Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 143


__ADS_3

Santi sedang memasak di dapur,


Abella mengintograsinya.


“Masak apa hari ini?” Tanya


Abella.


“Masak ayam panggang bu, ada yang


bisa saya bantu?” Tanya Santi.


“Tidak kok, aku mau ambil air


minum. Oh iya apakah sebelumnya kamu mengenal suamiku? Biasanya suamiku tidak


pernah ikut campur dalam hal mencari pembantu rumah tangga tapi sekarang justru


suamiku yang mencarikan aku pembantu rumah tangga dan suamiku tampaknya sangat


mempercayaimu.” Kata Abella.


“Tidak, saya tidak mengenalnya


sama sekali, bapak Adriano waktu itu mengunjungi penyalur tenaga pembantu rumah


tangga. Jadi saya tidak mengenalnya sama sekali.” Kata Santi.


“Oh begitu, gimana kerja disini? Kamu


sangat betah sepertinya ya.” Kata Abella.


“Tentu saja bu.” Kata Santi.


“Oh iya tolong belikan aku buah


dan sayur di supermarket sekarang ya.” Kata Abella.


“Baik bu, saya ambil ponsel dan


jaket saya dulu di kamar.” Kata Santi.


“Tidak perlu, belikan saya buah


alpukat saja di supermarket depan. Hanya ke gang depan saja kenapa mesti pakai


jaket dan membawa ponsel sih. Cepat belikan sekarang.” Kata Abella.


“Eh baiklah.” Kata Santi.


Setelah Santi pergi keluar,


Abella diam-diam pergi ke kamar Santi untuk mencari tau sesuatu terkait Santi. Dia


langsung masuk kedalam kamar Santi dan menutup pintu kamar Santi.


“Aku harus mencari tau tentang


Santi, bahkan dia tidak mau mengaku berasal dari mana. Sombong sekali dia


bilang itu hanya privasi. Dasar pembantu tidak tau diri.” Gerutu Abella. Saat Abella

__ADS_1


menggeledah lemari pakaian Santi, dia menemukan sebuah foto Santi bersama


keluarganya, kemudian Abella segera mengambilnya dan menyimpannya dalam saku,


tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Santi. Abella pun ketakutan dan dia


langsung bersembunyi di belakang lemari. Ternyata yang mengetuk pintu kamar


Santi adalah Adriano.


“Santi, apakah kamu didalam?”


Tanya Adriano palsu. Karena tidak ada jawaban, akhirnya Adriano masuk kedalam


kamar Santi. Adriano meletakkan sebuah kertas di atas meja, setelah itu Adriano


segera keluar. Abella pun bisa bernafas lega, dia kemudian segera keluar dari


persembunyiannya.


“Tadi aku melihat mas Adriano


membawa sebuah kertas, ada apa sebenarnya. Apa yang mas Adriano sembunyikan


dariku. Aku harus mencarinya sebelum Santi datang. Nah itu dia kertas yang


dibawa sama mas Adriano.” Kata Abella.


Kemudian Abella segera membuka


kertas tersebut dan berisi sebuah alamat.


“Alamat apa ini? Disini tertulis


ingin bertemu dengan Santi di tempat ini nanti malam jam 8? Apa yang sebenarnya


mereka lakukan? Aku harus mendatangi tempat ini.” Kata Abella dalam hati. Kemudian


dia segera keluar dari kamar Santi.


“Ibu sedang apa disini?” Tanya


Santi, Abella pun kaget.


“Ah ti tidak apa-apa, aku hanya


ingin pergi ke dapur saja. Oh iya buahnya ada kan?” Tanya Abella.


“Ada, apakah ibu mau memakannya


sekarang?” Tanya Santi.


“Boleh, tolong kupaskan satu buah


ya.” Kata Abella.


“Baik bu. Oh iya bu nanti sore


saya mau ijin pamit.” Kata Santi.


“Memangnya mau kemana?” Tanya

__ADS_1


Abella.


“Saya mau mengunjungi ibu saya,


ibu saya sedang sakit jadi butuh bantuan saya.” Kata Santi.


“Memangnya dimana rumah ibumu?”


Tanya Abella.


“Jauh dari sini, jadi saya


kembali lagi ke rumah ini besok siang.” Kata Santi.


“Aku mengerti rumahmu jauh, tapi


dimana? Kenapa kamu tidak mau memberitahuku dimana rumahmu.” Kata Abella.


Tiba-tiba Adriano palsu datang.


“Ada apa sih ini? Ada apa sayang?”


Tanya Adriano palsu.


“Santi nanti mau ijin pamit untuk


mengunjungi ibunya, tapi dia tidak mau memberitahu dimana rumahnya.” Kata Abella.


“Pergilah, urusan pekerjaan rumah


biar aku yang mengerjakan.” Kata Adriano palsu.


“Baik pak, terima kasih.” Kata Santi.


“Kenapa kamu membela pembantu itu


sih mas? Aku kan ingin tau dimana rumahnya.” Kata Abella.


“Untuk apa sih ingin tau dimana


dia tinggal, yang penting dia kerja dengan baik kan sayang. Istirahatlah,


sepertinya kamu sangat lelah. Hari ini biar aku yang membersihkan rumah ya dan


aku juga yang akan memasak. Pokoknya kamu tenang saja, semua akan beres kalau


aku yang mengerjakan.” Kata Adriano palsu.


“Hmmmm baiklah mas. Mas nanti


malam kamu ada acara tidak?” Tanya Abella.


“Tidak ada, memangnya kenapa?”


Tanya Adriano palsu.


“Tidak apa-apa, aku hanya rindu


saja denganmu dan tidak ingin berpisah denganmu sayang.” Kata Abella.


“I love u sayang.” Kata Adriano

__ADS_1


palsu sambil mencium kening istrinya.


__ADS_2