
Darel menemui Antika, setibanya di kamar Antika.
“Oma.” Panggil Darel.
“Kamu pasti Darel kan? Cucu oma tersayang.” Kata Antika lalu langsung memeluk Darel.
“Oma cepatlah sembuh ya dan semoga operasi oma berjalan dengan lancar.” Kata Darel.
“Terima kasih Darel sayang. Oh iya kamu datang kesini diantar sama siapa?” Tanya Antika.
“Sama mama.” Kata Darel.
“Sepertinya dia sudah bisa menerimaku.” Kata Antika dalam hati.
“Tapi mama langsung pergi ke kantornya.” Kata Darel.
“Dimana kantor mama kamu?” Tanya Antika.
“Di stasiun radio K FM oma.” Kata Darel.
“Oh disana ya, tunggu sebentar ya. Oma mau pergi ke kantin untuk membeli makanan dan kita makan bersama.” Kata Antika.
“Tidak perlu, mama melarang Darel makan bersama oma karena oma sedang sakit. Jadi oma harus banyak istirahat.” Kata Darel.
“Jadi dia masih membenciku. Tapi setidaknya aku bisa setiap hari mendengarkan suara dia meskipun hanya lewat radio saja.” Kata Antika dalam hati.
“Oma sakit apa? Papa bilang oma mau operasi ya.” Tanya Darel.
“Iya sayang, sebelum oma menjalani operasi ada yang ingin oma lakukan.” Kata Antika.
“Apa oma?” Tanya Darel.
“Makan bersama kalian, bersama Darel, papa dan mama kamu.” Kata Antika.
“Nanti aku akan mengajak mama dan papa ya oma, oma harus sembuh pokoknya.” Kata Darel.
“Terima kasih banyak Darel sayang.” Kata Antika sambil memeluk cucunya.
**
Dirumah.
Abela dan keluarganya sedang makan malam bersama.
“Bagaimana tadi bertemu dengan oma Antika?” Tanya Adriano.
“Aku sangat menyukai oma Antika, dia sayang sekali denganku pa. Oh iya tadi oma bilang kepadaku ada yang ingin dia inginkan sebelum menjalani operasi pa.” Kata Adriano.
“Darel cepat habiskan makananmu kemudian belajarlah kembali.” Kata Abela.
“Apa yang diinginkan sama oma Antika?” Tanya Adriano.
Tiba-tiba Abela segera berdiri dan meninggalkan meja makan.
“Oma ingin makan bersama mama, papa dan aku pa.” Kata Darel.
__ADS_1
“Kalian berdua saja yang makan bersamanya.” Kata Abela lalu masuk kedalam kamar.
“Mama kenapa sih pa kok sangat membenci oma?” Tanya Darel.
“Ini urusan orang dewasa, mama dan oma lama tidak bertemu jadi mama butuh waktu untuk bisa menerima oma. Papa harap Darel bisa mengerti ya dan Darel harus menjaga dan menyayangi oma Antika ya.” Kata Adriano.
“Tentu saja pa. Darel sudah selesai makan pa, Darel kembali ke kamar dulu ya.” Kata Darel.
“Iya sayang.” Kata Adriano.
Lalu Adriano menghampiri istrinya. Ternyata Abela sedang menelfon neneknya, Adriano pun mendengarkan pembicaraan istrinya tersebut.
“Mama ingin bertemu denganku nek, aku sangat kesal dengannya.” Kata Abela.
“Tidak perlu menemuinya, selama ini kan dia meninggalkanmu jadi untuk apa menemuinya. Dia pasti hanya akan memanfaatkanmu saja.” Kata nenek Abela.
“Aku memang tidak akan menemuinya nek.” Kata Abela.
“Bagus, kamu dan dia tidak ada hubungan apa-apa lagi, secara hukum nenek dan kakek adalah walimu.” Kata nenek Abela.
“Aku tutup dulu ya nek, aku mau istirahat.” Kata Abela.
Kemudian Adriano masuk kamar.
“Kamu sedang menelfon nenek ya? Aku heran kenapa ya nenek juga ikut membenci mama Antika padahal mama Antika kan anak satu-satunya.” Kata Adriano.
“Bukan urusanmu. Jangan pernah membujukku untuk menemui wanita itu.” Kata Abela.
