
Adriano segera
masuk kedalam rumahnya sambil senyum-senyum karena mendapat paket dari ibunya.
Tapi dia bingung harus meminumnya atau tidak.
“Percuma kalau
aku minum lalu tidak tersalurkan dengan baik, sebenarnya Abella menyukaiku atau
tidak sih? Sikapnya juga sangat aneh, kadang marah tapi kadang juga tiba-tiba
memelukku. Bahkan pelukannya sangat candu sekali, ingin rasanya bisa seperti
itu setiap hari tapi lupakanlah, dia juga belum sepenuhnya bisa menerimaku. Aku
ada ide, aku akan teus menggodanya dan membuatnya nyaman agar dia bisa
secepatnya menyukaiku hahaha. Jika aku semakin membuatnya nyaman aku yakin
pasti dia akan merasa sangat dicintai, dengan begitu aku bisa memilikinya
seutuhnya, aku akan bikin dia jatuh cinta padaku, lihat saja ya kamu pasti akan
jatuh ke pelukanku hahahaha.” Kata Adriano dalam hati sambil cekikikan.
“Kamu kenapa sih
mas kok tertawa sendiri malam-malam begini, jangan-jangan kamu kesurupan ya?”
Tanya Abella.
“Iya kesurupan
hantu penunggu rumah ini hiiiiiiiiii.” Kata Adriano sambil menakuti istrinya.
“Dasar aneh,
paket apa itu? Paket dari siapa? Dari mantan kekasihmu ya si dokter itu?” Tanya
Abella.
“Bukan kok,
kenapa sih penasaran ya?” Goda Adriano.
“Tidak kok,
untuk apa penasaran sama kamu.” Gerutu Abella. Kemudian dia diam-diam mengambil
paket milik suaminya.
__ADS_1
“Hei jangan di
ambil. Cepat kembalikan padaku.” Kata Adriano.
“Tidak mau.”
Goda Abella, lalu dia segera masuk ke kamarnya dan membuka paket milik
suaminya.
“Aku penasaran
paket dari siapa sih?” Tanya Abella.
Lalu dia membuka
paket tersebut dan membaca suratnya, dia pun berteriak lalu membuka pintu
kamarnya dan melempar paket tersebut, minuman tersebut tumpah dan mengenai
suaminya.
“Jangan
dimunum.” Teriak Abella.
“Terlambat, aku
sambil mendekat.
“No, no jangan
berani mendekat padaku.” Kata Abella. Namun Adriano tetap mendekat ke arah istrinya.
“Maaf mas aku
tidak tau kalau paket itu dari mama, kenapa mama memberikan minuman ramuan itu
padamu. Jangan lakukan itu padaku.” Kata Abella, namun Adriano tetap mendekati
istrinya, bahkan dia memeluk istrinya. Lalu Abella menampar suaminya, dia segera
mengambil air dari kamar mandi dan menyiramkannya ke wajah suaminya.
“Rasakan ini,
semoga efek dari ramuan itu segera hilang, aku mohon jangan sampai dia
menyalurkannya padaku, aku tidak mau dia melakukannya padaku.” Kata Abella
khawatir.
__ADS_1
“Apa yang kamu
lakukan padaku? Tega sekali kamu menyiramku dengan air?” Tanya Adriano.
“Aku takut
setelah kamu minum ramuan itu lalu kamu melampiaskannya padaku, makanya aku
menyiram air padamu agar efek dari ramuan itu hilang.” Kata Abella.
“Astaga, aku
tidak menelannya. Kamu gampang juga ya dibohongin.” Kata Adriano.
“Apa? Jadi kamu
berbohong padaku. Kamu menyebalkan mas.” Kata Abella mewek.
“Kok malah mewek
sih, cepat bantu aku dan bersihkan kekacauan ini.” Kata Adriano.
Kemudian Adriano
membersihkan diri dan mengganti bajunya sedangkan Abella membersihkan kekacauan
yang ia buat.
“Gara-gara paket
dari mama aku sampai ketakutan dan sekarang aku malah harus mengepel lantai
malam-malam begini.” Gerutu Abella.
Dibalik pintu
kamar, Adriano memperhatikan istrinya yang sedang membersihkan lantai akibat
tumpahan air dan juga ramuan tersebut.
“Polos sekali
dia, mudah sekali aku kerjain. Aku tidak mungkin meminumnya bisa gawat kalau
tidak tersalurkan. Sepertinya dia sangat ketakutan, lagipula aku juga tidak
ingin menghamilinya disaat masih SMA." Kata Adriano dalam hati.
Info :
Jangan lupa like nya ya.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.