Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 107


__ADS_3

Abella tetap mengejar suaminya


namun dia justru menabrak sebuah truk besar dan berteriak dan tiba-tiba dia


sudah berada diatas lantai kamar tidurnya.


“Astaga, ternyata aku hanya


mimpi. Mas Adriano pergi kemana? Aku harus mencarinya.” Kata Abella segera


keluar dari kamar.


“Selamat pagi istriku, sudah


bangun?” Tanya Adriano dari meja makan.


“Mas kamu tidak apa-apa kan? Kamu


tidak akan pergi meninggalkan aku kan mas?” Tanya Abella sambil memeluk


suaminya erat.


“Kamu mimpi buruk ya? Tidak


mungkin aku meninggalkanmu apalagi kamu belum memberikanku seorang anak.” Kata Adriano.


“Mas aku mimpi kamu sakit lalu


tiba-tiba kamu minta cerai dan kamu pergi meninggalkanku. Aku sangat takut mas.”


Kata Abella.


“Tidak usah dipikirkan sayang,


itu hanyalah mimpi. Percaya padaku bahwa aku tidak akan mengatakan hal seperti


itu padamu. Sarapan dulu yuk.” Kata Adriano.


“Kamu masak apa mas?” Tanya


Abella.


“Aku memasak zuppa soup.” Kata Adriano.



“Suapin aku mas.” Kata Abella


manja.


“Duduklah.” Kata Adriano.


“Duduk dimana?” Tanya Abella,


tiba-tiba Adriano menggendong istrinya dan menaikkannya ke atas meja makan.


“Aaaaa kok aku duduk diatas meja


sih sayang?” Tanya Abella.


“Karena kamu terlalu pendek.” Kata

__ADS_1


Adriano sambil menyuapi makanan ke mulut istrinya.


“Bukan aku yang pendek, tapi kamu


yang tingginya berlebihan mas.” Gerutu Abella.


“Jangan banyak alasan apalagi


membela diri.” Kata Adriano.


“Mas mimpiku tadi pertanda apa ya


kira-kira? Bukan pertanda buruk buat kita kan?” Tanya Abella.


“Tidak usah dipikirkan sayang,


makan yang banyak ya.” Kata Adriano sambil terus menyuapi istrinya.


“Kamu makan juga dong sayang.” Kata


Abella.


“Nanti saja setelah kamu makan.” Kata


Adriano.


“Kok jadi kamu yang menyiapkan


sarapan sih mas? Harusnya aku yang memasak tapi lagi-lagi aku bangun kesiangan.”


Kata Abella.


mempermasalahkan hal itu, lagipula kamu itu istriku bukan pembantuku jadi mau aku


atau kamu yang memasak bagiku itu tidak jadi masalah. Lagipula aku kan sering


meninggalkanmu saat aku kerja, selagi aku dirumah aku akan melayanimu.” Kata Adriano.


“Bilang saja kamu ingin dibilang


suami sempurna kan? Suami yang romantis kan? Hmmm bisa saja kalau beralasan.” Gerutu


Abella.


“Hahahahah kamu tau saja deh.”


Kata Adriano sambil mencubit pipi istrinya.


“Aduh sakit mas pipiku.” Kata Abella.


“Pipimu menggemaskan, sepertinya


berat badanmu bertambah ya.” Kata Adriano.


“Memangnya kenapa? Kamu kecewa ya


denganku?” Tanya Abella.


“Tidak lah, justru kalau kamu semakin


berisi terlihat semakin sexy aduhai dan pasti semakin empuk haha.” Goda

__ADS_1


Adriano.


“Tapi aku tidak mau jika berat


badanku bertambah mas, aku akan tetap mempertahankan berat badan idealku.” Kata


Abella.


“Terserah kamu sayang. Kamu bawa


bekal tidak?” Tanya Adriano.


“Tidak perlu mas, nanti siang aku


mau makan bersama kak Naila.” Kata Abella.


“Oh jadi sudah punya teman?”


Tanya Adriano.


“Tentu saja punya.” Kata Abella.


**


Adriano pergi mengantarkan


istrinya.


“Aku turun dulu mas, terima kasih


sayang.” Kata Abella.


“Aku juga mau ke kantor hari ini.”


Kata Adriano.


“Loh kamu ada jadwal terbang? Bukankah


hari ini kamu libur mas?” Tanya Abella.


“Memang aku sedang libur hari ini


tapi aku ada project.” Kata Adriano.


“Hah project? Memangnya project


apa mas?” Tanya Abella.


“Nanti kamu juga tau sendiri kok,


sudah jangan banyak bertanya cepat pergi bekerja sana.” Kata Adriano.


“Dasar menyebalkan, aku kan ingin


tau apa yang akan kamu lakukan karena aku adalah istrimu mas.” Kata Abella


kesal.


“Tunggu saja, nanti kamu bakal


tau dengan sendirinya.” Kata Adriano.

__ADS_1


__ADS_2