
Tiara marah-marah kepada satpam, akhirnya satpam tersebut mendorong Tiara hingga dia jatuh.
“Ini rumah saya pak, biarkan saya masuk.” Kata Tiara.
“Kamu lupa ya kalau kamu dan keluargamu yang koruptor itu sudah tidak tinggal lagi dirumah ini? Kamu sudah di usir dari sini, kamu masih belum bisa menerima kenyataan ya kalau kamu sudah tidak tinggal lagi disini, dasar keluarga koruptor miskin lagi dan menyebalkan.” Kata satpam tersebut sambil mendorong Tiara.
“Kamu tidak apa-apa? Biar aku bantu.” Kata Daniel.
“Astaga, kenapa aku baru ingat kalau ini bukan lagi rumahku.” Kata Tiara sambil menangis.
“Masuklah kedalam mobilku.” Kata Daniel.
Daniel tidak tau harus mengantar Tiara kemana karena lupa dengan jalan rumahnya akibat kecelakaan yang di alami dirinya dan pengaruh obat dari Sarah.
Akhirnya Daniel membawa Tiara ke rumahnya lagi.
“Kenapa aku bisa lupa dengan tempat tinggalku ya?” Tanya Tiara merasa ada yang aneh.
“Mana ponselmu? Kamu kan bisa menelfon keluarga terdekatmu.” Kata Daniel.
“Ponselku hilang entah kemana, aku bahkan tidak bisa menghubungi kakakku satu-satunya.” Kata Tiara.
“Lalu apa rencanamu ke depannya?” Tanya Daniel.
__ADS_1
“Bisakah bapak memberiku pekerjaan untukku?” Tanya Tiara.
“Apa ya? Waduh ibuku datang, kamu tunggu didalam kamar saja ya dan jangan keluar dari kamar.” Kata Daniel.
“Ah iya pak.” Kata Tiara. Akhirnya Tiara didalam kamar Daniel sedangkan Daniel menemui ibunya.
**
“Ada apa tiba-tiba datang kesini? Ibu kan bisa menelfonku dulu.” Kata Daniel.
“Apakah kamu sedang dekat dengan seorang wanita? Kalau tidak, ibu akan menikahkanmu dengan anak teman ibu yang sekarang tinggal di luar negeri.” Kata Anggita.
“Apa? Tidak bisa begitu bu, ibu juga harus mendengarkan pendapatku, aku juga belum tentu menyukainya kan.” Kata Daniel.
“Biarkan aku sendiri yang memilih pendampingku nanti, aku tidak ingin ibu selalu mengaturku.” Kata Daniel.
“Ibu beri waktu kamu satu minggu, minggu depan temui ibu dan bawa wanita pilihanmu itu, mengerti?” Kata Anggita lalu dia kembali pulang.
“Bagaimana ini, dalam waktu satu minggu mana bisa aku mendapakan seorang wanita.” Kata Daniel dalam hati.
“Pak, apa yang bisa saya bantu untuk bapak?” Tanya Tiara tiba-tiba muncul.
“Eh kamu.” Kata Daniel.
__ADS_1
“Aku bisa bekerja disini sebagai art untuk membalas kebaikan bapak kepadaku, bapak telah menolongku.” Kata Tiara.
“Tapi aku tidak terbiasa menggunakan jasa art, bahkan rumah ini aku sendiri yang mengurusnya.” Kata Daniel.
“Aku bisa melakukan pekerjaan rumah kok pak.” Kata Tiara.
“Bukankah kamu masih sekolah ya?” Tanya Daniel.
“Paginya aku pergi sekolah lalu sepulang sekolah aku bisa bekerja disini pak.” Jawab Tiara.
“Sebenarnya aku kasihan padanya, baiklah lebih baik aku biarkan saja dia bekerja dirumahku.” Kata Daniel dalam hati.
“Baiklah kamu bisa bekerja dirumahku.” Kata Daniel.
“Terima kasih banyak pak.” Kata Tiara.
“Iya, kamu bisa tidur dikamar tamu.” Kata Daniel.
“Baik pak.” Kata Tiara.
“Oh iya kamu tidak punya ponsel ya, nanti aku akan beri kamu ponsel.” Kata Daniel.
“Wah terima kasih banyak ya pak.” Kata Tiara sangat senang.
__ADS_1
“Iya sama-sama.” Kata Daniel.