Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 131


__ADS_3

Hubungan Adriano dan Marcelo


semakin dekat, hal ini dimanfaatkan oleh Anindya untuk menyingkirkan Marcelo.


Dia memulai menghasut Marcelo dan menuduh bahwa Marcelo telah melakukan


kesalahan besar di sekolahnya sehingga membuat Marcelo dikeluarkan dari


sekolah. Tentu saja hal ini membuat Marcelo semakin terpukul, Marcelo dituduh


melakukan pembulian dan penganiayaan terhadap siswi di sekolah Adriano, siswi


tersebut adalah teman dekat Adriano dan Marcelo yang juga pacar pertama


Adriano. Adriano sangat marah dan kecewa dengan Marcelo, dia berusaha


menjelaskan semuanya kepada Adriano namun Adriano terlanjur sangat marah


sehingga dia tidak mau melihat Marcelo kembali.


“Bukan aku pelakunya, aku tidak


melakukan hal itu kepada Amelina, aku sudah menganggap Amelina sebagai adikku


sendiri.” Kata Marcelo.


“Pergi dari sini, aku sangat muak


melihatmu.” Kata Adriano.


Akhirnya Anindya menggunakan


kesempatan ini untuk mengusir Marcelo dari rumahnya.


“Marcelo, jujur mama dan papa


sangat kecewa denganmu.” Kata Anindya.


“Kenapa kamu melakukan hal itu


pada Amelina?” Tanya Dani.


“Harus berapa kali aku


mengatakannya pa, aku bukan pelakunya.” Kata Marcelo.

__ADS_1


“Tapi semua bukti mengarah


kepadamu, usir saja dia dari sini pa, aku sangat malu. Asal kamu tau saja


gara-gara masalah kamu papa kamu hampir diturunkan dari posisi direktur.” Kata


Anindya.


“Pa jangan usir aku, aku mohon


pa. Marcelo tinggal dimana kalau bukan dirumah papa.” Kata Marcelo.


“Kamu kan sudah dewasa, papa bisa


memberimu uang lebih tapi jangan tinggal disini.” Kata Dani.


“Kenapa kamu tidak tinggal


bersama ibumu saja?” Tanya Anindya.


“Tidak, mama saja tidak pernah


mencariku apalagi menghubungiku. Sepertinya mama sudah melupakanku.” Kata


Marcelo.


juga haha, berhasil juga usahaku memisahkan mereka berdua.” Kata Anindya dalam


hati.


“Papa akan mengirimmu ke luar negeri


dan tinggalah bersama ibumu.” Kata Dani.


“Apakah papa sangat membenciku?


Aku juga anak kandung papa, anak adalah cerminan orang tua. Kalau aku seperti


ini berarti ini semua salah papa yang salah dalam mendidikku.” Kata Marcelo.


“Jaga mulut kamu, berani sekali


kamu bicara kasar kepada papa kandungmu. Dasar anak tidak tau diri.” Kata


Anindya.

__ADS_1


“Papa lelah denganmu, bersiaplah


untuk pergi ke Singapore dan tinggalah bersama ibumu.” Kata Dani.


**


Keesokan harinya, Anindya terbang


ke Singapore untuk menemui Aira. Setibanya disana, Anindya memberitahukan


semuanya tentang Marcelo.


“Anakmu membuat kesalahan besar


dan sangat memalukan.” Kata Anindya.


“Aku tidak peduli dengannya,


silahkan rawat dan besarkan dia. Aku sibuk untuk mengurus hidupku sendiri


disini.” Kata Aira sangat cuek.


“Dia anakmu, apakah aku tidak


salah dengar? Kamu tidak peduli dengan anakmu?” Tanya Anindya.


“Aku tidak ingin menjadi beban


untuk anakku, aku hanya akan hidup sendiri disini. Aku sudah melupakan semua


hal yang terjadi termasuk semua masa laluku. Aku ingin membuka lembaran hidup


baru dengan tinggal disini. Jadi sekarang pergilah, aku tidak ingin melihatmu.”


Kata Aira. Kemudian dia segera pergi meninggalkan Anindya, namun tiba-tiba dia


terjatuh pingsan. Anindya pun segera membawa Aira ke rumah sakit. Setibanya


disana, dokter mengatakan bahwa Aira mengidap penyakit kanker.


“Astaga, jadi dia sedang mengidap


penyakit kanker. Pantas saja dia tidak mau merawat Marcelo. Bagaimana ini, aku


juga tidak ingin merawat anak itu. Aku harus membujuk Aira agar dia mau merawat

__ADS_1


anaknya. Aku akan mengancamnya kalau perlu, kenapa masalah jadi semakin rumit


bikin pusing kepala saja.” Kata Anindya dalam hati.


__ADS_2