
Abella sedang asyik mengambil
foto bersama teman-temannya.
“Akhirnya kita lulus juga ya.”
Kata Melisa.
“Kamu kapan foto bareng bersama
pak Riko?” Tanya Jesica.
“Kamu sudah tau semuanya Jes?”
Tanya Abella.
“Aku syok saat mendengar dari
Melisa, bisa-bisanya dia menikah dengan pak Riko dan bisa-bisanya kalian
menikah tanpa sepengetahuanku, aku kan ingin jadi bridesmaid kalian.” Gerutu
Jesica.
“Hahaha maaf Jes, cepatlah
menikah juga.” Kata Abella.
“Hmmm pacar saja aku tidak punya,
kamu kapan berangkat ke luar negeri Mel?” Tanya Jesica.
“Tahun depan, makanya aku mau les
privat bahasa inggris dulu, lagipula mas Riko juga masih banyak yang perlu di
urus, dia kan mengajukan beasiswa jadi dia harus menyiapkan semua
kelengkapannya. Aku bakalan rindu dengan kalian berdua dong.” Kata Melisa
sambil memeluk kedua sahabatnya.
“Doakan aku dan Jesica bisa
menyusulmu kesana ya, nanti kita bisa liburan bersama deh. Eh itu ada pak Riko,
aku akan mengambil gambarmu berdua dengannya.” Kata Abella.
“Jangan, nanti banyak yang
melihatnya. Lebih baik kita foto bersama saja.” Kata Melisa.
“Kenapa mesti malu sih sama suami
sendiri, cepat mumpung sepi disini.” Kata Jesica.
Lalu Abella memanggil pak Riko.
“Pak Riko, cepat kesini dong.
Istrimu ingin foto berdua denganmu pak.” Panggil Abella.
“Dasar murid tidak ada sopan
santunnya sama sekali kamu ya.” Kata Riko.
“Loh bapak kan suami temanku
hahaha.” Kata Abella.
“Untung saja kamu sahabatnya
Melisa. Cepat ambil fotoku berdua dengan Melisa dan jangan sampai ada orang
yang melihat kita.” Kata Riko.
__ADS_1
“Baiklah, fotonya yang mesra
dong. Pak jangan tegang dong, peluk istrinya dong pak haha.” Goda Abella.
“Jangan banyak bicara, cepat
ambil fotonya sekarang.” Bentak Riko.
“Hmmm bapak malu-malu tapi mau.”
Kata Jesica.
“Dipeluk dong pak istrinya.” Kata
Abella.
Akhirnya mereka pun saling
berpelukan dan Abella segera mengambil foto mereka.
“Nah begitu dong kan hasilnya
jadi bagus.” Kata Abella.
“Coba lihat hasilnya seperti
apa?” Tanya Melisa.
“Wah pintar juga kamu kalau
mengambil foto.” Kata Riko.
“Tentu saja, aku kan murid
multitalent pak.” Kata Abella.
“Iya benar, sampai sering masuk
ruang BK. Tapi aku benar-benar tidak menyangka murid sepertimu menikah di usia
muda.” Kata Riko.
bisa menikahi Melisa, murid yang dulu sangat bapak benci gara-gara.” Kata
Abella.
“Gara-gara sering tidur saat jam
pelajaran bapak dan suka sekali berdandan haha.” Kata Jesica.
“Bukannya kalian semua juga suka
berdandan ya hmmmm.” Kata Riko.
“Of course hahahaha.” Kata
Abella, Melisa dan Jesica.
“Kalian berdua jadi daftar di
kampus mana dan mengambil jurusan apa?” Tanya Riko.
“Saya mau mengambil jurusan
kedokteran pak.” Kata Jesica.
“Bagus, semoga sukses semuanya
buat kalian. Kamu Abella?” Tanya Riko.
“Aku juga akan melanjutkan untuk
kuliah pak, suami saya juga mengijinkan saya untuk kuliah.” Kata Abella.
“Mau ambil jurusan apa?” Tanya
__ADS_1
Riko.
“Sepertinya mau ambil manajemen
pak.” Kata Abella.
“Bagus tuh, kamu kan bisa
sekalian mengurus bisnis kakek dan nenekmu.” Kata Melisa.
“Hahaha biar jadi milikku nanti.”
Kata Abella.
“Dasar kamu.” Kata Melisa.
“Kan aku cucu satu-satunya.” Kata
Abella.
“Suamimu kemana Bell?” Tanya
Melisa.
“Dia menungguku di mobil.” Kata
Abella.
“Cepat temui dia, hati-hati loh
nanti digodain sama anak-anak.” Kata Melisa.
“Hmmm awas saja kalau berani.”
Kata Abella.
“Eh besok acara pernikahannya si
Dava, kamu datang tidak?” Tanya Jesica.
“Menurutmu bagaimana?” Tanya
Abella.
“Datang saja sama suamimu Bell.”
Kata Jesica.
“Suamiku sepertinya tidak bisa
menemaniku karena harus keluar kota.” Kata Abella.
“Kalau begitu datanglah bersama
kita saja, bagaimana?” Tanya Melisa.
“Lihat besok saja ya, nanti aku
kabari lagi.” Kata Abella.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Jangan lupa mampir juga ke novelku yang lain :
1. Akibat Dijodohkan Papaku (ending)
2. Menua Bersamamu (ongoing season2)
__ADS_1
3. Lavera Club : War of Life (ongoing)
Salam sehat semuanya, terima kasih.