
Abella dan Adriano pergi ke
sebuah pantai yang sangat terkenal di Bali. Setibanya disana.
“Wah pantai im coming.” Teriak Abella
sambil berlarian.
“Awas jatuh, astaga kayak anak
kecil deh. Memangnya kamu tidak pernah pergi ke pantai?” Tanya Adriano.
“Tentu saja pernah, tapi aku
sangat lama tidak pergi ke pantai mas. Mas kita naik banana boat yuk.” Kata Abella.
“Tidak mau, kamu kira aku anak
kecil naik seperti itu.” Kata Adriano.
“Ayolah mas, lagipula itu kan
umum dan siapa saja boleh naik. Ayo dong mas, kita naik itu yuk.” Paksa Abella.
“Hmmm baiklah, memangnya kamu
berani? Awas saja kalau memalukanku.” Kata Adriano.
“Tentu saja berani, kamu kira aku
penakut.” Kata Abella.
Kemudian mereka segera menaiki
banana boat. Tidak lama kemudian mereka tiba di tengah laut lepas, Abella dan
Adriano berteriak sangat kencang.
“Waaaaaaaaah.” Teriak Adriano.
“Aaaaaaaaaaaa im so happy.” Teriak
Abella.
Kemudian perahu mereka terbalik
sehingga mereka tercebur ke pantai, Abella pun berteriak karena ketakutan.
“Aaaaaa mas mas to to tolong aku.”
Teriak Abella.
“Hahaha tenang saja kamu tidak
akan tenggelam, kamu kan pakai life jacket.” Kata Adriano.
“Mas aku takut sekali, bagaimana
jika aku tenggelam.” Kata Abella ketakutan, akhirnya Adriano menggandeng tangan
__ADS_1
istrinya sedangkan Abella segera memeluk suaminya dengan sangat erat.
“Mas, aku sangat takut. Jangan jauh
dariku.” Kata Abella.
“Cepat naik lagi ke perahunya,
kita balik saja ke daratan.” Kata Adriano.
“Pegang tanganku ya mas, jangan
lepaskan tanganku.” Kata Abella.
“Aku akan memegangimu.” Kata Adriano.
Setibanya mereka di daratan.
“Woah benar-benar seru.” Kata Abella.
“Percuma penakut.” Kata Adriano.
“Wajar kali mas kalau aku
ketakutan seperti itu, kita mau kemana lagi nih mas?” Tanya Abella.
“Terserah kamu.” Kata Adriano.
“Aku mau ganti pakaian dulu ya
mas.” Kata Abella.
“Ok, aku akan menunggumu di cafe
“Baiklah.” Kata Abella.
Kemudian Abella segera berganti
pakaian di kamar mandi, namun disana ada Marisa, namun Abella tidak
mengetahuinya. Saat Abella masuk kedalam kamar mandi, Marisa menguncinya dari
luar, Abella juga ceroboh karena ponselnya tertinggal di wastafel dan dia hanya
membawa baju ganti saja kedalam kamar mandi. Setelah Marisa menguncinya, dia
segera mematikan ponsel milik Abella dan meninggalkannya di dekat wastafel lalu
dia pergi.
“Sepertinya kamu harus bermalam
disini ya.” Kata Marisa. Dia bahkan dengan tega menuliskan tanda bahwa kamar
mandi yang digunakan Abella sedang rusak.
“Selamat tinggal sayang hahaha,
malam ini Adriano adalah milikku.” Kata Marisa dalam hati.
__ADS_1
Kemudian Marisa menemui Adriano
yang sedang berada di kafe.
“Adriano, kita bertemu kembali.” Kata
Marisa.
“Sedang apa kamu disini?” Tanya Adriano.
“Tentu saja aku sedang berlibur,
dimana istrimu?” Tanya Marisa.
“Dia sedang di kamar mandi. Kamu berlibur
sendiri?” Tanya Adriano.
“Iya, aku sedang berlibur sendiri
tiba-tiba aku kepikiran dengan kenangan kita dulu saat berlibur bersama, kita
bahkan ke pantai berdua kemudian kuliner bersama dan selalu bersama. Apakah kamu
masih mengingatnya?” Tanya Marisa.
“Aku akan segera melupakannya.” Kata
Adriano.
“Aku yakin pasti kamu masih
mengingatnya.” Kata Marisa.
“Apakah kamu sengaja mengikutiku
kesini?” Tanya Adriano.
“Tidak, mungkin itu sebuah takdir
yang ingin mempersatukan kita kembali. Bukankah ini sebuah kebetulan?” Tanya Marisa.
“Tidak usah bicara omong kosong,
pergilah karena sebentar lagi istriku datang. Aku tidak ingin dia melihatmu
disini.” Kata Adriano.
“Aku akan pergi setelah dia
disini, mana mungkin aku meninggalkanmu sendiri.” Kata Marisa.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Baca juga novelku yang lain ya seperti Menua Bersamamu dan Lavera Club : War of Life (terinspirasi dari drama korea the penthouse).
Terima kasih.