Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 6


__ADS_3

Abella menerima telfon dari


Adriano.


“Hallo, ada apa sih?” Tanya Abella.


“Kamu dimana sekarang?” Tanya


Adriano.


“Aku di sekolah tapi mau pergi


dengan teman-temanku. Ada apa sih?” Tanya Abella.


“Penerbanganku delay sepertinya


aku akan sampai tengah malam.” Kata Adriano.


“Lalu kamu menyuruhku untuk


menjemputmu jam segitu?” Tanya Abella.


“Tidak usah, aku akan pulang


sendiri saja.” Kata Adriano.


“Baguslah, itu baru suami yang


pengertian. Aku tutup dulu ya aku mau pergi dengan temanku.” Kata Abella.


“Tunggu sebentar.” Kata Adriano.


“Ada apa lagi sih?” Tanya Abella.


“Kamu tidak bertanya kenapa aku


bisa delay?” Tanya Adriano.


“Memangnya kenapa?” Tanya Abella.


“Ada kecelakaan pesawat tapi


untungnya bisa selamat, makanya semua penerbangan ditunda.” Kata Adriano.


“Apa? Syukurlah kalau selamat.


Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Abella.


“Aku baik-baik saja, doakan aku


bisa pulang dengan selamat ya.” Kata Adriano.


“Kenapa aku jadi khawatir ya


dengannya, padahal aku tidak menyukainya. Semoga dia baik-baik saja, lindungi


dia Tuhan.” Kata Abella dalam hati.


“Hei kok bengong sih.” Kata


Adriano.


“Eh iya, hati-hati semoga sampai


dengan selamat.” Kata Abella.


“Iya terima kasih banyak.” Kata


Adriano.


**

__ADS_1


Setibanya di restoran, Abella dan


teman-temannya segera memesan makanan namun Abella termenung karena memikirkan


suaminya yang penerbangannya terlambat karena ada insiden kecelakaan.


“Kamu pesan apa Bell?” Tanya


Melisa.


“Aku mau pesan pasta seperti


biasanya.” Kata Jesica.


“Kalau kamu Bell?” Tanya Melisa.


“Hei sedang memikirkan apa sih


kok bengong seperti itu?” Tanya Jesica.


“Eh tidak kok, aku pesan yang


sama dengan kalian saja.” Kata Abella. Dia gelisah memikirkan keselamatan


suaminya lalu dia menelfon suaminya.


“Sebentar ya, aku mau telfon


kakekku dulu.” Kata Abella, lalu dia keluar sebentar dan menelfon suaminya


namun tidak ada jawaban.


“Aduh kenapa tidak di angkat


telfonku, aku jadi khawatir. Oh ya aku lihat social medianya saja, siapa tau


dia mengunggah sesuatu.” Kata Abella. Lalu dia membuka instagramnya dan tidak


“Kok dia tidak posting apapun


sih, namanya juga o mom pasti jarang memposting di instagram, aku lihat


pertemanannya saja, aku penasaran siapa saja sih teman-temannya.” Kata Abella. Lalu


dia menemukan pramugari yang waktu itu dia bertemu di bandara.


“Laura Salsabila, bukannya ini


pramugari yang centil dan menggoda mas Adriano ya, wah dia baru saja memposting


sesuatu. What? Foto apa ini? Kenapa dia foto berdua bersama Adriano? Dia seakan


ingin menggoda Adriano, aduh aku jadi menyesal telah menghawatirkan Adriano,


ternyata dia bersenang-senang dengan pramugari centil itu. Lupakan Adriano,


lagipula aku juga tidak peduli dengannya begitu juga dengan dia yang tidak


peduli denganku.” Kata Abella dalam hati. Lalu dia kembali kedalam.


“Kamu lagi ada masalah ya Bell?”


Tanya Melisa.


“Tidak, memangnya kenapa?” Tanya


Abella.


“Kamu sepertinya sedang gelisah.”


Kata Melisa.

__ADS_1


“Tidak kok, sama sekali tidak gelisah.


Ayo kita makan.” Kata Abella.


“Ok, setelah ini jadi nonton kan?”


Tanya Melisa.


“Jadi, ada film bagus tidak?”


Tanya Abella.


“Ada, kita nonton film action saja


bagaimana?” Tanya Melisa.


“Setuju.” Kata Abella dan Jesica.


“Ayo cepat makan, soalnya dua jam


lagi film nya tayang.” Kata Melisa.



“Iya, Abella biasanya yang


makannya lama banget.” Kata Jesica.


“Hahaha, aku akan mempercepat


makanku, tenang saja.” Kata Abella.


“Eh lihat deh, dia ganteng banget


kan? Dia teman kakakku dan dia seorang pilot, aduh gantengnya bikin aku tidak


bisa menahan diri deh.” Kata Melisa.


“Coba lihat, wah seperti artis


korea. Coba lihat deh Bell dia ganteng banget.” Kata Jesica.


“Tetap saja Dava yang paling


ganteng bagiku. Apa sih bagusnya punya pacar seorang pilot, bukan tipeku sama


sekali.” Kata Abella.


“Hmmm jangan bicara seperti itu,


nanti jodohmu pilot bagaimana hayo.” Kata Melisa.


“Padahal suamiku seorang pilot


tapi sangat menyebalkan. Pokoknya setelah aku lulus nanti aku akan berpisah


dengannya.” Kata Abella dalam hati.


“Tidak mungkin terjadi, lagipula


sekarang aku berpacaran dengan Dava.” Kata Abella.


“Lihat saja nanti, hati-hati


termakan sama omongan sendiri loh haha.” Kata Melisa.


“Makanya jangan bicara seperti


itu, dia ganteng banget loh Bell.” Kata Jesica.


“Aduh kalian berisik banget, ayo

__ADS_1


cepat makan lalu pergi ke bioskop.” Kata Abella.


__ADS_2