Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 97


__ADS_3

Nando sedang makan bersama Abela. Kemudian Nando berencana akan mengadakan pesta ulang tahun Darel.


“Sayang.” Kata Nando.


“Ada apa?” Tanya Abela.


“Sebentar lagi Darel ulang tahun kan? Bagaimana kalau kita mengadakan pesta ulang tahun untuknya? Kita juga bisa mengundang teman sekolahnya.” Kata Nando.


“Ya ampun sayang.” Kata Abela.


“Loh kenapa? Kamu tidak setuju ya?” Tanya Nando.


“Bukan begitu, aku hanya terharu karena kamu sangat perhatian dengan anakku, aku ibunya saja tidak ada pikiran akan hal itu.” Kata Abela.


“Darel kan juga akan segera menjadi anakku sayang.” Kata Nando.


“Kapan hari Darel pernah bilang padaku, kalau dia ingin ulang tahunnya dirayakan lalu aku bilang padanya kalau aku akhir-akhir ini sangat sibuk jadi sepertinya tahun berikutnya saja.” Kata Abela.


“Biar aku yang mengurus semuanya, jangan khawatir aku juga akan mengajak Darel untuk mengatur pestanya, aku ingin dia yang menentukan background yang dia inginkan dan konsep apa yang dia inginkan untuk pesta ulang tahunnya nanti.” Kata Nando.


“Darel paling suka dengan karakter kartun superhero sayang, pasti dia ingin pesta ulang tahunnya berkonsep itu.” Kata Abela.

__ADS_1


“Bagus juga itu, aku akan mengajak Darel untuk menyusun konsep pestanya.” Kata Nando.


“Terima kasih banyak sayang, aku bersyukur memilikimu.” Kata Abela.


“Aku juga sedang memikirkan pesta pernikahan kita, aku ingin pesta pernikahan kita di sebuah tempat yang sangat privasi agar kamu lebih nyaman karena acara kita adalah acara penting. Bagaimana menurutmu?” Tanya Nando.


“Jadi kamu akan menikahiku?” Tanya Abela dengan ekspresi sangat bahagia.


“Tentu saja, aku sudah tidak sabar ingin menikah denganmu dan menjadi pasangan suami istri.” Kata Nando.


“Lalu kapan kamu akan menikahiku?” Tanya Abela.


“Aku berencana menggelar pesta pernikahan kita di Singapore, karena keluargaku ada disana semua termasuk orang tuaku. Bagaimana kalau di akhir tahun ini? Sekaligus bulan madu dan liburan akhir tahun disana.” Kata Nando.


“Boleh sayang.” Kata Nando. Kemudian Abela mendekati Nando lalu memeluknya.


“I love you sayang.” Kata Abela.


 


 

__ADS_1


**


Dirumah Adriano dan Ariana.


Adriano bangun terlebih dahulu karena suara tangisan Diara. Kemudian Adriano segera menghampiri anaknya lalu menggendongnya dan menenangkannya.


“Diara sayang kenapa menangis? Diara lapar ya? Papa buatkan susu dulu ya, tunggu sebentar ya sayang.” Kata Adriano, dia menggendong Diara sambil membuatkan susu untuk anaknya. Sedangkan Ariana masih tertidur karena semalam pulang larut malam.


“Papa sangat ingin sekali Diara bisa bertemu dengan kakaknya Diara yaitu kak Darel, sebentar lagi kakak Darel ulang tahun, nanti kita kasih ucapan untuk kakak Darel ya sayang.” Kata Adriano kepada Diara.


Tiba-tiba Ariana bangun dan menghampiri suaminya yang sedang menggendong anaknya.


“Untuk apa kamu memberi ucapan selamat kepada Darel? Bukankah mereka sudah tidak mau menerimamu kembali? Lupakan mereka mas, bahkan anakmu saja sudah melupakanmu, hanya aku dan Diara yang setia kepadamu mas.” Kata Ariana.


“Tetap saja Darel adalah anakku sampai kapanpun, kamu tidak berhak melarangku untuk menemui Darel.” Kata Adriano.


“Masalahnya kalau kamu menemui Darel, pasti kamu akan bertemu dengan mantan istrimu juga mas, aku tidak menyukainya.” Kata Ariana.


“Dia ibu anakku, wajar saja jika aku bertemu dengannya.” Kata Adriano.


“Itu dulu, sekarang akulah istrimu mas. Lagipula mantan istrimu akan segera menikah kan dengan orang lain, jadi sebaiknya lupakan dia untuk selamanya mas.” Kata Ariana.

__ADS_1


“Aku siap-siap mau berangkat kerja, jaga Diara.” Kata Adriano lalu menyerahkan Diara kepada Ariana.


__ADS_2