
Santi sedang memasak di dapur,
Abella mengintograsinya.
“Masak apa hari ini?” Tanya
Abella.
“Masak ayam panggang bu, ada yang
bisa saya bantu?” Tanya Santi.
“Tidak kok, aku mau ambil air
minum. Oh iya apakah sebelumnya kamu mengenal suamiku? Biasanya suamiku tidak
pernah ikut campur dalam hal mencari pembantu rumah tangga tapi sekarang justru
suamiku yang mencarikan aku pembantu rumah tangga dan suamiku tampaknya sangat
mempercayaimu.” Kata Abella.
“Tidak, saya tidak mengenalnya
sama sekali, bapak Adriano waktu itu mengunjungi penyalur tenaga pembantu rumah
tangga. Jadi saya tidak mengenalnya sama sekali.” Kata Santi.
“Oh begitu, gimana kerja disini? Kamu
sangat betah sepertinya ya.” Kata Abella.
“Tentu saja bu.” Kata Santi.
“Oh iya tolong belikan aku buah
dan sayur di supermarket sekarang ya.” Kata Abella.
“Baik bu, saya ambil ponsel dan
jaket saya dulu di kamar.” Kata Santi.
“Tidak perlu, belikan saya buah
alpukat saja di supermarket depan. Hanya ke gang depan saja kenapa mesti pakai
jaket dan membawa ponsel sih. Cepat belikan sekarang.” Kata Abella.
“Eh baiklah.” Kata Santi.
Setelah Santi pergi keluar,
Abella diam-diam pergi ke kamar Santi untuk mencari tau sesuatu terkait Santi. Dia
langsung masuk kedalam kamar Santi dan menutup pintu kamar Santi.
“Aku harus mencari tau tentang
Santi, bahkan dia tidak mau mengaku berasal dari mana. Sombong sekali dia
bilang itu hanya privasi. Dasar pembantu tidak tau diri.” Gerutu Abella. Saat Abella
__ADS_1
menggeledah lemari pakaian Santi, dia menemukan sebuah foto Santi bersama
keluarganya, kemudian Abella segera mengambilnya dan menyimpannya dalam saku,
tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Santi. Abella pun ketakutan dan dia
langsung bersembunyi di belakang lemari. Ternyata yang mengetuk pintu kamar
Santi adalah Adriano.
“Santi, apakah kamu didalam?”
Tanya Adriano palsu. Karena tidak ada jawaban, akhirnya Adriano masuk kedalam
kamar Santi. Adriano meletakkan sebuah kertas di atas meja, setelah itu Adriano
segera keluar. Abella pun bisa bernafas lega, dia kemudian segera keluar dari
persembunyiannya.
“Tadi aku melihat mas Adriano
membawa sebuah kertas, ada apa sebenarnya. Apa yang mas Adriano sembunyikan
dariku. Aku harus mencarinya sebelum Santi datang. Nah itu dia kertas yang
dibawa sama mas Adriano.” Kata Abella.
Kemudian Abella segera membuka
kertas tersebut dan berisi sebuah alamat.
“Alamat apa ini? Disini tertulis
ingin bertemu dengan Santi di tempat ini nanti malam jam 8? Apa yang sebenarnya
mereka lakukan? Aku harus mendatangi tempat ini.” Kata Abella dalam hati. Kemudian
dia segera keluar dari kamar Santi.
“Ibu sedang apa disini?” Tanya
Santi, Abella pun kaget.
“Ah ti tidak apa-apa, aku hanya
ingin pergi ke dapur saja. Oh iya buahnya ada kan?” Tanya Abella.
“Ada, apakah ibu mau memakannya
sekarang?” Tanya Santi.
“Boleh, tolong kupaskan satu buah
ya.” Kata Abella.
“Baik bu. Oh iya bu nanti sore
saya mau ijin pamit.” Kata Santi.
“Memangnya mau kemana?” Tanya
__ADS_1
Abella.
“Saya mau mengunjungi ibu saya,
ibu saya sedang sakit jadi butuh bantuan saya.” Kata Santi.
“Memangnya dimana rumah ibumu?”
Tanya Abella.
“Jauh dari sini, jadi saya
kembali lagi ke rumah ini besok siang.” Kata Santi.
“Aku mengerti rumahmu jauh, tapi
dimana? Kenapa kamu tidak mau memberitahuku dimana rumahmu.” Kata Abella.
Tiba-tiba Adriano palsu datang.
“Ada apa sih ini? Ada apa sayang?”
Tanya Adriano palsu.
“Santi nanti mau ijin pamit untuk
mengunjungi ibunya, tapi dia tidak mau memberitahu dimana rumahnya.” Kata Abella.
“Pergilah, urusan pekerjaan rumah
biar aku yang mengerjakan.” Kata Adriano palsu.
“Baik pak, terima kasih.” Kata Santi.
“Kenapa kamu membela pembantu itu
sih mas? Aku kan ingin tau dimana rumahnya.” Kata Abella.
“Untuk apa sih ingin tau dimana
dia tinggal, yang penting dia kerja dengan baik kan sayang. Istirahatlah,
sepertinya kamu sangat lelah. Hari ini biar aku yang membersihkan rumah ya dan
aku juga yang akan memasak. Pokoknya kamu tenang saja, semua akan beres kalau
aku yang mengerjakan.” Kata Adriano palsu.
“Hmmmm baiklah mas. Mas nanti
malam kamu ada acara tidak?” Tanya Abella.
“Tidak ada, memangnya kenapa?”
Tanya Adriano palsu.
“Tidak apa-apa, aku hanya rindu
saja denganmu dan tidak ingin berpisah denganmu sayang.” Kata Abella.
“I love u sayang.” Kata Adriano
__ADS_1
palsu sambil mencium kening istrinya.