Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 87


__ADS_3

Kini Abela dan Nando mulai berani menunjukkan kemesraan mereka kepada publik. Bahkan Nando sangat terobsesi dengan Abela, bisa dibilang Nando sedang bucin kepada Abela. Hari itu Abela sedang mengemasi semua barangnya yang ada di Bali untuk dibawa ke Jakarta karena Abela akan tinggal di Jakarta kembali. Nando membelikan apartemen untuk Abela di apartemen miliknya, sedangkan lantai paling atas akan dia tempati setelah menikahi Abela. Nando juga tinggal di apartemen tersebut yaitu di lantai paling atas. Abela sangat bahagia akhirnya bisa kembali ke Jakarta lagi dan dia kini merasa aman setelah Nando melamarnya. Setelah mengemasi semua barangnya, Abela dan anaknya serta ibunya bersiap-siap ke bandara untuk terbang ke Jakarta.


Setibanya di bandara Ngurai Rai Bali.


“Ma boleh tidak Darel memanggil om Nando dengan sebutan papa?” Tanya Darel.


“Hahahaha kenapa kamu terburu-buru? Panggil om Nando saja dulu sayang, nanti kalau om Nando menikahi mama barulah Darel boleh memanggil dengan sebutan papa.” Kata Abela.


“Hmmmm terlalu lama ma, boleh ya ma aku mohon.” Kata Darel.


“Kalau om Nando keberatan bagaimana?” Tanya Abela.


“Om Nando sangat senang jika aku memanggilnya dengan sebutan papa, tapi aku ingin memanggilnya berbeda ma. Haruskah aku memanggilnya ayah, papi atau daddy?” Kata Darel yang membuat Abela dan Antika tertawa terbahak-bahak.


“Terserah Darel saja, tapi bilang dulu sama om Nando.” Kata Abela.


“Sepertinya om Nando lebih cocok dipanggil daddy.” Kata Darel.


“Kamu kan tinggal di Indonesia kenapa memanggil om Nando dengan sebutan daddy?” Tanya Abela.


“Biar terlihat lebih gaul dan berbeda ma, kalau aku memanggilnya papa lalu apa bedanya dengan papa Adriano.” Kata Darel.


“Tanyakan dulu pada om Nando, kira-kira om Nando suka tidak jika kamu memanggilnya daddy.” Kata Abela.

__ADS_1


“Kamu ada-ada saja nak, membuat oma tertawa terus dari tadi.” Kata Antika.


“Nanti setibanya di Jakarta, aku akan menanyakannya ke om Nando.” Kata Darel.


“Darel sayang, ada yang ingin mama katakan kepadamu.” Kata Abela.


“Ada apa memangnya ma?” Tanya Darel.


“Kita nanti akan tinggal di apartemen milik om Nando, papa kamu juga tinggal di apartemen itu tapi berbeda lantai. Papa kamu tinggal di lantai 3, kalau kita nanti akan tinggal di lantai 65, sedangkan om Nando tinggal di lantai paling atas. Darel tidak keberatan kan?” Tanya Abela.”


“Selama aku tinggal dengan mama, aku tidak masalah kok ma. Lagipula ada om Nando yang selalu melindungi kita kan ma.” Kata Darel.


“Iya sayang.” Kata Abela.


**


Hari itu Abela mengantar Darel ke sekolah, saat mereka tiba di lobby, mereka bertemu dengan Ariana yang sedang menggendong bayinya.


“Darel.” Sapa Ariana.


“Ayo sayang kita pergi sekarang, papa Nando sudah menunggu.” Kata Abela, hari itu Nando akan ikut mengantar Abela dan Darel ke sekolahnya Darel.


“Ayo ma.” Kata Darel sambil menggandeng tangan ibunya.

__ADS_1


“Darel, ini adikmu juga. Kamu tidak ingin melihat adikmu?” Tanya Ariana.


“Jangan dengarkan dia, kita pergi saja.” Kata Abela.


“Kenapa kamu egois sekali dengan anakmu? Dia juga anak dari Adriano kan? Dia harus bisa menerima kenyataan kalau Diara adalah adiknya. Kita adalah keluarga Darel.” Kata Ariana.


“Darel jauh lebih bahagia jika tanpa Adriano.” Kata Abela lalu segera mengajak Drael pergi.


Kebetulan sekali Nando sudah tiba didepan jadi Abela dan Darel segera masuk kedalam mobil Nando.


“Ayo cepat masuk.” Teriak Nando dari dalam mobil.


“Selamat pagi papa Nando.” Kata Darel.


“Selamat pagi Darel.” Kata Nando.


“Ayo kita jalan sekarang.” Kata Abela.


“Lets go.” Kata Nando.


Info :


Hai hai, jangan lupa mampir di novel author yang berjudul "Truth and Revenge".

__ADS_1


Ditunggu like nya ya, setiap hari update loh.


Terima kasih.


__ADS_2