Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 29


__ADS_3

Dokter keluar dari ruang perawatan ibunya.


“Mama mama.” Kata Abela.


“Duduklah disini, aku yang akan bicara dengan dokter.” Kata Nando. Nando pun menghampiri dokter tersebut.


“Bagaimana keadaan pasien? Apakah pasien selamat?” Tanya Nando.


“Kondisi pasien sangat kritis, dan dia mengalami koma.” Kata dokter.


“Tolong lakukan yang terbaik untuk pasien, pasien harus tetap hidup demi putrinya.” Kata Nando.


“Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien.” Kata dokter.


Kemudian Nando kembali menghampiri Abela.


“Bagaimana kondisi mamaku? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia selamat?” Tanya Abela sangat khawatir.


“Dia mengalami koma.” Kata Nando.


“Apa? Mama mama maafkan aku ma, ini semua salahku huhuhu. Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu padanya.” Kata Abela sambil terus menangis histeris.


“Tenang tenang, sekarang kita masuk yuk ke ruangan ibumu. Kamu harus menjaganya.” Kata Nando sambil membantu Abela berjalan menuju ruang inap ibunya.


Ibunya terbaring lemas dengan terpasang berbagai alat bantu pernafasan.


Abela tak kuasa menahan tangisnya. Nando berusaha menenangkan Abela yang menangis histeris.


Tiba-tiba nenek dan suami Abela datang.

__ADS_1


Adriano langsung menonjok Nando, dan nenek Abela menampar pipi Abela.


“Ah.” Teriak Abela.


“Jangan tampar Abela, dia sangat sedih dengan apa yang terjadi kepada ibunya.” Teriak Nando.


“Lebih baik kamu keluar dari sini dan jangan pernah menggoda istriku.” Bentak Adriano kepada Nando.


“Pergilah.” Kata Abela kepada Nando.


Akhirnya Nando pun pergi dari ruangan inap Antika. Sedangkan nenek dan suami Abela sangat marah kepada Abela.


“Kenapa nenek menamparku?” Tanya Abela.


“Beraninya kamu menemui wanita itu?” Bentak nenek Abela.


“Sudah berapa kali aku mengatakan kepadamu untuk tidak bertemu dengan wanita itu. Kamu bahkan sedang bersama laki-laki lain selain suamimu ya.” Bentak nenek Abela.


“Justru dia yang membantuku, aku menelfonmu mas tapi kamu tidak ada jawaban bahkan pesan yang aku kirim juga tidak ada balasan darimu. Kemana saja kamu?” Bentak Abela.


“Tapi kan kamu bisa menghubungi nenek atau kakek.” Bentak Adriano.


“Nenek pasti akan melarangku jika aku bertemu dengan ibuku. Kalian semua tidak bisa mengerti seperti apa perasaanku saat ini. Kenapa nenek melarangku bertemu dengan ibuku? Kenapa nek? Padahal dia adalah anak kandung nenek kan.” Bentak Abela.


“Berani sekali kamu membentak nenekmu? Jadi inilah hasilnya jika kamu bertemu dengan ibumu? Kamu jadi semakin berani melawan nenekmu dan kamu bahkan mulai berselingkuh seperti ibumu?” Bentak nenek Abela.


“Mama sedang membutuhkan kita nek, mama selama ini tidak hidup bahagia nek, mama selama ini menderita bahkan setelah pergi meninggalkan kita.” Kata Abela.


“Bodohnya dirimu karena mempercayai wanita ini.” Kata nenek Abela sambil menampar pipi Abela.

__ADS_1


“Ahhhh nenek menamparku kembali.” Kata Abela sambil menahan sakitnya tamparan neneknya.


“Aku benci dengan kalian semua, cepat pergi dari sini.” Teriak Abela.


“Bawa dia pulang kerumah.” Kata nenek Abela kepada Adriano.


“Baik nek.” Kata Adriano.


Adriano pun membawa Abela keluar dari ruangan tersebut.


“Lepas lepaskan aku.” Teriak Abela kepada suaminya.


“Bukankah kamu yang menyuruhku untuk menemui ibuku? Kenapa kamu justru memperlakukanku seperti ini hah?” Bisik Abela kepada Adriano.


“Mama Antika akan baik-baik saja, lebih baik kita semua kembali pulang.” Bisik Adriano kepada Abela.


“Lepaskan aku, aku ingin menjaga mama sampai dia sembuh.” Teriak Abela.


“Cepat bawa dia pulang.” Kata nenek Abela.


“Baik nek.” Kata Adriano.


“Bahkan keluargaku sendiri memperlakukanku seperti ini, Mama tolong bertahanlah demi aku. Aku akan kembali untuk menjagamu dan merawatmu hingga mama sembuh. Maafkan aku ma.” Kata Abela dalam hati.


Abela hanya bisa pasrah dengan perlakuan keluarganya.


Namun dari kejauhan, ada Nando yang melihat Abela dan keluarganya kembali pulang, akhirnya Nando memilih untuk menjaga Antika.


“Aku akan memastikan ibunya Abela secepatnya sadar kembali.” Kata Nando dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2