Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 14


__ADS_3

Empat tahun kemudian.


Kevia saat ini genap berusia empat tahun, dan sudah saatnya untuk sekolah. Tiara berencana untuk menyekolahkan putrinya di sekolah pilihannya.


“Mas, bulan depan Kevia sudah siap untuk masuk sekolah. Bagaimana kalau kita menyekolahkan Kevia di TK Internasional saja?” Tanya Tiara.


“Boleh, tapi kita bilang dulu sama ibu ya.” Kata Daniel.


“Kenapa mas? Memangnya ibu ikut campur lagi dengan pendidikan Kevia?” Tanya Tiara.


“Bagaimanapun juga Kevia kan cucu ibu juga dan ibu.” Kata Daniel.


“Tapi kita orang tuanya mas.” Kata Tiara.


“Daripada nanti ibu marah, lebih baik kita bicarakan masalah ini dengan ibu dulu ya. Nanti ibu ingin mengundang kita makan malam bersama.” Kata Daniel.


“Baiklah mas.” Jawab Tiara.


“Oh iya mas nanti aku ingin pergi ke mall untuk membeli baju spesial untuk Kevia, kamu bisa ikut tidak mas?” Tanya Tiara.


“Maaf tapi aku sangat sibuk sayang, kamu pergi sendiri saja ya.” Kata Daniel.


“Baiklah kalau begitu mas.” Jawab Tiara.


**


Malam harinya.


Daniel beserta istri dan anaknya pergi ke rumah Anggita untuk makan malam bersama.


Setibanya dirumah Anggita.


“Nenek.” Sapa Kevia.


“Hai cucu nenek akhirnya datang juga, kemarilah. Nenek menyiapkan banyak makanan untukmu sayang.” Kata Anggita.


“Selamat malam bu.” Sapa Tiara.


“Aku tidak membutuhkanmu datang ke rumahku, cukup cucuku saja yang datang.” Kata Anggita.


“Ibu.” Kata Daniel.


“Ibu kan sudah bilang padamu kalau ibu hanya ingin Kevia datang kerumah, aku tidak menyuruhmu untuk mengajak istrimu.” Kata Anggita.


“Mana mungkin aku meninggalkan istriku dirumah sendiri bu.” Bisik Daniel.

__ADS_1


“Bukan berarti setelah istrimu melahirkan anakmu, maka aku bisa menerima istrimu. Tidak semudah itu.” Kata Anggita.


“Sudahlah mas.” Kata Tiara.


“Maafkan ibuku.” Kata Daniel.


“Aku sudah biasa kok mas.” Kata Tiara.


Kemudian mereka semua makan malam bersama, Sarah dan suaminya juga ikut datang.


“Hai Kevia.” Sapa Sarah.


“Selamat malam tante Sarah, om Arya.” Kata Kevia.


“Kamu mau masuk sekolah ya? Sekolah di luar negeri ya?” Kata Sarah.


“Tidak kok kak, aku dan mas Daniel berencana akan menyekolahkan Kevia di TK Internasional, bukan di luar negeri kak.” Kata Tiara.


“Memangnya kamu berhak untuk menyekolahkan Kevia?” Tanya Sarah.


“Tentu saja kak, kami kan orang tua Kevia.” Jawab Tiara.


“Kevia akan sekolah di luar negeri, dia akan sekolah di Korea Selatan, di yayasan Chung An. Keluarga kita kan bekerjasama dengan yayasan itu dan sekolah disana memang tempat untuk orang elite, aku tidak ingin Kevia sekolah di sekolah yang sembarangan. Lagipula aku tidak mempercayai Tiara, dia saja lulusan SMA.” Kata Anggita.


“Tapi Kevia masih kecil bu, dia masih membutuhkan orang tuanya bu.” Kata Tiara.


“Baik nek, terima kasih makan malamnya nek.” Kata Kevia.


“Sama-sama sayang.” Kata Anggita.


**


Anggita mengajak Daniel dan Tiara serta Sarah dan Arya ke ruangannya untuk membicarakan masalah sekolahnya Kevia.


“Bu, saya mohon jangan kirim Kevia ke luar negeri.” Kata Tiara memohon kepada Anggita.


“Aku berhak untuk mengatur keturunanku, bagaimanapun juga cucuku nanti akan mendapatkan warisanku jadi aku tidak ingin hartaku jatuh ke tangan orang yang bodoh.” Kata Anggita.


“Kalau begitu saya juga akan ikut kesana ya bu.” Kata Tiara.


“Tidak perlu, Kevia bisa hidup mandiri disana. Lebih baik kamu disini dan jangan bikin ulah, mengerti kamu.” Bentak Anggita.


“Saya mohon bu jangan kirim Kevia kesana. Saya akan melakukan apapun yang ibu suruh kepada saya asalkan jangan kirim Kevia kesana.” Kata Tiara.


“Sayang berdirilah, jangan memperkeruh suasana.” Kata Daniel yang membantu Tiara berdiri karena Tiara sampai duduk berlutut.

__ADS_1


“Mas Kevia masih kecil, memangnya kamu tega membiarkan Kevia tinggal sendiri di luar negeri mas.” Kata Tiara.


“Itu karena kamu terlalu memanjakan Kevia.” Bentak Anggita.


“Terima saja, lagipula putriku juga bernasib sama saat itu. Ibu mengirim putriku juga ke luar negeri dan aku harus menerimanya karena demi kebaikan dia.” Kata Sarah kepada Tiara.


“Ayo kita pulang saja.” Ajak Daniel.


“Tapi mas aku tidak tega membiarkan Kevia harus sekolah disana.” Kata Tiara.


“Aku yakin pasti Kevia bisa kok.” Kata Daniel.


“Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa menguasai suami maupun anakmu sendiri, karena kamu tidak akan pernah menang dari ibu.” Bisik Sarah kepada Tiara.


**


Hari itu juga Tiara dan Daniel mengantar Kevia ke bandara, Anggita pun juga ikut mengantarkan cucunya sampai Korea namun dia melarang Tiara dan Daniel untuk ikut.


Setibanya di bandara.


“Kevia sayang, mama pasti akan mengunjungimu nanti. Tunggu mama ya.” Kata Tiara.


“Iya ma.” Jawab Kevia.


“Ayo Kevia kita berangkat.” Ajak Anggita.


“Tunggu sayang, kamu harus pakai syal agar tidak kedinginan.” Kata Tiara sambil memakaikan syal ke leher putrinya.


“Kamu tidak membutuhkan syal murahan, nenek akan membelikan yang lebih bagus daripada ini.” Kata Anggita lalu melepas syal tersebut dan memberikannya kembali kepada Tiara.


“Baik nek.” Kata Kevia.


“Jaga diri Kevia dengan baik ya, papa dan mama akan menghampirimu nanti.” Kata Daniel.


“Jangan khawatirkan aku pa ma.” Kata Kevia.


“Ayo kita berangkat.” Kata Anggita.


“Kevia sayang.” Panggil Tiara.


“Sudahlah, dia pasti baik-baik saja. Ibu akan melakukan yang terbaik untuk Kevia. Sekarang kita kembali pulang ya.” Kata Daniel.


“Aku ingin sendiri mas.” Kata Tiara.


“Baiklah, sampai jumpa di rumah ya.” Kata Daniel.

__ADS_1


“Kamu nanti pulang kan mas?” Tanya Tiara.


“Kalau aku selesai lebih awal pasti aku langsung kembali pulang.” Kata Daniel.


__ADS_2