Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 73


__ADS_3

Adriano tersenyum melihat


ekspresi istrinya.


“Mau lagi tidak?” Goda Adriano.


“Kenapa sih kamu selalu mendadak


dan spontan saat menciumku?” Gerutu Abella sambil menunduk tanpa memandang ke


arah suaminya.


“Hahaha justru yang romantis,


bukannya di film dan drama juga seperti itu.” Kata Adriano.


“Tapi kan berbeda mas kalau di


kehidupan nyata.” Gerutu Abella.


“Gimana menurutmu? Enak kan?”


Goda Adriano.


“Enak mas.” Kata Abella


keceplosan, dia sangat malu.


“Sial, kenapa sih aku bisa


keceplosan seperti itu.” Kata Abella lirih.


Lalu Adriano mendekati istrinya


kembali, kali ini dia mengarahkan istrinya ke sofa, dia membelai rambut


istrinya.


“Lihat aku.” Kata Adriano.


“Tidak mau, aku sangat malu.”


Kata Abella.


“Lihat aku, aku menyukaimu.” Kata


Adriano dari lubuk hatinya.


“Tapi aku belum sepenuhnya


menyukaimu mas.” Kata Abella.


“Aku bisa mengerti tapi


bagaimanapun juga aku adalah suamimu dan kamu sebagai istriku wajib melayaniku


dan menuruti semua perkataan suami, bahkan dalam agama kita juga mengatakan


bahwa kewajiban seorang istri adalah melayani suaminya dengan sepenuh hati.”

__ADS_1


Kata Adriano.


“Tapi kan kita dijodohkan mas,


tidak semudah itu bisa mencintai seseorang.” Kata Abella.


“Aku mengerti, tapi kamu juga


harus mengerti bagaimana keadaan suamimu, aku bangga memiliki istri sepertimu


ya meskipun terkadang sangat menyebalkan dan melelahkanku dan bahkan tidak


pernah melayaniku.” Kata Adriano.


“Apa yang kamu banggakan dariku


memangnya?” Tanya Abella.


“Kamu selalu bisa membuatku


bahagia dengan tingkahmu yang kadang sedikit konyol dan kamu tidak pernah


berbohong padaku meskipun kamu memiliki kekasih saat itu, itulah kenapa aku


sangat mengagumimu. Bahkan meskipun kamu sangat luar biasa menyebalkan, tetap


saja aku tidak bisa membencimu. Aku adalah suamimu dan aku bertanggungjawab


akan hidupmu.” Kata Adriano yang membuat Abella cukup terharu.


“Terima kasih mas telah


menerimaku tapi aku juga butuh waktu untuk bisa menerimamu dan menyesuaikan


lakukan termasuk kuliah.” Kata Abella.


“Aku tidak akan melarangmu untuk


kuliah tapi dengan satu syarat kamu harus bisa membagi waktumu antara kuliah


dan urusan rumah dan suamimu. Dan satu hal lagi, aku ingin memiliki seorang


anak darimu.” Kata Adriano.


“Apa? Tapi aku belum siap menjadi


seorang ibu dan memiliki seorang anak.” Kata Abella.


“Lalu kapan kamu akan siap? Aku


bahkan sudah berumur.” Tanya Adriano.


“Jika aku sudah bisa sepenuhnya


menerimamu dan menyukaimu mas, apakah kamu bisa menungguku?” Tanya Abella.


“Baiklah, tapi kamu tidak boleh


menolak kapanpun aku meminta bercinta denganmu.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Hmmmm baiklah, tapi kamu tidak


akan melarangku untuk kuliah dan bertemu dengan teman-temanku kan?” Tanya


Abella.


“Tidak, tapi urusan rumah tangga


haruslah nomor satu, mengerti?” Tanya Adriano sambil berusaha melepas baju


istrinya.


“Terima kasih mas, tapi kenapa


tanganmu sangat jail sih, aku masih datang bulan mas, lepaskan tanganmu.” Kata


Abella.


“Tidak apa-apa selagi aku tidak


memasukkan ke milikmu.” Kata Adriano, akhirnya dia berhasil melepas baju


istrinya, Abella sangat malu karena hanya mengenakan pakaian dalam saja, dia


berusaha menutupinya namun Adriano tetap meraba-raba istrinya.


“Mas, jangan mas, aku sangat


takut.” Kata Abella.


“Kamu tidak boleh menolak


permintaan suamimu.” Kata Adriano. Adriano melepas bra istrinya, namun Abella


berusaha mencegahnya.


“Kamu tidak bisa menolak, malam


ini kamu milikku.” Kata Adriano.


“Tapi aku sedang datang bulan,


tunggulah sebentar lagi. Aku mohon jangan lakukan itu mas.” Kata Abella memohon


kepada suaminya.


 


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Jangan lupa baca juga cerita :


1. Akibat Dijodohkan Papaku (ending)


2. Menua Bersamamu (ongoing season2)

__ADS_1


3. Lavera Club : War of Life (ongoing)


Salam sehat semuanya, terima kasih banyak.


__ADS_2