
“Kita sudah tidak ada urusan lagi, tolong pergi dari sini, pergi dari rumahku.” Kata Abela.
“Tidak ada kata berpisah dari kita berdua bahkan kita tidak pernah mengatakan putus.” Kata Nando sambil menahan pagar.
“Anggap saja aku yang mencampakkanmu dan pergi meninggalkanmu, cepat pergi dari sini.” Kata Abela sambil berusaha menutup pintu pagar rumahnya.
“Aku tidak mau kehilangan kamu lagi untuk yang kedua kalinya, apakah kamu benar-benar sangat membenciku?” Tanya Nando sambil menatap Abela.
“Aku sangat membencimu dan aku tidak menyukaimu lagi jadi silahkan pergi dari rumahku.” Kata Abela.
“Aku tidak percaya, jangan berbohong padaku dan jangan membohongi dirimu sendiri.” Kata Nando.
“Cepat pergi dari sini.” Kata Abela sambil mendorong pintu pagarnya agar tertutup namun Nando justru menahannya dan akhirnya Nando berhasil memasuki pagar rumah Abela lalu mendekati dan menatap Abela, sedangkan Abela menunduk.
__ADS_1
“Tatap aku, lihat aku.” Kata Nando, namun Abela tetap menunduk.
“Lihat aku, jika kamu pergi meninggalkanku karena kamu tidak menyukaiku dan membenciku, kamu pasti akan membuang semua barang pemberianku, tapi kamu masih mengenakan anting pemberianku, tas pemberianku juga lalu gaya rambutmu masih sama seperti dulu dan akulah yang menyarankanmu untuk mengganti gaya rambutmu seperti saat ini, itu tandanya kamu masih menyukaiku kan dan sama sekali tidak membenciku kan? Jawab aku.” Kata Nando, namun Abela semakin menunduk.
“Selama ini aku mencarimu dan memikirkanmu, rasanya aku seperti orang gila karena kepergianmu. Aku yakin kamu masih mencintaiku kan? Ucapanmu tadi semua adalah bohong kan?” Tanya Nando.
“Hentikan, aku tidak ada waktu untukmu jadi pergilah dari rumahku.” Kata Abela.
Tiba-tiba hujan deras turun secara tiba-tiba, karena memang sebelumnya cuaca mendung dan petir menggelegar.
“Lepaskan tanganku, hujan sangat lebat aku harus masuk kedalam.” Kata Abela.
“Jawab dulu pertanyaanku, jika memang benar kamu sudah tidak menyukaiku lagi, tidak mencintaiku lagi bahkan sangat membenciku, aku akan kembali pulang dan tidak akan menemuimu lagi.” Kata Nando.
__ADS_1
“Aku tidak mencintaimu lagi dan selama ini aku hanyalah memanfaatkanmu saja, puas kamu. Sekarang pergilah dari sini dan jangan pernah menemuiku lagi.” Kata Abela.
“Baiklah, aku akan pergi dari sini dan tidak akan menemuimu lagi. Maafkan aku.” Kata Nando. Nando pun akhirnya pergi dari rumah Abela dengan basah kuyup. Abela yang melihatnya pun menangis lalu segera masuk kedalam rumahnya. Dia menangis sangat histeris didalam rumahnya.
“Huhuhuhuhu maafkan aku, maafkan aku. Aku masih mencintaimu bahkan selama satu tahun ini aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu.” Kata Abela. Akhirnya dia pun berlari keluar ditengah hujan lebat dan mencari Nando, namun mobil Nando sudah tidak ada didepan rumah Abela. Dia pun berlari tanpa memakai sandal ditengah hujan lebat sambil menangis dan berteriak memanggil nama Nando.
“Nando Nando kamu dimana? Maafkan aku, aku masih mencintaimu dan sangat menyayangimu huhuhu.” Teriak Abela. Dia berlari sampai jalan raya untuk mencari Nando, kemudian dia ingat dengan perkataan Radina kalau Nando menginap di hotel dekat studio fotonya. Akhirnya dia pergi kesana dengan berjalan kaki ditengah hujan lebat tersebut untuk mancari Nando.
“Nando kamu dimana? Maafkan aku.” Kata Abela.
Abela hampir saja tertabrak mobil karena berjalan di tengah jalan raya, dia pun terjatuh karena kaget dengan suara klakson mobil. Ternyata itu mobil Nando, Nando pun segera keluar dari mobil untuk menolong orang tersebut dan dia sangat kaget karena yang hampir ditabrak adalah Abela.
“Abela.” Kata Nando.
__ADS_1
Seketika Abela pun langsung berlari ke pelukan Nando dibawah hujan lebat tersebut.