
Keesokan harinya, Abella bangun
kesiangan.
“Mas bangun, tolong jagain Darel
aku mau masak dulu.” Kata Abella.
“Ah aku masih ngantuk.” Kata
Marcelo.
Karena kesal, Abella pun memukul
lengan Marcelo dengan keras.
“Aduh, kamu kenapa sih
memukulku?” Tanya Marcelo.
“Kamu pilih mau masak atau jagain
Darel?” Tanya Abella.
“Aku lelah sayang seharian
kemarin bekerja.” Kata Marcelo.
“Kamu pikir aku tidak lelah
mengurus rumah dan juga Darel.” Kata Abella.
“Sialan, jadi selama ini Adriano
yang melakukan pekerjaan rumah tangga? Dia benar-benar suami yang baik pada
istrinya. Hmmmm baiklah aku akan menggantikanmu sebagai suami dan ayah yang
baik.” Kata Marcelo dalam hati.
“Biar aku yang masak saja, Darel
kamu yang jaga ya.” Kata Marcelo.
“Iya.” Kata Abella.
Kemudian Abella segera
menggendong bayinya dan mengajaknya ke teras depan rumahnya. Abella merasa
janggal dengan suaminya namun dia menganggap bahwa mungkin suaminya sedang
kelelahan bekerja.
“Mas Adriano aneh banget,
biasanya dia sangat perhatian sama anaknya. Pulang kerja langsung melihat Darel
pokoknya selalu ingin bersama Darel. Tapi sekarang dia seperti, ah lupakan
__ADS_1
mungkin dia sedang lelah bekerja.” Kata Abella dalam hati.
“Sayang.” Kata Marcelo tiba-tiba.
“Ada apa mas?” Tanya Abella.
“Gimana kalau kita mencari baby
sitter untuk Darel biar kita bisa berduaan dan bermesraan gitu. Aku juga kasian
sama kamu karena mengurus Darel sendirian sayang.” Kata Marcelo.
“Aku bisa mengurus anakku sendiri
kok mas, sudahlah tidak usah repot-repot mencari baby sitter. Lagipula ada mbak
Ayu yang bisa menggantikanku saat aku sedang sibuk. Nenek juga sering mampir ke
rumah jadi tidak perlu mencari baby sitter.” Kata Abella.
“Tapi kamu jadi tidak ada waktu
untuk mengurusku, bahkan aku minta berhubungan saja kamu seperti banyak alasan
untuk menolak.” Kata Marcelo.
“Harusnya kamu bisa lebih
mengerti aku mas, lagipula kemarin sebelum berangkat kerja kita sudah
berhubungan tapi kenapa kamu bilang kita lama belum melakukannya.” Kata Abella.
ingin melakukanya denganmu sayang. Sebentar yuk sayang, please aku mohon.” Kata
Marcelo merayu Abella.
“Aku sedang mengurus Darel mas.”
Kata Abella.
“Darel titipkan ke mbak Ayu saja,
dosa loh menolak permintaan suami.” Kata Marcelo.
“Baiklah.” Kata Abella.
“Mbak Ayu titip Darel dulu ya,
tolong mandikan dia dan beri dia asi.” Kata Marcelo.
“Baik pak.” Kata mbak Ayu.
Kemudian Marcelo mengajak Abella
kedalam kamarnya.
“Yes akhirnya aku bisa merasakan
apa yang selama ini dirasakan oleh si Adriano. Haha tenang saja istrimu akan
__ADS_1
aku jaga dan pastinya akan aku nikmati.” Kata Marcelo dalam hati.
Mula-mula Marcelo memeluk Abella
dan mulai mencium bibir Abella, saat akan mencium bibir Abella tiba-tiba ponsel
Abella berbunyi.
“Sebentar mas, ada telfon masuk.”
Kata Abella.
“Biarkan saja, cepat layani aku.”
Kata Marcelo.
“Siapa tau itu telfon penting,
tunggu sebentar.” Kata Abella.
Kemudian dia menerima telfon
tersebut.
“Hallo ini dengan siapa?” Tanya
Abella.
“Ini aku suamimu sayang, cepat
selamatkan diri dari orang yang ada disampingmu. Dia adalah seseorang yang
menyamar menjadi aku, dia memang sangat mirip denganku. Cepat jauhi dia atau
suruh dia pergi.”
“Ini siapa? Salah sambung.” Kata
Abella.
“Siapa sayang?” Tanya Marcelo.
“Bukan siapa-siapa, sepertinya
salah sambung mas.” Kata Abella.
“Matikan ponselmu.” Kata Marcelo.
Kemudian Marcelo mendekati Abella
kembali dan dia mulai melepas kancing baju Abella. Beruntung Darel menangis
sehingga Abella segera menghampiri anaknya.
“Darel nangis mas, sepertinya dia
haus dan butuh asi.” Kata Abella.
“Sial, hampir saja aku berhasil.”
__ADS_1
Kata Marcelo dalam hati.