Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 6


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, Tiara bekerja dirumah Daniel dengan baik bahkan Daniel memperbolehkan Tiara tinggal di rumahnya. Hari itu Tiara bersiap-siap pergi ke sekolah setelah selesai melakukan pekerjaan rumah.


“Kamu mau pergi ke sekolah ya?” Tanya Daniel.


“Iya pak, saya sudah mengerjakan semua pekerjaan rumah kok pak, jadi saya mau pergi ke sekolah dulu.” Kata Tiara.


“Aku antar saja, sekalian aku mau pergi ke kantor.” Kata Daniel.


“Tidak usah pak, saya bisa pergi sendiri. Saya hanya tidak ingin menimbulkan masalah jika bapak pergi mengantar saya ke sekolah apalagi kalau ketahuan oleh ibunya pak Daniel.” Kata Tiara.


“Tidak akan, ayo kita berangkat sekarang.” Kata Daniel.


Akhirnya Daniel pergi mengantar Tiara ke sekolah, sampai saat ini Tiara masih kehilangan beberapa ingatannya setelah kecelakaan yang menimpanya, salah satunya adalah dia lupa bahwa dia memiliki seorang kakak dan lupa dengan alamat rumahnya, hal inilah yang membuat Daniel merasa kasihan dengan Tiara akhirnya Daniel membiarkan Tiara bekerja dirumahnya. Selain itu dia juga lupa dengan kecelakaan yang menimpanya, yang dia ingat dan yang dia tau adalah dia mengalami tabrak lari lalu segera dibawa ke rumah sakit, hanya itu yang dia tau karena Daniel memberitahunya begitu agar Tiara tidak lagi kepikiran kembali.


Di mobil Daniel, Tiara sedang sibuk menghafalkan materi pelajarannya.


“Kamu sedang apa?” Tanya Daniel.


“Aku sedang menghafal materi pelajaran pak, nanti saya ada ujian.” Kata Tiara.


“Ujian apa?” Tanya Daniel.


“Ujian bahasa inggris pak, saya ada kendala dengan pelajaran bahaa inggris dan itu membuatku frustasi.” Kata Tiara.


“Aku bisa mengajarkanmu karena aku cukup mahir berbahasa inggris.” Kata Daniel.


“Tidak perlu pak, saya tidak ingin merepotkan bapak lagi.” Kata Tiara.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, memangnya kamu mampu jika harus les privat?” Tanya Daniel.


“Tidak sih pak, tapi saya selalu saja merepotkan bapak.” Kata Tiara.


“Sudahlah jangan pikirkan itu, nanti sepulang sekolah aku akan mengajarimu bahasa inggris.” Kata Daniel sambil menatap Tiara sehingga Tiara tersipu malu.


“Ah maaf pak.” Kata Tiara lalu menunduk karena tersipu malu.


Kemudian Daniel tiba-tiba merapikan rambut Tiara.


“Ah tidak perlu pak.” Kata Tiara sambil menghalangi tangan Daniel yang ingin merapikan rambutnya.


“Rambutmu berantakan, lebih baik kalau di ikat saja rambutmu, biar aku ikat rambutmu. Aku hanya ingin membantumu saja.” Kata Daniel, lalu dia mengikat rambut Tiara.


**


“Selamat pagi bu.” Kata Daniel.


Ternyata di ruangan ibunya sudah ada Sarah dan suaminya yang bernama Arya, dia menjadi asisten pribadi Anggita.


“Duduklah.” Kata Anggita.


“Arya kamu keluarlah, ini urusanku dan anak-anakku, aku tidak ingin ada orang asing yang mendengar percakapan ini.” Kata Anggita.


“Baik bu.” Jawab Arya lalu dia keluar ruangan.


“Apa yang akan mereka bicarakan ya? Dasar nenek sihir selalu saja bicara seenaknya dan menganggapku orang asing.” Kata Arya dalam hati.

__ADS_1


Didalam ruangan Anggita.


“Ada apa bu pagi-pagi sudah memanggilku kesini?” Tanya Daniel.


“Apa ini?” Tanya Anggita sambil memberikan foto-foto Daniel bersama Tiara.


“Jadi dia kekasihmu saat ini? Aku tidak menyangka kamu menyukai seorang gadis SMA.” Kata Sarah.


“Dari mana ibu mendapatkan foto ini?” Tanya Daniel.


“Bukan urusanmu, kenapa seleramu menjadi buruk seperti ini? Kamu benar-benar membuatku malu.” Kata Anggita.


“Ibu salah paham, aku dan dia.” Kata Daniel bingung menjawab pertanyaan ibunya.


“Usir dia.” Kata Anggita.


“Tidak bisa begitu bu, dia tidak punya siapa-siapa lagi bu bahkan dia kehilangan ingatannya setelah dia mengalami kecelakaan yang menimpanya.” Kata Daniel.


“Kamu pikir keluarga kita panti? Aku tidak menerima alasanmu apapun, cepat usir dia. Kalau kamu tidak bisa, biar ibu yang mengusirnya.” Kata Anggita.


“Kenapa kamu tidak nikahi dia saja?” Kata Sarah.


“Lebih baik Daniel menikah dengan wanita biasa daripada wanita pilihan ibu, dengan begitu posisiku masih aman di RSA ini, lagipula gadis itu hilang ingatan jadi dia tidak akan ingat denganku, hmmmm obat itu benar-benar luar biasa.” Kata Sarah dalam hati.


“Jika kamu ingin menikahinya, pastikan dia tidak membuat ibu dan keluargamu malu, setidaknya dia bisa mengimbangi keluarga kita.” Kata Anggita.


“Baiklah, aku akan menikahinya.” Kata Daniel.

__ADS_1


__ADS_2