Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 96


__ADS_3

Setelah itu mereka pergi ke


tempat makan khas makanan korea.


“Mau pesan apa? Aku sama sekali


tidak tau makanan apa yang harus kita makan.” Kata Adriano.


“Biar aku yang pesan mas.” Kata


Abella.


Setelah beberapa menit, pesanan


mereka pun datang.


“Gamsahamnida (terima kasih)”


Kata Abella.


“Masissge juseyo (Selamat menikmati


makanan)” Kata pelayan restoran.



“Apa ini namanya?” Tanya Adriano.


“Ini namanya bulgogi mas.” Kata


Abella.


“Daging sapi ya?” Tanya Adriano.


“Iya, kalau ini namanya sundubu


jjigae. Rasanya sangat enak. Setelah ini kita ke street food ya, aku ingin menikmati


camilan dan jajanan khas Korea.” Kata Abella.



“Memangnya kamu tidak kenyang?”


Tanya Adriano.


“Aku sengaja hanya memesan


makanan sedikit karena setelah itu kita akan pergi ke street food Korea.” Kata


Abella.


“Baiklah, selamat makan.” Kata


Adriano.


“Biar aku suapi mas.” Kata


Abella.


“Tumben sekali kamu sangat


perhatian padaku.” Kata Adriano.


“Jangan banyak omong daripada aku

__ADS_1


berubah pikiran.” Kata Abella sambil menyuapi suaminya.


**


Mereka berdua melanjutkan


perjalanan ke sebuah tempat yang menjual berbagai makanan jalanan khas Korea.


“Wah banyak sekali makanannya,


aku ingin memakan semuanya.” Kata Abella.


“Jangan beli terlalu banyak, beli


secukupnya saja.” Kata Adriano.


“Ayo mas kita coba membeli


teokpoki terlebih dahulu.” Kata Abella.


“Makanan apa itu?” Tanya Adriano.


“Kamu akan tau setelah


mencobanya. Cepat buka mulutmu, aku akan menyuapimu.” Kata Abella.



“Aku saja yang menyuapimu.” Kata


Adriano, Abella pun malu-malu kucing.


“Terima kasih sayang.” Kata


Abella lirih.


Adriano.


“Terima kasih sayang.” Teriak


Abella, Adriano pun tertawa terbahak-bahak mendengar istrinya memanggilnya


dengan sebutan sayang.


Setelah itu mereka berdua kembali


ke penginapan.


“Lelah sekali seharian ini


bepergian.” Kata Abella.


“Karena kita lebih banyak


berjalan kaki makanya lelah. Mandi bareng yuk.” Rayu Adriano.


“Tidak mau, aku malu.” Kata


Abella.


“Ayolah kenapa mesti malu sih,


untuk apa malu denganku.” Rayu Adriano.


“Aku tidak mau mas.” Kata Abella.

__ADS_1


“Kenapa mesti malu? Bukankah kamu


juga sering melihatku tanpa memakai pakaian. Kamu juga pernah melihat punyaku. Ayolah


sayang.” Rayu Adriano. Kemudian Adriano merayu dan menuntun istrinya ke kamar


mandi. Namun Abella sangat malu dan dia menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


“Biarkan aku melepas pakaianmu.” Kata


Adriano, namun Abella tetap menutupi dadanya.


“Maaf mas, aku takut.” Kata Abella.


“Tidak apa-apa, dosa loh kalau


tidak mau melayani suami.” Kata Adriano. Akhirnya Adriano melepas pakaian


Abella, kemudian dia menggendongnya dan membawanya kedalam bath up. Abella sangat


deg-degan dan tidak berani menatap suaminya.


“Lihat aku, tatap aku.” Kata


Adriano. Kemudian Adriano perlahan mencium istrinya.


“Mas jangan, aku sangat malu.” Kata


Abella.


“Ayolah sayang, aku sudah tidak


sabar lagi.” Rayu Adriano, akhirnya Abella mengangguk.


Adriano menggosok punggung


istrinya sambil menggelitik perut istrinya.


“Ampun mas, geli sekali rasanya.”


Kata Abella.


“Tidak usah malu, be your self


sayang. Aku justru aneh melihatmu pendiam dan malu-malu seperti ini.” Kata


Adriano.


“Kamu mau apa dariku?” Tanya


Abella sambil menggoda suaminya.


“Kita enak enak didalam bath up


yuk sayang.” Kata Adriano.


“Dasar nakal.” Kata Abella, tanpa


basa basi lagi dan tanpa malu-malu dia langsung mencium suaminya dengan nakal.


“Aku mencintaimu mas.” Kata


Abella.


“I love you so much my wife.”

__ADS_1


Kata Adriano.


__ADS_2