
Malam harinya, Abela menemui Ariana di apartemennya. Setibanya di apartemen Ariana, Ariana sangat kaget dengan kedatangan Abela.
“Abela?” Tanya Ariana.
Seketika Abela menampar pipi Ariana.
Plak
“Ahhhh apa yang kamu lakukan?” Tanya Ariana.
“Berani sekali kamu membawa anakku pergi, apa yang sedang ingin kamu rencanakan? Apakah kamu ingin mengambil hati anakku?” Tanya Abela.
“Aku hanya ingin dekat dengan Darel, tidak ada maksud jahat padanya.” Kata Ariana.
“Oh jadi kamu ingin di anggap sebagai ibu oleh Darel? Sampai kapanpun, jangan pernah mengambil hati anakku, kamu boleh saja mengambil hati suamiku tapi tidak dengan anakku. Jika kamu berani melakukan hal itu lagi, aku akan pastikan hidupmu menderita. Ingat itu baik-baik.” Kata Abela.
Tiba-tiba Ariana jatuh pingsan, Abela pun panik dan bingung harus pergi atau membantu Ariana.
“Hei cepat bangun, cepat bangun. Jangan bercanda kamu.” Kata Abela sambil menggerak-gerakkan tubuh Ariana, namun tidak bangun juga. Akhirnya Abela membawa Ariana ke rumah sakit terdekat.
Setibanya dirumah sakit, dokter segera memeriksanya. Abela segera menghubungi Adriano tapi tidak ada jawaban. Tidak lama kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
“Bagaimana keadaan pasien? Dia sakit apa dok?” Tanya Abela.
“Selamat, pasien positif hamil, usia kandungannya saat ini 3 minggu.” Kata dokter.
__ADS_1
Abela sangat kaget mendengar pernyataan dari dokter tersebut, perasaan dia sangat campur aduk dan hatinya hancur berkeping-keping. Kini tidak ada harapan lagi bagi dia untuk bisa memperbaiki rumah tangganya dengan suaminya, yang dia inginkan saat ini adalah segera berpisah dengan suaminya. Kemudian dia segera pergi dari rumah sakit, saat di tempat parkir dia melihat suaminya memarkir mobil. Akhirnya Abela menghampiri Adriano.
“Teganya kamu melakukan itu kepadaku.” Kata Abela.
“Abela, kenapa kamu ada disini? Siapa yang sakit?” Tanya Adriano.
“Inikah alasanmu memintaku untuk memberimu waktu? Kamu benar-benar jahat mas, tega sekali kamu menyakitiku, aku menemui wanita itu untuk memperingatkannya agar tidak mengganggu Darel lagi, lalu dia pingsan dan akulah yang membawanya ke rumah sakit dan dokter bilang dia sedang hamil 3 minggu. Aku menyesal membawnya ke rumah sakit, seharusnya aku biarkan saja agar keduanya tidak selamat. Aku minta segera ceraikan aku sekarang juga.” Kata Abela.
“Tidak bisa, kita tidak bisa berpisah. Aku bisa menjelaskan semuanya.” Kata Adriano.
“Apa lagi yang perlu dijelaskan? Semuanya sudah jelas bagiku.” Kata Abela.
“Itu adalah sebuah kesalahan dan aku menyesalinya.” Kata Adriano.
“Itu bukan anakku.” Kata Adriano.
“Kamu masih saja tidak mau mengakui kesalahanmu? Kamu benar-benar laki-laki brengsek, aku menyesal menikah denganmu, seharusnya aku tidak bertemu denganmu. Aku akan segera mengajukan gugatan perceraian kita dan aku tidak peduli kamu setuju atau tidak tapi tolong lakukan ini jika kamu ingin menebus kesalahanmu kepadaku, kabulkan permintaanku kali ini.” Kata Abela.
“Apakah kamu yakin? Aku akan meninggalkannya dan kita kembali lagi bersama.” Kata Adriano.
“Lalu kamu akan membuang anakmu begitu saja? Ayah macam apa kamu yang tega membuang anakmu begitu saja.” Kata Abela.
“Aku kan sudah bilang kalau itu sebuah kesalahan, kali ini tolong maafkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu.” Kata Adriano sambil memeluk Abela, namun Abela mendorongnya.
“Jika kamu benar mencintaiku dan Darel, jika kamu tidak bisa hidup tanpa aku pasti kamu tidak akan sampai melakukan sejauh ini. Apa yang dimiliki wanita itu yang tidak bisa kuberikan untukmu?” Tanya Abela.
__ADS_1
“Kamu jauh lebih sempurna dan tidak ada duanya.” Kata Adriano.
“Lalu kenapa kamu sampai tergoda olehnya? Apa jangan-jangan kamu yang mulai mendekatinya? Jawab aku apa kelebihan dia dibandingkan aku?” Tanya Abela.
“Dia jauh lebih dewasa dan saat bersamanya aku merasa sangat dihormati dan dihargai, dia tidak pernah sekalipun menuntutku harus melakukan ini dan itu.” Kata Adriano.
“Cukup, jangan diteruskan lagi. Aku mengerti, aku memang belum bersikap dewasa saat menikah denganmu tapi aku selalu belajar untuk bersikap dewasa. Aku juga mengakui bahwa aku sering tidak menghargaimu dan sering menuntutmu melakukan apa yang aku inginkan. Kamu justru menikah dengan wanita yang manja sepertiku, kekanak-kanakan dan selalu ingin dinomor satukan. Seharusnya kamu bilang padaku agar aku bisa memperbaiki diri bukannya malah mencari wanita lain. Aku sakit hati melihatmu.” Kata Abela sambil menangis, lalu dia pergi. Adriano mengejar istrinya.
“Jangan pergi, baiklah aku tidak akan menemui Ariana lagi. Kita kembali lagi seperti dulu lagi ya.” Kata Adriano.
“Kamu sudah tidak ada lagi didalam hatiku, hatiku tertutup untukmu. Kalau memang kamu ingin berpisah dengan wanita itu lalu bagaimana dengan anak dalam kandungannya? Apakah kamu akan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya?” Tanya Abela.
“Aku akan melakukan apapun agar kamu mau menerimaku termasuk jika kamu ingin menyuruhku menggugurkan kandungan Ariana, aku akan memaksanya untuk menggugurkan bayinya.” Kata Adriano.
“Kamu benar-benar seorang psikopat, bagaimana mungkin seorang ayah tega membunuh anaknya.” Kata Abela.
“Tolong aku.” Kata Adriano sampai berlutut didepan Abela.
“Meskipun kamu berlutut hingga berhari-hari tetap saja aku tidak bisa memaafkanmu. Meskipun kita kembali lagi seperti dulu tapi perasaanku kepadamu berbeda mas. Aku tidak bisa memperlakukanmu seperti dulu lagi, maaf aku tidak bisa hidup bersama denganmu lagi. Apakah kamu tau betapa menderitanya hidupku saat ini? Bahkan di kantor aku mendapat banyak cibiran dan ejekan dari rekan kerjaku, tapi aku tutup mulut dan masih menutupi aibmu tapi mulai sekarang aku tidak perlu lagi menutupi aibmu, aku bisa juga melaporkan aibmu ke atasanmu dan tempatmu bekerja. ” Kata Abela.
“Jangan lakukan hal itu, aku mohon.” Kata Adriano.
“Kalau begitu segera ceraikan aku.” Kata Abela.
“Baiklah.” Kata Adriano.
__ADS_1