Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 121


__ADS_3

Keesokan harinya, Abella bangun


kesiangan.


“Mas bangun, tolong jagain Darel


aku mau masak dulu.” Kata Abella.


“Ah aku masih ngantuk.” Kata


Marcelo.


Karena kesal, Abella pun memukul


lengan Marcelo dengan keras.


“Aduh, kamu kenapa sih


memukulku?” Tanya Marcelo.


“Kamu pilih mau masak atau jagain


Darel?” Tanya Abella.


“Aku lelah sayang seharian


kemarin bekerja.” Kata Marcelo.


“Kamu pikir aku tidak lelah


mengurus rumah dan juga Darel.” Kata Abella.


“Sialan, jadi selama ini Adriano


yang melakukan pekerjaan rumah tangga? Dia benar-benar suami yang baik pada


istrinya. Hmmmm baiklah aku akan menggantikanmu sebagai suami dan ayah yang


baik.” Kata Marcelo dalam hati.


“Biar aku yang masak saja, Darel


kamu yang jaga ya.” Kata Marcelo.


“Iya.” Kata Abella.


Kemudian Abella segera


menggendong bayinya dan mengajaknya ke teras depan rumahnya. Abella merasa


janggal dengan suaminya namun dia menganggap bahwa mungkin suaminya sedang


kelelahan bekerja.


“Mas Adriano aneh banget,


biasanya dia sangat perhatian sama anaknya. Pulang kerja langsung melihat Darel


pokoknya selalu ingin bersama Darel. Tapi sekarang dia seperti, ah lupakan

__ADS_1


mungkin dia sedang lelah bekerja.” Kata Abella dalam hati.


“Sayang.” Kata Marcelo tiba-tiba.


“Ada apa mas?” Tanya Abella.


“Gimana kalau kita mencari baby


sitter untuk Darel biar kita bisa berduaan dan bermesraan gitu. Aku juga kasian


sama kamu karena mengurus Darel sendirian sayang.” Kata Marcelo.


“Aku bisa mengurus anakku sendiri


kok mas, sudahlah tidak usah repot-repot mencari baby sitter. Lagipula ada mbak


Ayu yang bisa menggantikanku saat aku sedang sibuk. Nenek juga sering mampir ke


rumah jadi tidak perlu mencari baby sitter.” Kata Abella.


“Tapi kamu jadi tidak ada waktu


untuk mengurusku, bahkan aku minta berhubungan saja kamu seperti banyak alasan


untuk menolak.” Kata Marcelo.


“Harusnya kamu bisa lebih


mengerti aku mas, lagipula kemarin sebelum berangkat kerja kita sudah


berhubungan tapi kenapa kamu bilang kita lama belum melakukannya.” Kata Abella.


ingin melakukanya denganmu sayang. Sebentar yuk sayang, please aku mohon.” Kata


Marcelo merayu Abella.


“Aku sedang mengurus Darel mas.”


Kata Abella.


“Darel titipkan ke mbak Ayu saja,


dosa loh menolak permintaan suami.” Kata Marcelo.


“Baiklah.” Kata Abella.


“Mbak Ayu titip Darel dulu ya,


tolong mandikan dia dan beri dia asi.” Kata Marcelo.


“Baik pak.” Kata mbak Ayu.


Kemudian Marcelo mengajak Abella


kedalam kamarnya.


“Yes akhirnya aku bisa merasakan


apa yang selama ini dirasakan oleh si Adriano. Haha tenang saja istrimu akan

__ADS_1


aku jaga dan pastinya akan aku nikmati.” Kata Marcelo dalam hati.


Mula-mula Marcelo memeluk Abella


dan mulai mencium bibir Abella, saat akan mencium bibir Abella tiba-tiba ponsel


Abella berbunyi.


“Sebentar mas, ada telfon masuk.”


Kata Abella.


“Biarkan saja, cepat layani aku.”


Kata Marcelo.


“Siapa tau itu telfon penting,


tunggu sebentar.” Kata Abella.


Kemudian dia menerima telfon


tersebut.


“Hallo ini dengan siapa?” Tanya


Abella.


“Ini aku suamimu sayang, cepat


selamatkan diri dari orang yang ada disampingmu. Dia adalah seseorang yang


menyamar menjadi aku, dia memang sangat mirip denganku. Cepat jauhi dia atau


suruh dia pergi.”


“Ini siapa? Salah sambung.” Kata


Abella.


“Siapa sayang?” Tanya Marcelo.


“Bukan siapa-siapa, sepertinya


salah sambung mas.” Kata Abella.


“Matikan ponselmu.” Kata Marcelo.


Kemudian Marcelo mendekati Abella


kembali dan dia mulai melepas kancing baju Abella. Beruntung Darel menangis


sehingga Abella segera menghampiri anaknya.


“Darel nangis mas, sepertinya dia


haus dan butuh asi.” Kata Abella.


“Sial, hampir saja aku berhasil.”

__ADS_1


Kata Marcelo dalam hati.


__ADS_2