Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 11


__ADS_3

“Kamu pasti


sengaja kan mencari perhatian banyak orang, pasti pengen viral ya.” Gerutu


Abella.


“Aku itu


menyelamatkanmu, bukannya berterima kasih malah marah-marah padaku. Keringkan


rambutmu dan pakai baju ini.” Kata Adriano.


“Baju milik


siapa ini?” Tanya Abella.


“Baju milikku


tapi sepertinya cukup untukmu.” Kata Adriano.


“Tidak mau.”


Kata Abella.


“Nanti kamu


kedinginan terus sakit, aku akan membuangmu ke tengah laut biar dimakan hiu


sekalian.” Kata Adriano.


“Dasar jahat


banget sih kamu, mesum iya jahat iya menyebalkan iya menyusahkan juga iya.”


Kata Abella dengan kesal. Lalu Adriano menuju ke ruang pilot dan Abella segera


berganti baju.


Pesawat mereka


mulai take off. Tiba-tiba pramugari datang menghampiri Abella.


“Permisi, mau


minum atau makan sesuatu?” Tanya Laura, si pramugari centil.


“Bukankah dia si


pramugari centil itu hmmmm, dia cantik juga pasti karena makeup nya yang super


tebal hmmmmm.” Kata Abella dalam hati.

__ADS_1


“Tidak, terima


kasih.” Kata Abella.


“Maaf apakah


kamu mengenal captain kami?” Tanya Laura.


“Apa? Captain?


Captain siapa maksudnya?” Tanya Abella.


“Captain


Adriano, pilot pesawat ini maksud saya.” Kata Laura.


“Oh jadi dia


dipanggil captain, hmmm terlalu bagus dan tidak cocok jika dia dipanggil captain.”


Kata Abella dalam hati.


“Tidak, saya


sama sekali tidak mengenalnya. Memangnya kenapa?” Kata Abella.


“Sepertinya


itu. Tolong jangan sampai kejadian memalukan tadi terulang kembali ya.” Kata


Laura dengan sinis.


“Dasar pramugari


centil, bilang saja cemburu. Sepertinya dia menyukai Adriano deh, apa sih


kelebihannya sampai banyak yang tergila-gila dengan Adriano.” Gerutu Abella.


Beberapa menit


kemudian pesawat berhasil mendarat di Surabaya, Abella segera turun dari


pesawat. Kemudian Adriano mengirimkan pesan teks kepada Abella.


“Tunggu di kafe


Sback, aku akan menemuimu setelah ini.”


“Hmmm dia suka


sekali sih menyuruhku untuk menunggu, berani sekali dia menyuruhku menunggu.”

__ADS_1


Gerutu Abella.


Kemudian Abella


segera pergi ke kafe Sback dan memesan minuman.


“Wah segar sekali minumannya, rasanya sangat melelahkan. Aku ingin segera


berbaring.” Kata Abella sambil meregangkan badan, lalu Adriano datang.


“Hei cepat pakai topi dan kacamata ini jika tidak ingin ada yang


mengetahuimu.” Kata Adriano.


“Aku lapar, cepat belikan aku makanan, aku juga sangat lelah cepat antarkan


aku ke hotel, oh ya aku juga tidak membawa baju jadi antarkan aku untuk membeli


baju dan beri aku uang juga. Kamu tidak bisa menolak karena aku sudah menuruti


semua perkataanmu bahkan aku rela terbang denganmu, benar-benar mengacaukan


waktuku.” Gerutu Abella.


“Memangnya aku pembantu kamu? Aku ini suami kamu harusnya kamu yang


melayani dan mengurus semuanya. Kamu kira aku tidak lapar?” Gerutu Adriano.


“Kalau begitu beri aku kartu kredit.” Kata Abella.


“Enak saja, aku akan memberimu kartu kredit setelah kamu mau melayaniku dan


kita tidur bersama.” Goda Adriano sambil mengedipkan matanya.


“No way, jangan harap kamu bisa menyentuhku.” Kata Abella sambil menutupi


dadanya, hingga mereka tidak sadar banyak yang menyaksikan mereka termasuk para


crew pesawat yang terbang bersama Adriano.


“Waduh capt sedang apa?” Tanya pramugara A.


“Jangan disini capt, mending di hotel saja capt.” Kata pramugara B.


“Siapa ini capt? Pacar baru ya capt? Sepertinya jauh lebih muda.” Kata Dio.


Abella hanya bisa menunduk tanpa menjawab apapun.


“Hei hei jangan bicara sembarangan, aku pergi dulu ya.” Kata Adriano sambil


menarik tangan Abella.

__ADS_1


__ADS_2