
Adriano dan Abella bersiap-siap menghadiri acara pesta pernikahan teman
Adriano yaitu Brama.
“Aku sudah siap, mau berangkat sekarang?” Tanya Abella.
Adriano ingin memberikan bros yang dibelinya kepada istrinya.
“Aku ada sesuatu untukmu.” Kata Adriano.
“Apa?” Tanya Abella.
Adriano mengeluarkan bros tersebut dari saku celananya, namun justru jatuh
hingga dibawah sofa.
“Yah, kok jatuh sih. Cepat ambil mas.” Kata Abella.
“Aku tidak mau, nanti bajuku kotor.” Kata Adriano.
“Memang apa sih isinya? Lalu kamu akan membiarkannya tetap dibawah sofa? Cepat
ambil menggunakan sapu saja. Laki-laki itu harus berani kotor, bagaimana sih,
sungguh merepotkan. Pasti kamu tidak ikhlas kan pantas saja barangnya terjatuh.”
Gerutu Abella.
“Asal kamu tau ya itu barang mahal. Itu kan untukmu jadi ambil saja
sendiri.” Gerutu Adriano.
“Aku tidak mau, nanti gaunku bisa kotor jika merangkak dibawah sofa. Cepat ambil
mas.” Kata Abella sambil mendorong suaminya. Akhirnya Adriano mengambil bros
tersebut sambil merangkak dibawah sofa, Abella pun menertawakan suaminya.
“Hahahaha lucu sekali, kamu terlihat seperti laba-laba raksasa haha.” Kata Abella
tertawa puas.
“Kamu tega sekali padaku, ini buatmu.” Gerutu Adriano.
“Kamu ikhlas kan memberikannya untukku?” Tanya Abella.
“Kembalikan jika tidak mau.” Kata Adriano.
“Tidak bisa, ini kan sudah jadi milikku. Wah bros nya cantik sekali, terima
__ADS_1
kasih banyak ya. Kamu tau juga selera anak muda.” Kata Abella.
“Aku lihat kamu sering memakai bros makanya aku membelikan satu untukmu.” Kata
Adriano.
“Wah sepertinya ini sangat mahal. Berapa harganya?” Tanya Abella.
“Murah kok, hanya 10 ribu saja.” Kata Adriano.
“Kamu kira bisa menipuku. Ayo cepat berangkat sekarang.” Kata Abella.
“Dasar bros menyusahkan.” Gerutu Adriano.
“Hei bajuku kotor tidak?” Tanya Adriano.
“Tidak kok.” Kata Abella namun dia tidak melihat ke arah suaminya.
“Bagaimana mungkin kamu mengatakan itu tanpa melihat ke arahku, perhatikan
dengan baik bajuku kotor tidak?” Tanya Adriano sambil menarik istrinya hingga
istrinya terjatuh di pelukannya. Mereka pun saling bertatapan canggung.
“Bagaimana aku bisa melihat bajumu kotor atau tidak jika kita terlalu
dekat? Aku bahkan tidak bisa melihatnya.” Kata Abella lirih dengan menunduk
“Lupakan, ayo berangkat sekarang.” Kata Adriano lalu melepas istrinya yang
berada di pelukannya.
Didalam mobil.
“Masih jauh tidak?” Tanya Abella.
“Kita akan tiba 15 menit lagi. Kenapa memangnya?” Tanya Adriano.
“Aku tidak suka dengan suasana canggung seperti ini.” Kata Abella.
“Maaf aku tidak sengaja menarikmu tadi. Kamu juga sih tidak mendengarku.” Kata
Adriano.
“Kamu menyalahkanku?” Tanya Abella.
“Tidak kok.” Kata Adriano.
“Mama kamu menelfonku mas.” Kata Abella.
__ADS_1
“Angkatlah.” Kata Adriano.
“Hallo ma.” Kata Abella.
“Hallo sayang, kamu dimana?” Tanya ibu Adriano.
“Aku sedang pergi bersama mas Adriano.” Kata Abella.
“Oh, pergi kemana?” Tanya ibu Adriano.
“Ke pesta pernikahan teman mas Adriano ma. Ada apa ma?” Tanya Abella.
“Bisa tidak nanti setelah kalian pergi ke pesta mampir sebentar ke rumah
mama papa?” Tanya ibu Adriano.
“Memangnya ada apa ma?” Tanya Abella.
“Tidak ada apa-apa, mama dan papa hanya rindu dengan kalian berdua. Mama tunggu
dirumah ya.” Kata ibu Adriano lalu menutup telfonnya.
“Mas, mama papa kamu menyuruh kita pergi ke rumahnya. Bagaimana ini?” Tanya
Abella.
“Tentu saja kita harus kesana.” Kata Adriano.
“Jangan lama-lama ya.” Kata Abella.
“Memangnya kenapa?” Tanya Adriano.
“Aku tidak mau menginap disana, pasti sangat canggung jika bersama kedua
orang tuamu.” Kata Abella.
“Sepertinya dia belum terbiasa dengan kedua orang tuaku, aku harus
membuatnya nyaman dengan kedua orang tuaku.” Kata Adriano dalam hati.
“Jangan khawatir, lagipula kan ada aku. Lama-lama juga kamu pasti akan
nyaman dengan mereka.” Kata Adriano.
“Pokoknya aku tidak mau menginap disana.” Kata Abella.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Salam sehat semuanya, terima kasih.