
Abela tiba dirumah.
“Awasi istrimu agar dia tidak menemui ibunya.” Kata nenek Abela.
“Baik nek.” Jawab Adriano.
Kemudian Abela segera masuk kedalam kamar.
“Tidurlah, pasti kamu sangat lelah.” Kata Adriano.
“Aku ingin menjaga ibuku di rumah sakit, sepertinya banyak yang ingin dia katakan kepadaku.” Kata Abela.
“Mulai hari ini dan seterusnya jangan temui dia lagi demi kebaikanmu.” Kata Adriano.
“Kenapa tiba-tiba kamu jadi seperti ini mas? Bukankah kamu yang menyuruhku untuk menemui ibuku?” Tanya Abela.
“Karena saat itu nenek belum mengetahui bahwa aku sering menemuinya, tapi setelah nenek mengetahui bahwa aku sering menemui ibumu, nenek sangat murka denganku dan kemarin dia memarahiku. Makanya aku tidak ingin nenek melukaimu lagi jadi lebih baik jangan menemui ibumu lagi.” Kata Adriano.
“Bagaimana jika ibumu sedang sakit mas?” Tanya Abela.
“Ini beda situasi, ibuku tidak meninggalkanku tentu saja berbeda dengan ibumu.” Kata Adriano.
“Apa kamu bilang? Jangan pernah membandingkan ibumu dengan ibuku ya, aku akan berusaha untuk merawat dan menjaga mama sampai dia sadar kembali.” Kata Abela.
“Dengan meminta bantuan dari si Nando itu?” Tanya Adriano.
“Lalu aku harus meminta bantuan dari siapa lagi mas? Kamu sebagai suamiku juga tidak bisa membantuku kan?” Kata Abela.
“Aku akan meminta bantuan kepada dokter agar merawat ibumu dengan baik sampai sembuh, aku tidak suka jika kamu terus meminta bantuan dari Nando.” Kata Adriano.
“Apakah aku bisa mempercayaimu? Aku hanya takut kamu akan membuat ibuku terluka.” Kata Abela.
“Jangan khawatir, kamu bisa mengandalkanku.” Kata Adriano.
**
Keesokan harinya.
Adriano mengantar istrinya pergi ke tempat kerja.
“Sampai kapan kamu akan mengantarku dan mengawasiku seperti ini?” Tanya Abela.
“Aku tidak mau kamu semakin terluka saja sayang.” Kata Adriano.
“Hatiku akan sembuh jika aku bertemu dengan ibuku, aku tidak ingin menyesal.” Kata Abela.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan nenek? Dia pasti akan selalu memantau kita.” Kata Adriano.
“Aku bisa menghadapi nenek, aku mohon tolong antarkan aku ke rumah sakit setelah itu kamu bisa pergi. Aku tidak ingin menyesal mas, selama ini aku tidak pernah bertemu dengannya sejak saat itu.” Kata Abela.
Karena kasihan dengan istrinya akhirnya Adriano mengantar istrinya ke rumah sakit untuk menemui ibunya.
Setibanya dirumah sakit.
“Aku turun dulu ya, terima kasih banyak mas.” Kata Abela.
“Hati-hati ya dan jangan terlalu lama.” Kata Adriano.
“Baiklah, jangan khawatir.” Kata Abela.
Lalu Abela segera masuk kedalam sedangkan Adriano menelfon neneknya untuk melaporkan istrinya.
“Hallo nek, Abela sedang menuju ke ruang inap mama Antika.” Kata Adriano.
“Terima kasih, biar nenek yang mengatasi masalah ini.” Kata nenek Abela.
**
Abela menuju ke ruang inap ibunya. Dia pun segera masuk kedalam.
“Mama, aku datang.” Kata Abela.
Abela setia menunggu ibunya disampingnya. Tiba-tiba Abela merasa ada yang aneh dengan ibunya.
“Kenapa badan mama sangat dingin, astaga kenapa alat yang terpasang dalam keadaan off? Siapa yang melakukan ini, dokter dokter dokter.” Teriak Abela lalu memanggil dokter.
“Tolong selamatkan ibuku, kenapa alat yang terpasang dalam keadaan off dok?” Tanya Abela.
“Silahkan tunggu diluar, kami akan memeriksa pasien.” Kata dokter.
“Tolong selamatkan ibu saya.” Kata Abela.
Abela pun menangis, lalu dia menelfon suaminya namun tidak ada jawaban. Akhirnya dia putus asa dan dia menelfon Nando.
Tidak lama kemudian Nando pun tiba di rumah sakit.
“Apa yang terjadi?” Tanya Nando.
“Mama, mama sedang kritis. Tadi alat yang terpasang di tubuhnya tiba-tiba off.” Kata Abela.
“Tunggu disini sebentar.” Kata Nando.
__ADS_1
“Jangan pergi.” Kata Abela.
“Semua akan baik-baik saja kok, ada yang ingin aku selidiki.” Kata Nando.
Nando pergi ke bagian keamanan untuk mengecek cctv dengan memanfaatkan privilege yang dia miliki.
Betapa terkejutnya Nando, ternyata sebelum Abela datang nenek Abela menemui Antika.
“Bagaimana jika Abela mengetahui bahwa neneknya yang mencelakai ibunya, pasti Abela akan sangat sedih.” Kata Nando dalam hati.
Nando meminta salinan video cctv tersebut dan segera kembali ke Abela.
Disana Abela justru sedang bersama neneknya, akhirnya Nando hanya bisa mengamatinya dari kejauhan.
“Ayo cepat pulang, untuk apa kamu menghampirinya lagi.” Bentak nenek Abela.
“Lepaskan aku nek, aku akan menjaga mama sampai dia sembuh, dia butuh kita nek.” Kata Abela.
“Kamu susah sekali ya di atur sejak bertemu dengan wanita itu, pikirkan suami dan juga anakmu Darel.” Kata nenek Abela.
“Darel sangat menyayangi oma nya nek, aku yakin pasti Darel sedih melihat kondisi oma nya yang terbaring sakit tak berdaya.” Kata Abela.
“Kenapa nenek selalu melarangku untuk bertemu dengan mama? Mama adalah anak kandung nenek kan, apakah nenek tidak kasihan dengan mama? Apakah hati nenek sudah tertutup?” Kata Abela.
Karena kesal, nenek Abela pun menampar Abela dengan sangat kencang.
“Ahhhhh.” Kata Abela merintih kesakitan.
“Mulai sekarang, kamu bukan lagi cucuku. Pergi kamu dari hidupku dan aku akan membawa Darel sebagai gantinya.” Kata nenek Abela.
“Darel anakku jadi akulah yang berhak untuk membawanya, lagipula nenek tidak ada hak atas Darel, Darel masih mempunyai kedua orang tuanya.” Kata Abela.
“Aku akan membuatmu kehilangan Darel, mengerti kamu.” Kata nenek Abela lalu pergi.
Abela pun mengejar neneknya namun ditahan oleh asisten pribadi neneknya.
“Lepaskan aku, aku tidak akan membiarkan nenek mengambil apa yang aku miliki.” Teriak Abela.
“Lepaskan dia.” Kata Nando sambil melepaskan Abela dari cengkeraman asisten pribadi nenek Abela.
“Nando.” Kata Abela.
“Ibumu sudah sadar, cepat temui dia.” Kata Nando.
“Benarkah?” Tanya Abela.
__ADS_1
Kemudian Abela segera berlari untuk menemui ibunya.