Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 33


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 1 dinihari.


Tiba-tiba ponsel Tiara berdering.


“Siapa sih malam-malam begini menelfon, mas Daniel sudah tidur lagi.” Gerutu Tiara. Lalu Tiara bangun dan melihat ponselnya.


“Astaga Fardan kenapa menelfonku? Dia benar-benar berani sekali.” Kata Tiara dalam hati. Kemudian Tiara diam-diam keluar kamar untuk menerima telfon dari Fardan.


“Hallo ada apa? Kamu berani sekali menelfonku jam segini? Suamiku ada dirumah, untung saja dia tidur.” Bisik Tiara.


“Dia menemuiku dan menonjokku, maka dari itu aku sangat mengkhawatirkanmu. Dia tidak kasar denganmu kan? Kamu tidak apa-apa kan sayang?” Tanya Fardan.


“Aku mohon jangan menelfonku apalagi menemuiku lagi, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.” Bisik Tiara.


“Tapi aku tidak mau berpisah denganmu sayang, kita kan saling mencintai dan aku adalah ayah dari Brendan jadi sampai kapanpun kita berdua akan saling bertemu dan takkan terpisahkan.” Kata Fardan.


“Hubungan kita itu sangat tidak baik dan saling merugikan, apa kamu tega meninggalkan Nadia? Aku juga tidak mungkin meninggalkan keluargaku, aku mohon.” Kata Tiara.


“Sampai kapanpun aku tidak mau berpisah darimu, aku tidak masalah kok meskipun hubungan kita akan seperti ini selamanya asal bersamamu.” Kata Fardan.


“Kamu benar-benar gila ya, lupakan aku dan jangan pernah temui aku lagi jika tidak ingin berurusan dengan suamiku.” Kata Tiara.


“Apakah suamimu tau bahwa aku adalah ayah kandung Brendan? Lalu apakah ibu mertuamu akan diam saja setelah dia mengetahuinya? Hanya aku yang bisa menolong dan menyelamatkanmu sayang.” Kata Fardan.

__ADS_1


“Jangan macam-macam kamu ya.” Bentak Tiara lalu menutup telfonnya.


“Ada apa sayang? Siapa yang menelfonmu? Apakah ada yang mengancammu?” Tanya Daniel.


“Aaaa astaga mas, oh ti tidak ada apa-apa kok hanya telfon iseng saja. Kita lanjut tidur lagi yuk mas.” Kata Tiara.


“Oh iya minggu depan aku akan kembali ke Indonesia, aku juga akan membawamu, Kevia dan juga Brendan. Kita besarkan anak-anak kita di Indonesia saja ya.” Kata Daniel.


“Kenapa sangat mendadak mas? Lalu bagaimana dengan sekolahnya Kevia? Lalu apakah ibu akan menyetujuinya?” Tanya Tiara.


“Kalau masalah ibu itu urusanku, aku akan mengaturnya.” Kata Fardan.


“Baiklah sayang kalau begitu.” Kata Tiara.


Saat Daniel pergi ke sekolah Kevia, Tiara diam-diam pergi menemui Fardan sambil membawa Brendan.


“Aku harus pergi menemui Fardan sebelum aku pindah ke Indonesia kembali, bagaimanapun juga dia sangatlah berharga bagiku.” Kata Tiara.


Tiara tiba di kediaman Fardan. Tiara pun segera masuk kedalam apartemen Fardan karena Tiara mengetahui kode sandinya.


“Fardan Fardan kamu dimana? Aku datang bersama Brendan, kamu dimana?” Tanya Tiara sambil mencari keberadaan Fardan.


Tiba-tiba Tiara mendengar suara rintihan.

__ADS_1


“Aaaaaaaa Fardan apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini kepadamu?” Teriak Tiara sambil menangis, jadi Fardan ditemukan berlumuran darah didalam kamar mandinya.


“Panggil ambulan lalu cepat pergi dari sini, aku tidak mau kamu disalahkan.” Kata Fardan.


“Tidak tidak, aku tidak mungkin meninggalkanmu, sayang tolong bertahanlah.” Kata Tiara sambil menangis.


“Cepat panggilkan ambulan lalu pergilah, pakai saja ponselku agar nomormu tidak terlacak oleh polisi.” Kata Fardan.


Akhirnya Tiara pun menuruti perkataan Fardan. Tiara segera menelfon ambulan dan setelah ambulan datang, Tiara pun segera pergi. Dia pergi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Fardan, namun saat di perjalanan suaminya menelfonnya.


“Sayang kamu dimana? Kita harus pergi sekarang.” Kata Daniel.


“Pergi kemana mas?” Tanya Tiara.


“Kamu bagaimana sih sayang kan kita harus terbang ke Jakarta malam ini.” Kata Daniel.


“Bukannya masih minggu depan ya mas.” Kata Tiara.


“Aku ada kepentingan mendadak di Jakarta sayang jadi kita harus berangkat sekarang, aku sudah bersama Kevia ini. Kamu dimana sih sekarang?” Tanya Daniel.


“Aku perjalanan ke rumah sakit mas, tadi Nadia menelfonku dan dia bilang kalau Fardan dilarikan ke rumah sakit makanya aku segera kesana.” Kata Tiara.


“Jangan terlalu lama ya karena kita harus segera pergi. Aku akan membawa semua barangmu sekaligus menjemputmu ya.” Kata Daniel.

__ADS_1


“Baiklah mas.” Kata Tiara sambil menahan tangisnya.


__ADS_2