
Adriano tersenyum melihat
ekspresi istrinya.
“Mau lagi tidak?” Goda Adriano.
“Kenapa sih kamu selalu mendadak
dan spontan saat menciumku?” Gerutu Abella sambil menunduk tanpa memandang ke
arah suaminya.
“Hahaha justru yang romantis,
bukannya di film dan drama juga seperti itu.” Kata Adriano.
“Tapi kan berbeda mas kalau di
kehidupan nyata.” Gerutu Abella.
“Gimana menurutmu? Enak kan?”
Goda Adriano.
“Enak mas.” Kata Abella
keceplosan, dia sangat malu.
“Sial, kenapa sih aku bisa
keceplosan seperti itu.” Kata Abella lirih.
Lalu Adriano mendekati istrinya
kembali, kali ini dia mengarahkan istrinya ke sofa, dia membelai rambut
istrinya.
“Lihat aku.” Kata Adriano.
“Tidak mau, aku sangat malu.”
Kata Abella.
“Lihat aku, aku menyukaimu.” Kata
Adriano dari lubuk hatinya.
“Tapi aku belum sepenuhnya
menyukaimu mas.” Kata Abella.
“Aku bisa mengerti tapi
bagaimanapun juga aku adalah suamimu dan kamu sebagai istriku wajib melayaniku
dan menuruti semua perkataan suami, bahkan dalam agama kita juga mengatakan
bahwa kewajiban seorang istri adalah melayani suaminya dengan sepenuh hati.”
__ADS_1
Kata Adriano.
“Tapi kan kita dijodohkan mas,
tidak semudah itu bisa mencintai seseorang.” Kata Abella.
“Aku mengerti, tapi kamu juga
harus mengerti bagaimana keadaan suamimu, aku bangga memiliki istri sepertimu
ya meskipun terkadang sangat menyebalkan dan melelahkanku dan bahkan tidak
pernah melayaniku.” Kata Adriano.
“Apa yang kamu banggakan dariku
memangnya?” Tanya Abella.
“Kamu selalu bisa membuatku
bahagia dengan tingkahmu yang kadang sedikit konyol dan kamu tidak pernah
berbohong padaku meskipun kamu memiliki kekasih saat itu, itulah kenapa aku
sangat mengagumimu. Bahkan meskipun kamu sangat luar biasa menyebalkan, tetap
saja aku tidak bisa membencimu. Aku adalah suamimu dan aku bertanggungjawab
akan hidupmu.” Kata Adriano yang membuat Abella cukup terharu.
“Terima kasih mas telah
menerimaku tapi aku juga butuh waktu untuk bisa menerimamu dan menyesuaikan
lakukan termasuk kuliah.” Kata Abella.
“Aku tidak akan melarangmu untuk
kuliah tapi dengan satu syarat kamu harus bisa membagi waktumu antara kuliah
dan urusan rumah dan suamimu. Dan satu hal lagi, aku ingin memiliki seorang
anak darimu.” Kata Adriano.
“Apa? Tapi aku belum siap menjadi
seorang ibu dan memiliki seorang anak.” Kata Abella.
“Lalu kapan kamu akan siap? Aku
bahkan sudah berumur.” Tanya Adriano.
“Jika aku sudah bisa sepenuhnya
menerimamu dan menyukaimu mas, apakah kamu bisa menungguku?” Tanya Abella.
“Baiklah, tapi kamu tidak boleh
menolak kapanpun aku meminta bercinta denganmu.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Hmmmm baiklah, tapi kamu tidak
akan melarangku untuk kuliah dan bertemu dengan teman-temanku kan?” Tanya
Abella.
“Tidak, tapi urusan rumah tangga
haruslah nomor satu, mengerti?” Tanya Adriano sambil berusaha melepas baju
istrinya.
“Terima kasih mas, tapi kenapa
tanganmu sangat jail sih, aku masih datang bulan mas, lepaskan tanganmu.” Kata
Abella.
“Tidak apa-apa selagi aku tidak
memasukkan ke milikmu.” Kata Adriano, akhirnya dia berhasil melepas baju
istrinya, Abella sangat malu karena hanya mengenakan pakaian dalam saja, dia
berusaha menutupinya namun Adriano tetap meraba-raba istrinya.
“Mas, jangan mas, aku sangat
takut.” Kata Abella.
“Kamu tidak boleh menolak
permintaan suamimu.” Kata Adriano. Adriano melepas bra istrinya, namun Abella
berusaha mencegahnya.
“Kamu tidak bisa menolak, malam
ini kamu milikku.” Kata Adriano.
“Tapi aku sedang datang bulan,
tunggulah sebentar lagi. Aku mohon jangan lakukan itu mas.” Kata Abella memohon
kepada suaminya.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Jangan lupa baca juga cerita :
1. Akibat Dijodohkan Papaku (ending)
2. Menua Bersamamu (ongoing season2)
__ADS_1
3. Lavera Club : War of Life (ongoing)
Salam sehat semuanya, terima kasih banyak.