” Kata Nando.
Mereka tiba di depan rumah Abela.
“Aku turun dulu, terima kasih banyak.” Kata Abela.
“Tunggu dulu.” Kata Nando.
“Ada apa?” Tanya Abela.
“Seharusnya aku tidak mengatakan hal ini tapi sepertinya aku mulai membuka hatiku kembali.” Kata Nando.
“Benarkah? Memang seharusnya begitu pak, jangan terlalu lama terlarut dalam kesedihan pak. Semangat untuk bapak.” Kata Abela.
“Ada seseorang yang membuatku bisa membuka hatiku kembali.” Kata Nando.
“Benarkah? Siapa pak?” Tanya Abela sangat antusias dan penasaran.
“Aku akan memberitahumu jika waktunya tepat. Cepat masuklah kedalam rumahmu.” Kata Nando.
“Bapak benar-benar membuatku penasaran saja.” Kata Abela.
“Cepat masuklah kedalam.” Kata Nando.
“Terima kasih pak, hati-hati dijalan.” Kata Abela.
“Besok kamu masuk ke kantor kan?” Tanya Nando.
“Tentu saja aku masuk.” Kata Abela.
__ADS_1
Setelah itu Abela segera masuk kedalam rumah.