Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 40


__ADS_3

Kevia langsung masuk kedalam kamarnya lalu menangis. Bahkan Tiara mengetuk pintu kamar Kevia namun Kevia tidak membuka pintu kamarnya.


“Kenapa mama harus menemui suami bu Nadia? Mama bilang bahwa bu Nadia adalah sahabatnya dulu tapi mama justru memiliki hubungan dengan suami bu Nadia. Apakah ini alasannya kenapa mama sangat marah denganku ketika aku sedang bersama bu Nadia? Bagaimana jika papa mengetahui bahwa mama selama ini seringkali menemui suami bu Nadia.” Kata Kevia sambil menangis.


Keesokan paginya.


Kevia baru keluar kamar dan menuju ke ruang makan.


“Kevia cepat duduklah dan makan sarapanmu, papa bisa terlambat ini.” Kata Daniel.


“Papa ada yang ingin Kevia bicarakan.” Kata Kevia.


“Nanti saja, cepat makan sarapanmu nanti papa terlambat ke kantor.” Kata Tiara sambil memberikan segelas susu kepada Kevia.


“Aku tidak selera makan.” Kata Kevia sambil menatap tajam ke arah Tiara.


“Ayo pa kita berangkat sekarang.” Kata Kevia.


“Kevia Kevia.” Teriak Tiara.


“Sudahlah nanti biar aku yang menasehatinya.” Kata Daniel.


“Iya mas terima kasih ya.” Kata Tiara.


“Aku berangkat dulu ya.” Kata Daniel.

__ADS_1


“Iya, nanti biar aku saja yang mengantar Brendan ke sekolah.” Kata Tiara.


“Iya sayang.” Kata Daniel.


Daniel mengantar Kevia ke sekolahnya, saat di perjalanan Kevia masih saja kepikiran dengan apa yang terjadi dengan ibunya.


“Pa papa dan mama dulu kenapa bisa menikah?” Tanya Kevia.


“Astaga pertanyaan kamu, tentu saja karena papa sangat menyukai dan mencintai mama kamu.” Kata Daniel.


“Kalau mama apakah juga sangat menyukai dan mencintai papa?” Tanya Kevia.


“Tentu saja begitu.” Kata Daniel.


“Tentu saja sangat yakin, kalau tidak yakin papa dan mama juga tidak akan sampai menikah dan memiliki kamu dan adikmu.” Kata Daniel.


“Orang tua temanku dulu juga saling mencintai namun tiba-tiba mereka berpisah karena ibunya temanku berselingkuh. Berarti mereka tidak berjodoh kan pa?” Tanya Kevia.


“Itu urusan orang dewasa sayang, memang yang namanya kehidupan itu pasti ada suka duka dan yang namanya rumah tangga pasti akan ada banyak sekali masalah.” Kata Daniel.


“Bagaimana jika hal itu terjadi pada papa? Apakah papa juga akan melakukan hal yang sama?” Tanya Kevia.


“Kamu bicara apa sih, seharusnya kamu berdoa agar keluarga kita selalu baik-baik saja dan utuh sampai maut memisahkan.” Kata Daniel.


“Aku hanya bertanya seandainya hal itu terjadi di keluarga kita pa, aku hanya ingin tau apa yang akan papa lakukan?” Tanya Kevia.

__ADS_1


“Mungkin papa akan memaafkan dan melupakannya lalu memperbaikinya kembali.” Kata Daniel.


“Apakah papa yakin akan memaafkan? Memaafkan seseorang setelah di khianati, rasanya sakit sekali pa jika dikhianati.” Kata Kevia.


“Memang sakit, tapi akan jauh lebih sakit jika keluarga kita tidak bisa utuh kembali dan kehilangan orang yang sangat kita cintai. Tidak apa-apa kita mengalah karena mengalah tidak selamanya kalah. Kamu mengerti kan maksud papa?” Tanya Daniel.


“Iya aku mengerti, oh iya pa papa kenal dengan suami bu Nadia? Bu Nadia guru BK dulu yang sekarang sudah mengundurkan diri. Aku dengar suami bu Nadia seorang pelukis hebat juga dan dia bekerjasama dengan galeri tempat mama bekerja. Namanya bapak Fardan.” Kata Kevia.


“Papa mengenalnya, memangnya kenapa?” Tanya Daniel.


“Bagaimana papa bisa mengenalnya?” Tanya Kevia.


“Dulu dia adalah guru lukis yang mengajari mama melukis sampai mama bisa sehebat saat ini, dan bu Nadia itu adalah sahabat mama tentu saja papa mengenal keduanya.” Kata Daniel.


“Apakah sampai saat ini mama juga masih berteman dengan mereka maksud aku berteman dengan bu Nadia?” Tanya Kevia.


“Sepertinya masih berteman tapi tidak sedekat seperti dulu.” Kata Daniel.


“Apakah dulu pak Fardan juga tinggal di Korea bersama bu Nadia?” Tanya Kevia.


“Iya karena dia belajar melukis disana dan dulu dia juga mengajari mama melukis disana, intinya mama belajar melukis dari suami bu Nadia.” Kata Daniel.


“Sudah sampai, aku turun dulu ya pa.” Kata Kevia.


“Semangat belajarnya.” Kata Daniel.

__ADS_1


__ADS_2