Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 156


__ADS_3

Setibanya di Surabaya, mereka segera menghadiri acara pernikahan


Marcelo di hotel. Setibanya di hotel.


“Adriano, terima kasih sudah datang.” Kata Marcelo sambil memeluk


Adriano.


“Eh stop stop jangan memeluk suamiku sembarangan. Aku masih belum


percaya sepenuhnya denganmu.” Kata Abella sambil memisahkan mereka berdua.


“Maafkan aku, aku sangat senang karena kalian bisa datang kesini. Oh


iya kenalkan ini istriku namanya Karina.” Kata Marcelo.


“Perkenalkan namaku Karina.” Kata Karina.


“Kamu kenal dimana dengan Marcelo? Apakah kamu tau semua keburukan


suami kamu itu? Sebaiknya kamu hati-hati dengannya, dia bukan laki-laki yang


baik.” Kata Abella dengan kesal.


“Sayang jangan bicara seperti itu.” Bisik Adriano.


“Tidak apa-apa, Karina adalah temanku saat di Singapore. Jangan


khawatir aku dan Karina mengenal dengan baik satu sama lain kok.” Kata Marcelo.


“Aku minta maaf pada kalian berdua atas nama suamiku, kesalahan suamiku


memang sangat fatal tapi dia sudah berubah kok. Bahkan dia rela melakukan


operasi wajahnya.” Kata Karina.


“Memang seharusnya dia operasi wajahnya karena itu kesalahan dia


sendiri.” Kata Abella.


“Bagaimana kalau kita foto bersama saja?” Tanya Adriano.


“Aku tidak mau, aku mau menemani Darel saja.” Kata Abella lalu dia


keluar.


“Maafkan istriku, memang tadi dia tidak ingin datang kesini tapi aku


memaksanya. Terkadang penyakit kekanak-kanakannya sangat menyebalkan hehe.”


Kata Adriano.


“Tidak apa-apa, kamu harus menjaga istrimu dengan baik.” Kata Marcelo.


“Kamu juga harus menjaga Karina dengan baik. Setelah ini kalian mau


kembali ke Singapore atau bagaimana? Atau mau menetap di Surabaya?” Tanya


Adriano.


“Aku dan Karina berencana untuk tinggal di Surabaya saja, bisnisku


dengannya juga saat ini sedang berkembang jauh lebih baik, ini semua berkat


usaha istriku juga.” Kata Marcelo.


“Aku percaya kalau kamu bisa berubah menjadi lebih baik, jangan sampai


kejadian waktu itu terulang kembali, ingat kita ini adalah saudara.” Kata Adriano.


“Sekali lagi maafkan aku ya.” Kata Marcelo.

__ADS_1


**


Selesai menghadiri acara pernikahan Marcelo, Adriano kembali ke


penginapan bersama istri dan anaknya.


“Mas, kakiku sangat lelah.” Kata Abella.


“Ma dedek pengen pergi berenang bersama mama.” Kata Darel.


“Kaki mama sakit sayang karena kelelahan.” Kata Abella.


“Renang sama papa saja yuk.” Kata Adriano.


“Mama dikamar sendiri dong, kasian mama pa.” Kata Darel.


“Sekarang kita pergi berenang yuk, papa akan menggendong mama kamu


turun ke bawah, nanti mama bisa duduk-duduk di pinggir kolam sambil mengawasi


Darel, bagaimana?” Tanya Adriano.


“Setuju pa, memangnya papa kuat menggendong mama?” Tanya Darel.


“Tentu saja papa kuat. Sekarang ambil baju renang Darel ya. Papa juga


mau siap-siap.” Kata Adriano.


“Aku dikamar saja, kalian berdua saja yang turun ke bawah.” Kata Abella.


“Ayolah sayang, kasian Darel. Kita jauh-jauh kesini sekalian saja kita


berlibur. Kamu duduk saja nanti di pinggir kolam ya. Makanya jangan memakai


sepatu hak tinggi biar kaki kamu tidak kesakitan dan kelelahan.” Kata Adriano.


“Makanya jangan tumbuh terlalu tinggi dong.” Gerutu Abella.


sambil mencium mesra istrinya.


“Jangan lama-lama ah kalau menciumku nanti Darel melihatnya.” Kata Abella.


“Iya, ayo kita turun ke bawah.” Kata Adriano.


“Aku bisa jalan sendiri, kamu gendong Darel saja.” Kata Abella.


“Kamu yakin? Nanti kamu cemburu.” Kata Adriano.


“Astaga, mana mungkin aku cemburu dengan anakku sendiri mas.” Kata


Abella.


“Ayo mama cepat naik di punggungku.” Kata Adriano sambil menggendong


istrinya di punggung dan sambil menggandeng anaknya.


“Mama lucu banget digendong seperti itu kayak anak kecil hahaha.” Kata


Darel.


“Papa kamu memang selalu membuat mama malu deh.” Kata Abella sambil


tertawa keasyikan.


“Nanti selesai renang, gantian papa yang menggendong Darel.” Kata


Adriano.


“Hore.” Teriak Darel.


**

__ADS_1


Selesai renang, Adriano langsung menidurkan anaknya.


“Pa, Darel ngantuk.” Kata Darel.


“Tidur sama papa yuk, mama masih menata barang-barang kita


karena besok pagi harus check out.” Kata Adriano.


“Besok kita mau pergi kemana lagi pa?” Tanya Darel.


“Kita mau pindah hotel sayang terus besok kita mau ke wahana


yang sangat bagus, papa yakin pasti Darel akan suka.” Kata Adriano.


“Disana ada tempat renangnya kan pa?” Tanya Darel.


“Tentu saja ada.” Kata Adriano.


“Darel cepat tidur biar besok bangunnya tidak kesiangan.” Kata


Abella.


“Iya ma, selamat malam mama dan papa.” Kata Darel.


Setelah Darel tertidur pulas, Adriano mulai menjahili


istrinya dengan menggelitik perutnya.


“Aaaaa geli sayang.” Kata Abella.


“Keluar yuk, kita bbq an sambil memandang bintang pasti seru.”


Kata Adriano.


“Gendong aku sayang.” Kata Abella.


“Lets Go.” Kata Adriano sambil menggendong mesra istrinya menuju


ke balkon hotel mereka.


“Wah indah sekali pemandangan mas, disini sangat sejuk. Aku ingin


berlama-lama disini.” Kata Abella.


“Ah senangnya menikmati pemandangan hari ini sambil memelukmu


dengan mesra. Terima kasih banyak sayang, aku sangat mencintaimu.” Kata Adriano.


“Aku mencintaimu juga suamiku, jangan pernah meninggalkanku


ya sayang.” Kata Abella.


“Tentu saja, I love you istriku.” Kata Adriano.


 





HAPPY ENDING


Info :


Terima kasih untuk semua viewers tercinta.


Jangan lupa mampir ke novelku terbaru ya judulnya "Sky Tower palace".


Ditunggu like nya ya, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2