“Aku harus melakukan apa agar kamu mau menemuinya?” Tanya Adriano.
Tiba-tiba Adriano berlutut didepan istrinya.
“Apa yang kamu lakukan sih?” Tanya Abela.
“Aku mohon penuhi permintaan mama Antika sebelum dia menjalani operasinya.” Kata Adriano.
“Cepat bangun.” Kata Abela.
“Aku tidak akan berdiri sebelum kamu mengatakan iya.” Kata Adriano.
“Ok Ok aku akan memenuhi permintaannya, puas kamu.” Bentak Abela.
**
Hari itu Adriano, Abela, Darel dan Antika pergi makan bersama. Setibanya di restoran.
“Oma.” Panggil Darel langsung berlari menghampiri Antika dan memeluknya.
“Darel sayang, oma sangat merindukanmu.” Kata Darel.
“Mama, hari ini dapat ijin untuk keluar dari rumah sakit ya?” Tanya Adriano.
“Iya, rumah sakit mengijinkan mama untuk keluar sebentar.” Kata Antika.
“Aku akan memesan makanan.” Kata Abela.
__ADS_1
Mereka berempat pun duduk di meja makan.
“Sebenarnya mama sudah memesankan makanan untuk kita berempat.” Kata Antika.
“Aku tidak yakin akan menyukai makanan pesananmu.” Kata Abela.
“Baiklah, pesanlah makanan kesukaanmu. Mama masih ingat kalau kamu harus memakan makanan yang manis dulu sebelum memakan makanan utama kan.” Kata Antika.
“Apakah hanya itu saja ingatanmu tentang aku?” Kata Abela.
“Wah makanannya sudah datang, ayo kita makan dulu.” Kata Adriano mengalihkan pembicaraan.
“Aku pergi dulu, ***** makanku hilang.” Kata Abela.
“Mama, aku mau ikut mama.” Kata Darel.
“Kamu disini saja, bukankah kamu merindukan oma kamu?” Kata Abela.
“Memangnya kamu mau pergi kemana? Duduklah, mama mohon.” Kata Antika.
“Cukup sudah semua sandiwaramu, bilang saja kamu ingin menghancurkan hidupku kan dengan mendekati dan mencari perhatian suami dan anakku? Kalau sakit segera berobat dan jangan menemuiku dan keluargaku.” Kata Abela.
“Mama minta maaf kepadamu, mama bersalah kepadamu.” Kata Antika sambil mencegah Abela untuk pergi.
“Lepaskan tanganku.” Bentak Abela.
“Darel pulang dulu ya ke rumah nenek, papa akan menelfon supir papa untuk mengantar Darel kerumah nenek.” Kata Adriano lalu mengantar Darel keluar restoran.
“Biar aku yang mengantar Darel.” Kata Abela.
“Bicaralah dengan ibumu.” Kata Adriano.
Akhirnya Abela dan Antika pun duduk di meja makan sedangkan Adriano dan Darel diluar.
“Bagaimana kabarmu? Pasti kamu baik-baik saja kan?” Tanya Antika.
“Tentu saja aku baik-baik saja, tanpamu aku jauh lebih baik.” Kata Abela.
“Maafkan mama, ada alasan yang tidak bisa mama katakan kepadamu kenapa mama pergi meninggalkanmu saat itu.” Kata Antika.
“Aku tidak butuh alasanmu, aku bersyukur memiliki nenek dan kakek yang sangat menyayangiku.” Kata Abela.
“Kamu pasti sangat mempercayai nenek dan kakekmu kan?” Tanya Antika.
“Tentu saja.” Kata Abela.
“Padahal mereka berdua dalang dibalik ini semua, mereka yang memisahkan kita nak.” Kata Antika dalam hati.
“Jika saja papa masih ada, setidaknya dia tidak akan meninggalkanku sepertimu.” Kata Abela.
“Papa kamu yang memulai semua ini, papa kamu juga yang membuat mama menderita. Bahkan setelah kepergiannya, papa kamu tetap saja membuat mama menderita.” Kata Antika dalam hati.
“Kembalilah ke rumah sakit, setelah ini aku tidak akan pernah menemuimu kembali.” Kata Abela lalu dia pergi.
__ADS_1