Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 73


__ADS_3

Setelah Nando pulang, Abela segera membangunkan Darel.


“Darel nak ayo bangun sayang.” Kata Abela.


“Ada apa ma?” Tanya Darel.


“Sekarang cepat kemasi bajumu, kita pergi dari rumah ini sayang. Mama takut, sepertinya disini tidak aman nak.” Kata Abela.


“Kita pergi sama om Nando ya ma?” Tanya Darel.


“Tidak, kita hanya pergi berdua saja. Ayo cepat kemasi bajumu.” Kata Abela.


“Kita mau pergi kemana ma?” Tanya Darel.


“Cepat kemasi bajumu dan barangmu.” Kata Abela.


“Tapi barangku sangat banyak ma.” Kata Darel.


“Kemasi saja bajumu dan keperluan sekolahmu ya.” Kata Abela.


Kemudian Abela pun mengemasi barang miliknya lalu mengangkutnya kedalam mobilnya.

__ADS_1


“Ibu mau pergi kemana?” Tanya Rina art Abela.


“Aku mau pergi dari rumah, rumah ini akan segera aku jual. Maaf ya aku tidak bisa membawamu pergi, jangan khawatir aku akan mencarikanmu pekerjaan pengganti.” Kata Abela.


“Saya bersedia kok ikut dengan ibu, saya juga khawatir dengan ibu dan mas Darel.” Kata Rina.


“Aku baik-baik saja kok dengan Darel. Kamu pulang saja ke kampung halamanmu atau kemana terserah kamu, pikiranku saat ini sedang kacau dan satu-satunya cara sepertinya aku harus pergi dari rumah ini. Untuk sementara mungkin aku akan tinggal di apartemen bersama anakku.” Kata Abela.


“Ibu jaga diri dengan baik ya.” Kata Rina.


“Iya, aku membawa barang secukupnya. Tolong kemasi semua barangku dan aku akan mengambilnya besok atau besok lusa tapi bukan aku yang mengambilnya, mungkin aku akan menggunakan jasa angkut barang. Aku harap kamu bisa mengerti keadaanku saat ini ya.” Kata Abela.


“Iya terima kasih, tolong jangan memberitahu siapapun tentang kepindahanku ini termasuk pak Nando jika dia datang kemari.” Kata Abela.


“Lalu saya harus jawab apa bu?” Tanya Rina.


“Bilang saja kalau kamu tidak tau, aku tidak ada waktu lagi. Setelah ini aku akan mengganti nomor ponselku jadi tunggu saja telfon dariku, kamu mengerti kan?” Tanya Abela.


“Baik bu.” Kata Rina.


Kemudian Abela pun pergi dari rumahnya tengah malam.

__ADS_1


“Ma, kita mau pergi kemana? Om Nando tau tidak kalau kita sedang pergi?” Tanya Darel.


“Mulai sekarang kita tinggal berdua ya nak, jangan pernah menghubungi om Nando atau papa kamu.” Kata Abela.


“Kenapa memangnya ma? Kalau om Nando khawatir nanti bagaimana?” Tanya Darel.


“Darel tolong kali ini saja turuti perkataan mama ya, kita akan pergi ke Bali dan kita tinggal lalu menetap disana untuk selamanya dan hanya kita berdua.” Kata Abela.


“Iya ma, lalu oma Antika bagaimana?” Tanya Darel.


“Nanti mama akan menelfon oma Antika, sekarang kita menginap dulu di hotel, nanti mama akan mencari tiket ke Bali besok. Mama akan mencari penerbangan paling pagi.” Kata Abela.


“Iya ma.” Kata Darel.


“Maafkan mama sayang karena membuat keputusan ini, tapi mama benar-benar tidak bisa lagi tinggal disini dan mama juga tidak ingin mengecewakan Nando, dia sangat baik dan terlalu baik untuk mama jadi lebih baik seperti ini saja.” Kata Abela dalam hati.


Setibanya di hotel, Darel tertidur sehingga Abela menggendongnya masuk kedalam kamar hotel.


Setibanya di kamar hotel, Abela segera meletakkan anaknya di atas kasur, kemudian dia mencari tiket penerbangan paling pagi ke Bali. Setelah itu dia juga mengganti nomor ponselnya.


“Semoga keputusanku ini yang terbaik untukku dan juga anakku.” Kata Abela.

__ADS_1


__ADS_2