
Adriano menegur
Abella yang sedang makan nasi goreng.
“Dari mana saja
kamu seharian?” Tanya Adriano.
“Aku habis
belanja untuk keperluan liburanku ke Bali.” Kata Abella.
“Memangnya kamu
sudah ijin kepada suamimu?” Tanya Adriano.
“Belum, lagipula
aku sudah terlanjur membeli tiket pesawat dan penerbanganku besok lusa.” Kata
Abella sambil memakan nasi goreng. Karena kesal Adriano menumpahkan nasi goreng
Abella.
“Apa yang kamu
lakukan? Aku sedang makan.” Kata Abella.
“Kapan kamu bisa
menghargai suamimu? Ingat ya meskipun kita hidup masing-masing tapi aku adalah
suamimu dan kamu wajib menghargai dan ijin kepadaku, mengerti kamu.” Kata
Adriano dengan kesal. Abella pun hanya bisa menunduk dan ketakutan karena
Adriano memarahinya.
“Kenapa kamu
diam saja? Biasanya kamu sangat pintar mencari alasan.” Kata Adriano.
Abella pun
menunduk terdiam tanpa berkata sepatah katapun. Lalu dia berlari kedalam
kamarnya sambil menangis, Adriano pun menarik tangan istrinya.
“Jawab aku dan
__ADS_1
belajarlah untuk tidak melarikan diri. Kamu harus bisa menjadi wanita yang
lebih dewasa.” Kata Adriano, namun istrinya masih saja terdiam.
“Maaf.” Kata
Abelladengan lirih.
“Aku tidak mendengarmu.” Kata Adriano.
“Maafkan aku, tolong jangan memarahiku.” Kata Abella sambil meneteskan air
matanya, sehingga Adriano merasa kasihan dengan istrinya.
“Sampai kapan kamu akan bersikap seenaknya seperti ini tanpa menghargai dan
menuruti perkataan suamimu. Aku benar-benar sangat kecewa denganmu sehingga aku
akan menghukummu.” Kata Adriano dengan tegas.
“Aku mohon jangan hukum aku, aku berjanji akan menuruti perkataanmu.” Kata Abella
dengan tetap menundukkan kepalanya.
“Baiklah, kamu berjanji akan menuruti perkataanku. Layani aku malam ini,
mulai malam ini tidurlah di kamarku.” Kata Adriano.
lagipula kita tidak saling menyukai bahkan saling membenci. Pernikahan ini aku
lakukan demi kakek dan nenekku bukan karena aku menyukai apalagi mencintaimu
mas. Aku tidak bisa melakukan itu.” Kata Abella.
“Baiklah kalau kamu tidak bisa melakukannya aku juga terpaksa menghukummu.”
Kata Adriano.
“Baiklah aku akan menerima semua hukumanmu. Apa hukuman yang pantas
untukku?” Tantang Abella.
“Sebagai hukumannya aku akan melarangmu untuk pergi kemanapun termasuk
menemui kekasihmu, aku juga akan bilang kepada kekasih dan teman-temanmu bahwa
kamu adalah istriku agar mereka bisa mengerti sehingga tidak bisa mengajakmu
keluar seenaknya.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Apa? Kamu tega sekali denganku.” Kata Abella sambil menangis, Adriano pun
merasa kasihan dengannya.
“Hei jangan menangis dong.” Kata Adriano.
“Hu hu hu kamu jahat mas, kamu tega merusak masa depanku. Aku sangat
membencimu hu hu hu.” Kata Abella sambil terus menangis.
“Hei hei aku bukan jahat atau tega denganmu tapi aku melakukan ini semua
agar kamu bisa lebih menghargaiku. Kamu harus bisa berubah lebih dewasa dan
harus bisa menerima kenyataan bahwa kamu saat ini adalah seorang istri dan kamu
sudah menikah, bukan saatnya untuk manja apalagi bersikap kekanak-kanakan
seperti ini. Aku selama ini cukup sabar menghadapi sikapmu bahkan aku juga
bersabar menahan hawa nafsuku setiap melihatmu, mengerti kamu. Aku sudah
melakukan tugasku sebagai seorang suami, aku bahkan menafkahimu meskipun kamu
tidak pernah mau melayaniku.” Kata Adriano tegas.
“Baiklah aku akan tidur denganmu malam ini, puas kamu.” Kata Abella, lalu
dia segera menuju ke kamar Adriano. Bahkan dia segera merebahkan tubuhnya
diatas ranjang sambil menahan tangisnya. Adriano sangat semangat karena selama
ini telah menahannya. Adriano pun mendekati istrinya, sedangkan Abella
mengalihkan pandangannya dari wajah suaminya sambil menahan tangis. Adriano mendekatkan
tubuhnya ke arah istrinya dan berniat untuk mencium bibirnya namun dia tidak
tega melakukan hal itu pada istrinya karena istrinya menahan tangisnya bahkan
mengalihkan pandangan darinya, sehingga dia mengurungkan niatnya untuk mencium
istrinya.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa ya like nya biar makin cepat update nya, terima kasih.