Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 57


__ADS_3

Adriano segera


masuk kedalam rumahnya sambil senyum-senyum karena mendapat paket dari ibunya.


Tapi dia bingung harus meminumnya atau tidak.


“Percuma kalau


aku minum lalu tidak tersalurkan dengan baik, sebenarnya Abella menyukaiku atau


tidak sih? Sikapnya juga sangat aneh, kadang marah tapi kadang juga tiba-tiba


memelukku. Bahkan pelukannya sangat candu sekali, ingin rasanya bisa seperti


itu setiap hari tapi lupakanlah, dia juga belum sepenuhnya bisa menerimaku. Aku


ada ide, aku akan teus menggodanya dan membuatnya nyaman agar dia bisa


secepatnya menyukaiku hahaha. Jika aku semakin membuatnya nyaman aku yakin


pasti dia akan merasa sangat dicintai, dengan begitu aku bisa memilikinya


seutuhnya, aku akan bikin dia jatuh cinta padaku, lihat saja ya kamu pasti akan


jatuh ke pelukanku hahahaha.” Kata Adriano dalam hati sambil cekikikan.


“Kamu kenapa sih


mas kok tertawa sendiri malam-malam begini, jangan-jangan kamu kesurupan ya?”


Tanya Abella.


“Iya kesurupan


hantu penunggu rumah ini hiiiiiiiiii.” Kata Adriano sambil menakuti istrinya.


“Dasar aneh,


paket apa itu? Paket dari siapa? Dari mantan kekasihmu ya si dokter itu?” Tanya


Abella.


“Bukan kok,


kenapa sih penasaran ya?” Goda Adriano.


“Tidak kok,


untuk apa penasaran sama kamu.” Gerutu Abella. Kemudian dia diam-diam mengambil


paket milik suaminya.

__ADS_1


“Hei jangan di


ambil. Cepat kembalikan padaku.” Kata Adriano.


“Tidak mau.”


Goda Abella, lalu dia segera masuk ke kamarnya dan membuka paket milik


suaminya.


“Aku penasaran


paket dari siapa sih?” Tanya Abella.


Lalu dia membuka


paket tersebut dan membaca suratnya, dia pun berteriak lalu membuka pintu


kamarnya dan melempar paket tersebut, minuman tersebut tumpah dan mengenai


suaminya.


“Jangan


dimunum.” Teriak Abella.


“Terlambat, aku


sambil mendekat.


“No, no jangan


berani mendekat padaku.” Kata Abella. Namun Adriano tetap mendekat ke arah istrinya.


“Maaf mas aku


tidak tau kalau paket itu dari mama, kenapa mama memberikan minuman ramuan itu


padamu. Jangan lakukan itu padaku.” Kata Abella, namun Adriano tetap mendekati


istrinya, bahkan dia memeluk istrinya. Lalu Abella menampar suaminya, dia segera


mengambil air dari kamar mandi dan menyiramkannya ke wajah suaminya.


“Rasakan ini,


semoga efek dari ramuan itu segera hilang, aku mohon jangan sampai dia


menyalurkannya padaku, aku tidak mau dia melakukannya padaku.” Kata Abella


khawatir.

__ADS_1


“Apa yang kamu


lakukan padaku? Tega sekali kamu menyiramku dengan air?” Tanya Adriano.


“Aku takut


setelah kamu minum ramuan itu lalu kamu melampiaskannya padaku, makanya aku


menyiram air padamu agar efek dari ramuan itu hilang.” Kata Abella.


“Astaga, aku


tidak menelannya. Kamu gampang juga ya dibohongin.” Kata Adriano.


“Apa? Jadi kamu


berbohong padaku. Kamu menyebalkan mas.” Kata Abella mewek.


“Kok malah mewek


sih, cepat bantu aku dan bersihkan kekacauan ini.” Kata Adriano.


Kemudian Adriano


membersihkan diri dan mengganti bajunya sedangkan Abella membersihkan kekacauan


yang ia buat.


“Gara-gara paket


dari mama aku sampai ketakutan dan sekarang aku malah harus mengepel lantai


malam-malam begini.” Gerutu Abella.


Dibalik pintu


kamar, Adriano memperhatikan istrinya yang sedang membersihkan lantai akibat


tumpahan air dan juga ramuan tersebut.


“Polos sekali


dia, mudah sekali aku kerjain. Aku tidak mungkin meminumnya bisa gawat kalau


tidak tersalurkan. Sepertinya dia sangat ketakutan, lagipula aku juga tidak


ingin menghamilinya disaat masih SMA." Kata Adriano dalam hati.


Info :


Jangan lupa like nya ya.

__ADS_1


Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2