
Adriano sangat senang bisa duduk bersama dengan mantan istrinya, namun Abela tampak gelisah karena takut ada yang mengetahuinya terutama dia takut ketahuan oleh Nando.
“Minumlah dulu, aku memesankan minuman kesukaanmu.” Kata Adriano.
“Aku tidak bisa berlama-lama disini, ada apa? Apa yang ingin kamu katakan kepadaku?” Tanya Abela.
“Baiklah, bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?” Tanya Adriano.
“Tentu saja jauh lebih baik setelah tidak denganmu.” Kata Abela.
“Maafkan aku atas semua kesalahanku selama ini, aku tidak bisa hidup dengan tenang mungkin karena kesalahanku kepadamu. Aku sangat menyesali semua kesalahanku kepadamu dan juga kepada Darel.” Kata Adriano.
“Aku sudah memaafkan, aku pergi dulu. Sudah selesai bicara kan?” Tanya Abela lalu dia berdiri dan pergi namun tiba-tiba Diara menangis kencang dan Adriano tampak kelelahan untuk menenangkan Diara.
“Jangan menangis dong sayang, Diara sayang jangan menangis ya.” Kata Adriano.
Lalu Abela berubah pikiran dan kembali ke meja Adriano.
“Boleh aku menggendongnya?” Tanya Abela lalu mengulurkan tangannya.
“Tentu saja boleh, aku tidak tau kenapa tiba-tiba dia menangis kencang.” Kata Adriano lalu memberikan bayinya kepada Abela.
“Sepertinya dia haus, kamu bawa susu kan?” Tanya Abela.
“Ah susu ya? Aku bawa kok, ah ini susunya.” Kata Adriano lalu memberikannya kepada Abela.
“Duduklah, nanti kamu lelah.” Kata Adriano.
“Bayi seusia dia lebih suka digendong sambil berdiri, harusnya kamu bisa mengerti sebagai ayahnya.” Kata Abela.
“Terima kasih, akhirnya Diara bisa berhenti menangis.” Kata Adriano.
“Kamu bayi yang cantik sayang, tumbuhlah menjadi orang baik dan jangan membuat orang di sekitarmu terluka ya.” Kata Abela.
__ADS_1
“Namanya Diara.” Kata Adriano.
“Semoga dia tumbuh menjadi orang baik, cukup orang tuanya saja yang buruk.” Kata Abela lalu memberikan Diara kepada Adriano.
“Loh kamu mau pergi kemana?” Tanya Adriano.
“Tentu saja kembali pulang, lagipula anakmu sudah berhenti menangis kan.” Kata Abela.
“Terima kasih banyak untuk hari ini, dan aku minta maaf atas perlakuan dan ucapan Ariana yang sangat kasar kepadamu.” Kata Adriano lalu dia bergegas keluar restoran dan mengejar Abela yang ada di parkiran.
“Tunggu.” Panggil Adriano.
“Ada apalagi sih?” Tanya Abela.
“Sekali lagi terima kasih atas ucapan baikmu kepada anakku tadi.” Kata Adriano.
“Hmmm sama-sama. Cepat minggir, aku mau lewat.” Kata Abela, namun Adriano tidak segera minggir justru menghalangi jalan Abela sehingga Abela tidak bisa segera mengendarai mobilnya.
“Ah iya, maaf.” Kata Adriano sambil menutupi anaknya agar tidak terkena panas matahari.
“Kamu tidak bawa mobil? Anakmu kepanasan, apa kamu tidak kasihan?” Tanya Abela.
“Ariana membawa mobilku kembali pulang tadi. Aku mau memesan taksi online.” Kata Adriano.
“Naiklah kedalam mobilku, aku akan mengantarmu pulang.” Kata Abela.
“Terima kasih banyak.” Kata Adriano lalu bergegas masuk kedalam mobil Abela.
“Aku bersikap baik kepadamu hari ini karena aku kasihan melihat anakmu.” Kata Abela.
“Terima kasih.” Kata Adriano.
Selama diperjalanan, Abela hanya diam saja dan fokus menyetir. Kemudian Adriano memberanikan untuk bertanya kepada Abela.
__ADS_1
“Aku dengar kamu akan segera menikah ya.” Kata Adriano.
“Tentu saja, tapi jangan harap aku akan mengundangmu.” Kata Abela.
“Aku berdoa yang terbaik untukmu, semoga kamu selalu bahagia dengan keluarga barumu.” Kata Adriano.
“Terima kasih.” Kata Abela.
Tiba-tiba ponsel Abela berdering.
“Hallo sayang, aku sedang mengemudi.” Kata Abela, ternyata yang menelfon adalah Nando.
“Ok baiklah, aku sedang makan bersama Darel di restoran. Tadi setelah aku menjemput Darel di sekolah, aku langsung mengajaknya makan dan juga sekaligus memberitahu tentang rencana pesta ulang tahunnya.” Kata Nando.
“Benarkah? Lalu bagaimana reaksinya? Dia suka kan?” Tanya Abela.
“Dia sangat antusias, dan benar kata kamu kalau dia sangat menginginkan konsep superhero.” Kata Nando.
“Hahaha dia memang sangat menyukai karakter itu sayang, nanti aku telfon lagi ya. Bahaya jika mengemudi sambil menerima telfon.” Kata Abela lalu mematikan telfon dari Nando.
“Sepertinya Nando sangat menyayangimu dan tulus kepadamu.” Kata Adriano.
“Aku bersyukur memilikinya, dia selalu mendukungku dan selalu memberiku kekuatan dan juga semangat, tidak hanya kepadaku namun juga kepada ibuku dan Darel, wajar jika Darel sangat dekat dengannya.” Kata Abela.
“Syukurlah kalau begitu, setidaknya dia tidak brengsek sepertiku.” Kata Adriano.
“Itu semua pilihanmu, aku bahkan tidak percaya jika kondisimu seperti saat ini sekarang.” Kata Abela.
“Mungkin ini resiko yang harus aku terima karena telah menyakitimu dan Darel.” Kata Adriano.
“Jaga anakmu dengan baik, oh iya aku dan Nando akan mengadakan pesta ulang tahun untuk Darel, aku akan jauh lebih bahagia dan bisa memaafkanmu jika kamu tidak pernah datang ke acara tersebut.” Kata Abela.
Mendengar perkataan Abela tersebut membuat hati Adriano benar-benar sakit dan dia hanya bisa menangis dalam hati karena meratapi nasibnya yang tidak bisa hadir di acara ulang tahun Darel.
__ADS_1