
Abella tetap mengejar suaminya
namun dia justru menabrak sebuah truk besar dan berteriak dan tiba-tiba dia
sudah berada diatas lantai kamar tidurnya.
“Astaga, ternyata aku hanya
mimpi. Mas Adriano pergi kemana? Aku harus mencarinya.” Kata Abella segera
keluar dari kamar.
“Selamat pagi istriku, sudah
bangun?” Tanya Adriano dari meja makan.
“Mas kamu tidak apa-apa kan? Kamu
tidak akan pergi meninggalkan aku kan mas?” Tanya Abella sambil memeluk
suaminya erat.
“Kamu mimpi buruk ya? Tidak
mungkin aku meninggalkanmu apalagi kamu belum memberikanku seorang anak.” Kata Adriano.
“Mas aku mimpi kamu sakit lalu
tiba-tiba kamu minta cerai dan kamu pergi meninggalkanku. Aku sangat takut mas.”
Kata Abella.
“Tidak usah dipikirkan sayang,
itu hanyalah mimpi. Percaya padaku bahwa aku tidak akan mengatakan hal seperti
itu padamu. Sarapan dulu yuk.” Kata Adriano.
“Kamu masak apa mas?” Tanya
Abella.
“Aku memasak zuppa soup.” Kata Adriano.
“Suapin aku mas.” Kata Abella
manja.
“Duduklah.” Kata Adriano.
“Duduk dimana?” Tanya Abella,
tiba-tiba Adriano menggendong istrinya dan menaikkannya ke atas meja makan.
“Aaaaa kok aku duduk diatas meja
sih sayang?” Tanya Abella.
“Karena kamu terlalu pendek.” Kata
__ADS_1
Adriano sambil menyuapi makanan ke mulut istrinya.
“Bukan aku yang pendek, tapi kamu
yang tingginya berlebihan mas.” Gerutu Abella.
“Jangan banyak alasan apalagi
membela diri.” Kata Adriano.
“Mas mimpiku tadi pertanda apa ya
kira-kira? Bukan pertanda buruk buat kita kan?” Tanya Abella.
“Tidak usah dipikirkan sayang,
makan yang banyak ya.” Kata Adriano sambil terus menyuapi istrinya.
“Kamu makan juga dong sayang.” Kata
Abella.
“Nanti saja setelah kamu makan.” Kata
Adriano.
“Kok jadi kamu yang menyiapkan
sarapan sih mas? Harusnya aku yang memasak tapi lagi-lagi aku bangun kesiangan.”
Kata Abella.
mempermasalahkan hal itu, lagipula kamu itu istriku bukan pembantuku jadi mau aku
atau kamu yang memasak bagiku itu tidak jadi masalah. Lagipula aku kan sering
meninggalkanmu saat aku kerja, selagi aku dirumah aku akan melayanimu.” Kata Adriano.
“Bilang saja kamu ingin dibilang
suami sempurna kan? Suami yang romantis kan? Hmmm bisa saja kalau beralasan.” Gerutu
Abella.
“Hahahahah kamu tau saja deh.”
Kata Adriano sambil mencubit pipi istrinya.
“Aduh sakit mas pipiku.” Kata Abella.
“Pipimu menggemaskan, sepertinya
berat badanmu bertambah ya.” Kata Adriano.
“Memangnya kenapa? Kamu kecewa ya
denganku?” Tanya Abella.
“Tidak lah, justru kalau kamu semakin
berisi terlihat semakin sexy aduhai dan pasti semakin empuk haha.” Goda
__ADS_1
Adriano.
“Tapi aku tidak mau jika berat
badanku bertambah mas, aku akan tetap mempertahankan berat badan idealku.” Kata
Abella.
“Terserah kamu sayang. Kamu bawa
bekal tidak?” Tanya Adriano.
“Tidak perlu mas, nanti siang aku
mau makan bersama kak Naila.” Kata Abella.
“Oh jadi sudah punya teman?”
Tanya Adriano.
“Tentu saja punya.” Kata Abella.
**
Adriano pergi mengantarkan
istrinya.
“Aku turun dulu mas, terima kasih
sayang.” Kata Abella.
“Aku juga mau ke kantor hari ini.”
Kata Adriano.
“Loh kamu ada jadwal terbang? Bukankah
hari ini kamu libur mas?” Tanya Abella.
“Memang aku sedang libur hari ini
tapi aku ada project.” Kata Adriano.
“Hah project? Memangnya project
apa mas?” Tanya Abella.
“Nanti kamu juga tau sendiri kok,
sudah jangan banyak bertanya cepat pergi bekerja sana.” Kata Adriano.
“Dasar menyebalkan, aku kan ingin
tau apa yang akan kamu lakukan karena aku adalah istrimu mas.” Kata Abella
kesal.
“Tunggu saja, nanti kamu bakal
tau dengan sendirinya.” Kata Adriano.
__ADS_1