
Setelah itu mereka pergi ke
tempat makan khas makanan korea.
“Mau pesan apa? Aku sama sekali
tidak tau makanan apa yang harus kita makan.” Kata Adriano.
“Biar aku yang pesan mas.” Kata
Abella.
Setelah beberapa menit, pesanan
mereka pun datang.
“Gamsahamnida (terima kasih)”
Kata Abella.
“Masissge juseyo (Selamat menikmati
makanan)” Kata pelayan restoran.
“Apa ini namanya?” Tanya Adriano.
“Ini namanya bulgogi mas.” Kata
Abella.
“Daging sapi ya?” Tanya Adriano.
“Iya, kalau ini namanya sundubu
jjigae. Rasanya sangat enak. Setelah ini kita ke street food ya, aku ingin menikmati
camilan dan jajanan khas Korea.” Kata Abella.
“Memangnya kamu tidak kenyang?”
Tanya Adriano.
“Aku sengaja hanya memesan
makanan sedikit karena setelah itu kita akan pergi ke street food Korea.” Kata
Abella.
“Baiklah, selamat makan.” Kata
Adriano.
“Biar aku suapi mas.” Kata
Abella.
“Tumben sekali kamu sangat
perhatian padaku.” Kata Adriano.
“Jangan banyak omong daripada aku
__ADS_1
berubah pikiran.” Kata Abella sambil menyuapi suaminya.
**
Mereka berdua melanjutkan
perjalanan ke sebuah tempat yang menjual berbagai makanan jalanan khas Korea.
“Wah banyak sekali makanannya,
aku ingin memakan semuanya.” Kata Abella.
“Jangan beli terlalu banyak, beli
secukupnya saja.” Kata Adriano.
“Ayo mas kita coba membeli
teokpoki terlebih dahulu.” Kata Abella.
“Makanan apa itu?” Tanya Adriano.
“Kamu akan tau setelah
mencobanya. Cepat buka mulutmu, aku akan menyuapimu.” Kata Abella.
“Aku saja yang menyuapimu.” Kata
Adriano, Abella pun malu-malu kucing.
“Terima kasih sayang.” Kata
Abella lirih.
Adriano.
“Terima kasih sayang.” Teriak
Abella, Adriano pun tertawa terbahak-bahak mendengar istrinya memanggilnya
dengan sebutan sayang.
Setelah itu mereka berdua kembali
ke penginapan.
“Lelah sekali seharian ini
bepergian.” Kata Abella.
“Karena kita lebih banyak
berjalan kaki makanya lelah. Mandi bareng yuk.” Rayu Adriano.
“Tidak mau, aku malu.” Kata
Abella.
“Ayolah kenapa mesti malu sih,
untuk apa malu denganku.” Rayu Adriano.
“Aku tidak mau mas.” Kata Abella.
__ADS_1
“Kenapa mesti malu? Bukankah kamu
juga sering melihatku tanpa memakai pakaian. Kamu juga pernah melihat punyaku. Ayolah
sayang.” Rayu Adriano. Kemudian Adriano merayu dan menuntun istrinya ke kamar
mandi. Namun Abella sangat malu dan dia menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
“Biarkan aku melepas pakaianmu.” Kata
Adriano, namun Abella tetap menutupi dadanya.
“Maaf mas, aku takut.” Kata Abella.
“Tidak apa-apa, dosa loh kalau
tidak mau melayani suami.” Kata Adriano. Akhirnya Adriano melepas pakaian
Abella, kemudian dia menggendongnya dan membawanya kedalam bath up. Abella sangat
deg-degan dan tidak berani menatap suaminya.
“Lihat aku, tatap aku.” Kata
Adriano. Kemudian Adriano perlahan mencium istrinya.
“Mas jangan, aku sangat malu.” Kata
Abella.
“Ayolah sayang, aku sudah tidak
sabar lagi.” Rayu Adriano, akhirnya Abella mengangguk.
Adriano menggosok punggung
istrinya sambil menggelitik perut istrinya.
“Ampun mas, geli sekali rasanya.”
Kata Abella.
“Tidak usah malu, be your self
sayang. Aku justru aneh melihatmu pendiam dan malu-malu seperti ini.” Kata
Adriano.
“Kamu mau apa dariku?” Tanya
Abella sambil menggoda suaminya.
“Kita enak enak didalam bath up
yuk sayang.” Kata Adriano.
“Dasar nakal.” Kata Abella, tanpa
basa basi lagi dan tanpa malu-malu dia langsung mencium suaminya dengan nakal.
“Aku mencintaimu mas.” Kata
Abella.
“I love you so much my wife.”
__ADS_1
Kata Adriano.